22000 CUDA cores

seen from Türkiye
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from Kazakhstan

seen from United States

seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from Russia
seen from Australia

seen from Canada
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
22000 CUDA cores
Cuis’n Blast coming to arcades in 2017, powered by NVIDIA GTX 750 Ti
Waiting for the successors...
Review Asus A456UF kali ini sama sekali tak masuk prediksi. Karena sebelumnya kami berharap, notebook flagship Asus yang sudah dipersenjatai Intel 6th Gen Skylake akan mendarat terlebih dahulu. Karena seri-seri A dari Asus pasti banyak yang menunggu versi terbarunya, pemmzchannel duluin deh review Asus A456UF ini. Dan ternyata, ada beberapa hal mengejutkan yang kami temui selama review Asus A456UF kali ini. Penasaran?
Unboxing Hands-On Review Asus A456UF
Sebagai informasi, seri sebelumnya yakni Asus A455LF yang menggunakan Broadwell, laris manis bak kacang goreng dipasaran. Dan mungkin dikarenakan chip Skylake sudah mendarat di pabrik Asus, jalur produksi Broadwell langsung di refresh. Hingga Asus A455LF di buat discontinue dan digantikan oleh Asus A456UF.
Spesifikasi dan Harga Asus A456UF
Intel Core i5 6200U Dengan arsitektur 14nm, skylake mungkin lebih hemat daya di banding skylake yang masih menggunakan arsitektur 22nm. Tapi keputusan Intel menggunakan base clock yang lebih tinggi, tentu berefek pada konsumsi daya secara general. CPU ini memiliki base clock speed 2.3GHz dan turbo boost up to 2.8GHz. Ini membuatnya lebih unggul dalam beberapa skenario single core dibanding haswell.
Nvidia Geforce GT930M 2GB GDDR3 Sudah menggunakan arsitektur Maxwell 2.0, sayangnya karena masuk kategori low, bandwith memory GPU GT930M ini hanya 64-bit. Untuk aplikasi yang tidak menggunakan detail gambar dan resolusi tinggi, performa Geforce GT930M ini bisa disetarakan dengan Geforce GT745M yang bandwith memory GPU-nya 2x lebih besar (128-bit). Tapi saat masuk skenario gaming, gap mulai menjauh, bahkan mencapai %lebih rendah. Tapi untuk ukuran GPU low-end, Geforce GT930M ini memiliki performa yang sama bahkan lebih baik dari generasi GPU nvidia GTX560M 5 tahun yang lalu.
Port dan Connectivity
Salah satu hal yang mengejutkan dari Asus A456UF ada pada sisi port I/O. Notebook ini sudah menawarkan pada pengguna konektifitas USB 3.1 type C terbaru. Sekali lagi, saat ini mungkin teknologi ini masih sebatas investasi. Tapi yang patut diacungi jempol adalah, Asus selalu memberikan dengan maksimal apa yang menjadi fitur bawaan chipset. Selebihnya, Asus A456UF menghadirkan konektifitas standar notebook multimedia. Untuk display out, terdapat D-Sub dan HDMI 1.4a tanpa display port. SD Card Reader dan Combo audio jack melengkapi 2 buah port USB 3.0 dan sebuah port USB 3.1.
Display Panel
Kali ini Asus mempercayakan display panel buatan Chinmei untuk A456UF, tepatnya seri CMN N140BGE-E43. Biasanya untuk seri A dan X 14-inch, Asus menggunakan LG-Philips. Untuk kualitasnya sendiri sudah sangat baik, terutama contrast. Saat bermain game, warna-warna dark grey masih terlihat jelas saat bertemu warna hitam. Penyebaran led backlit juga merata diseluruh area panel. Nvidia memang mengsegmentasikan Geforce GT930M untuk notebook 12 hingga 14-inch dengan resolusi 1366 x 768 (HD).
Design
Adalah benar jika unit yang laris manis dipasaran, dan diprediksi masih akan laris manis, tidak akan mendapat banyak retouch pada bagian design. Begitupun pada Asus A456UF yang akan tersedia dalam beberapa pilihan warna Dark Brown (WX015D), Dark Blue (WX016D ), Gold (WX036D), Red (WX053D) dan Putih (WX054D). Selain port USB 3.1 yang menggusur salah satu port USB 3.0, keseluruhan barebone sama persis dengan ASUS A455LF versi broadwell.
Pada bagian bottom case, Asus memberikan sebuah maintenence door kecil yang hanya diperuntukan mengkases slot RAM. Untuk lubang masuk udara segar, terdapat mesh hole yang menurut kita minimalis sekali. Sumbangsih mesh hole ini bisa anda lihat pada tabel benchmark khususnya bagian temperature.
Upgrade Option
Maintenence door pada Asus A456UF
A series sudah menjadi produk yang didesain compact untuk pemakaian tanpa asupan daya yang lebih lama. Untuk itu, upgrade option yang disediakan guna meningkatkan performanya juga terbilang minim. CPU, GPU dan LCD sudah pasti non-upgradeable. Sedangkan RAM masih bisa dimaksimalkan hingga kapasitas 12GB dengan menambah 1 keping DDR3L 8GB di slot dimm yang tersedia. Sedangkan storage, anda harus menyingkirkan HDD untuk bisa menggunakan SSD. Sebab seri ini masih menggunakan ODD, HDD yang ada masih bisa anda gunakan untuk storage data dengan tambahan HDD Caddy.
Performace
Kombinasi Intel core i5 6200U dan Nvidia Geforce GT930M bisa disejajarkan dengan performa notebook gaming ber-GPU 128-bit yang rilis 5 tahun lalu seperti Sager NP8150 yang menggunakan Geforce GTX560M dan CPU versi non-ULV. Luar biasa untuk ukuran notebook 7-jutaan dan barebone yang jauh lebih tipis ini. Bermain game triple A seperti Batlefield 4 masih bisa dilakukan pada notebook ini pada seting medium dengan hasil rata-rata 35fps.
Cooling System
Asus A456UF Cooling System
Selama test game, suhu CPU intel core i5 6200U pada notebook ini berkisar antara 72°celcius hingga 75°celcius . Angka yang sama dengan yang ditunjukan Asus A451LN versi Haswell. Sedangkan suhu Geforce GT930M-nya ada diangka 68°celcius, lebih dingin sekitar 10.5% dibanding Geforce GT840M yang berbasis Kepler. Wajar saja GT840M lebih panas sebab GPU clock dan Vram clock yang “sedikit” lebih tinggi. Hal ini yang membuat Pemmzchannel yakin, desain dan kualitas bahan pada cooling system Asus A456UF serupa dengan seri-seri terdahulu, terutama Asus A451LN.
Power Management
Test Battery Asus A456UF
Skylake juga diklaim memiliki manajemen daya yang lebih baik sebab arsitektur nya yang lebih mini. Dan hal ini cukup membantu battery 2 cell berkapasitas 4400mAh bertahan lebih lama dalam test battery yang pemmzchannel lakukan. Tercatat, Asus A456UF mampu bertahan hidup 94 menit pada test BatteryEatPro 2.7 mode classic. Ini lebih lama sekitar 10% di banding A451LN (86 menit) yang menggunakan CPU berbasis Haswell dan GPU GT840M berbasis Kepler.
Conclusion
Kehadiran Asus A456UF yang tergolong sangat cepat dan mengejutkan, secara teori akan berdampak pada penyerapan seri A445LF yang mungkin saja masih ada di pasaran. Tapi karena performa keduanya tak jauh berbeda, A455LF masih punya peluang berpindah ketangan pengguna. Apalagi jika ditambah dengan sedikit menurunkan harga, bisa saja permintaan akan Asus A455LF malah naik disaat produknya harus “tutup buku”.
Review Asus A456UF – A Series Pertama Asus Dengan Intel Skylake Review Asus A456UF kali ini sama sekali tak masuk prediksi. Karena sebelumnya kami berharap, notebook flagship Asus yang sudah dipersenjatai Intel 6th Gen Skylake akan mendarat terlebih dahulu.
GeForce® GTX™ 980 Ti enables a new level of capabilities and sets a new benchmark in gaming performance. Accelerated by the groundbreaking NVIDIA Maxwell™ architecture, it delivers the advanced technologies and horsepower to take on even the most challenging games at high settings in 4K and smooth, immersive virtual reality.
So, uhm, anyone with an NVidia Maxwell GPU willing to tell me all Maxwells are blocked from overclocking?
By the way PK. Reminder lang about sa award logo ng site. Please only use it sa products na nareview ko na and kung Highly recommended or Editor's choice respectively. Kasi hindi lahat ng Asus product Editor's choice. Nakita ko kasi sa Blinque yung Editor's Choice na logo ng site was used (together with HWM and B2G) was used without my knowledge and permission. (via Asus STRIX GTX 960 DirectCU II OC 2GB Review – A Maxwell’s Sweet Spot GPU)
Lenovo ThinkPad W550s, noul ultrabook ce combina performanta cu functionalitatea si mobilitatea
Lenovo ThinkPad W550s, noul ultrabook ce combina performanta cu functionalitatea si mobilitatea
Lenovo a anuntat in cadrul unei conferinte organizate la universitatea Autodesk 2014, noul ultrabook ThinkPad W550s, care ofera o combinatie puternica de performanta, functionalitate si mobilitate utilizatorului.
“Am înțeles de la utilizatori ca vor o staţie de lucru mobilă care să le poată îmbunătăţi capacitatea de a fi productivi, folosind acelaşi dispozitiv la birou, dar şi pe teren”, a…
View On WordPress