Chat give me a second t' finally post th' 5 month art difference—Orin started info dumpin bout Wisdom Teeth extractions wit a Seymour fictive n we lost tract of time bruh.
seen from Argentina

seen from Germany

seen from China
seen from Germany
seen from Czechia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Germany

seen from Germany
seen from United States
seen from Italy
seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Belarus
seen from India
seen from Syria
seen from Australia
seen from Türkiye
Chat give me a second t' finally post th' 5 month art difference—Orin started info dumpin bout Wisdom Teeth extractions wit a Seymour fictive n we lost tract of time bruh.
The Many Benefits of Odontectomy: A Closer Look
When we talk about dental procedures, "odontectomy" may not be an everyday term that springs to mind. However, it is an integral part of oral health management and all-around wellbeing. This blog post will shed light on odontectomy and focus on its numerous benefits.
Understanding Odontectomy
Odontectomy refers to the extraction or removal of a tooth (or teeth) embedded in the bone. This procedure is most commonly performed on impacted third molars, also known as wisdom teeth, which have failed to emerge or grow properly into the mouth.
The process of odontectomy might sound daunting, but with the advances in modern dentistry and anesthesia, it has transformed into a relatively painless and efficient procedure. Let's delve into the advantages of undergoing odontectomy.
Key Benefits of Odontectomy
1. Pain Relief
One of the most immediate benefits of an odontectomy is pain relief. Impacted teeth, particularly wisdom teeth, can cause significant discomfort due to inflammation, infection, or the pressure exerted on surrounding teeth. Following odontectomy, patients usually experience immediate alleviation of these symptoms.
2. Prevention of Crowding and Misalignment
Impacted teeth, especially wisdom teeth, can push adjacent teeth, leading to crowding or misalignment. By undergoing odontectomy, patients can prevent such unnecessary movement of teeth, potentially eliminating the need for orthodontic intervention down the line.
3. Reduction of Oral Disease Risk
Impacted teeth that partially erupt can create pockets that are challenging to clean, allowing bacteria to proliferate. This increased bacterial activity can lead to gum diseases like periodontitis or tooth decay. By removing these problematic teeth, odontectomy significantly lowers the risk of such oral diseases.
4. Prevention of Cyst or Tumor Formation
Impacted teeth can sometimes lead to the formation of cysts or, in rare cases, tumors in the jawbone, causing damage to surrounding structures. An odontectomy helps prevent such complications by eliminating the root cause: the impacted tooth itself.
5. Improved Oral Health and Hygiene
With the removal of an impacted tooth causing issues, patients usually experience improved oral health. Cleaning and maintenance become easier without the problematic tooth, leading to better long-term oral hygiene.
Post-Procedure Considerations
Following the procedure, it's typical to experience minor discomfort and swelling. However, with regular pain relief medication, ice packs, and rest, these temporary symptoms subside within a few days. It's crucial to maintain proper oral hygiene and follow all post-procedure instructions provided by your dental health professional for seamless healing.
Conclusion
While odontectomy might sound intimidating, the benefits it provides are immense. From immediate pain relief to long-term oral health improvement, an odontectomy effectively addresses various complications associated with impacted teeth. By focusing on these substantial benefits, we hope to encourage informed decision-making when it comes to this valuable dental procedure. As with any medical procedure, the guidance of a skilled dental professional is vital to achieving the best results and maintaining excellent oral health.
Com uma tecnologia de ponta,vasta experiência no segmento de cartões,sistema de fácil utilização,possuímos uma operação garantida através dos resultados que nossos clientes alcançaram.No nosso formato de Private Label,a concessão do crédito e inadimplência são de responsabilidade do Lojista.O cartão de Marca Própria,se tornou de vital importância para as empresas.Nossa Metodologia de trabalho,tem satisfação comprovada por nossos Clientes.Imagine como o Cartão da sua Loja vai fidelizar seus clientes.O retorno Financeiro que o produto Cartão de Marca própria vai te trazer,será excelente. #odontolog #odontofriends #odontoexcellence #fotografiaodontologica #odontectomy #odontologia #odonto #odontologiaestetica #odontoporamor #odontolovers #odontologiaespecializada #odontologiaporamor #fotografiaodontologica #odontologiadigital #odontología #odonto9 #odontodicas #odontogram #odontopediatra #odontologiaestética #odontologiapreventiva #consultorioodontologico #odontopediatriabrasil #odontocompany #odontologo #consultórioodontológico #odontologiaequina #odontology#odontologiadoesporte #odontologiageneral www.cartaoproprio.com.br (em Cartão Próprio) https://www.instagram.com/p/B8kDF_1hTRk/?igshid=tb9ctgln0sig
Another surgery of my lyfe
Assalamualaikum gais. Sebenernya sedih sih, abis postingan sebelumnya masa ada postingan kek gini lagi. Tapi yaudahlah gapapa, dinikmati aja prosesnya ye kan. Sekalian jadinya bisa sharing pengalaman ke kalian juga.
Okay, let’s jump right in!
Akhir bulan juni kemarin gue ngerasa gusi bengkak dan sariawan dan berlangsung sekitar 2 minggu. Terus gue penasaran kan, kok lama bgt sembuhnya. Karena ga terlalu kelihatan, isenglah gue pegang gusi bagian bawah kiri. Eng ing eeeng, gue menemukan sebongkah benjolan putih.
Terus gue googling doong, hadeeh macem2 nemunya. Bisa jadi tumor, kista apalah. Bikin gue was-was T_T
Keesokannya gue periksa ke klinik gigi di kantor. Ternyata katanya gue impaksi gigi. Alhamdulillah ya Allah bukan macem-macem. Gue disarankan untuk foto rontgen gigi dan atur jadwal untuk operasi. Nah karena gue pikir “yaudahlah yaa impaksi gigi doang, cuekin aja. Toh cuma gitu doang sakitnya”.
Dan ternyata di bulan juli sakit yang sama berulang kembali. Nyeri gigi bengkak dan rasa kaya sariawan. Hadeeh. Kayanya emang harus dioperasi nih, batin gue.
Then and now👌🏻 Another successful surgery😉 (No doubt tho😉Tiwalang tiwala yata ‘to👌🏻💪🏻) Sakto! After 2 years🙌🏻 Sabi ko naman sa iyo, aantayin ka nitong ngipin ko ee, at by this time, ready na rin siya mag-let go 😉 Oha! Di ka pinahirapan ngayon diba?😉 (except dahil sa “chubby cheeks” hahaha!😅) Thank you so much Dra. @paolamariedmd 👩🏻⚕️ Love you Sistah 🤗😘 #Odontectomy (at Orthosurge Dental)
Alhamdulillah this is my second time opname. But this is because my impacted, so just enjoy it. Give thanks to Allah for this oportunities. Thaks my beloved friend and family. I love you so much. Thanks for caring me. First week, April 2018. #odontectomy (di RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA)
I just want the tooth but nothing but the tooth... #impaktooth #odontectomy #impactedtooth #buhaydentista
Sambil menunggu dipanggil masuk ruang bedah, saya sempat sarapan dua kali, nyemil-nyemil dan minum susu UHT. Pak mantri yang modar-mandir di depan poli gigi menjelaskan bahwa mereka sedang mempersiapkan ruang bedah dan menunggu dokternya datang. Sambil menunggu beliau juga sempat menjelaskan bahwa letak gigi bungsu yang dicabut itu letaknya dekat dengan syaraf-syaraf sehingga bisa terjadi efek samping seperti kebas atau mati rasa di seputar area tersebut. Tapi mereka akan tetap berusaha yang terbaik supaya itu nggak terjadi.
Sebelum operasi cabut gigi, minum susu UHT dulu
Saya juga tidak lupa membawa sikat gigi dan pasta gigi supaya saya bisa membersihkan gigi sebelum operasi cabut gigi. Saat nama saya dipanggil masuk ke ruang bedah, deg-degan rasanya. Untung ada dua bapak mantri yang ngajak saya ngobrol dengan ramah dan akrab sehingga suasana jadi lebih santai. Saya pun diminta untuk berkumur dulu sebelum operasi dimulai. Foto rontgent di tempel di atas dekat lampu dokter gigi dan gigi bungsu saya yang akan dicabut saat itu saya pilih yang kiri (gigi 38) dulu karena itu yang lebih nyeri karena berlubang.
Sebenernya saya memejamkan mata terus saat operasi berlangsung, selain karena silau kena lampu juga karena takut hihih. Tapi tetap terasa kan kalo gusi itu mulai disuntik anastesi sampai mati rasa. Terus mulai dibedah gusinya pakai gunting nggak lama setelah dibius lokal karena bunyi “cekrik-cekrik”, gitu. Selanjutnya gigi bungsu dipegang dengan alat dan dicoba diangkat, karena agak susah, akhirnya dibor sampai gigi saya patah menjadi beberapa bagian dan bisa diangkat satu per satu sampai bersih. Selama proses dibor itu getarannya yang bertubi-tubi bikin rahang ngilu-ngilu dikit apalagi kita kan terus nganga. Mulut pun berasa penuh air liur, tapi ada alat penyedot cairan yang dipegang oleh pak mantri selama proses odontectomy.
Ruangan bedah mulut itu terasa dingin banget sampai saya kedinginan. Untung saya pakai kaos kaki dan sepatu, lalu saat saya mau lepas di awal, pak mantri bilang nggak usah karena ruangannya dingin. Pilihan yang tepat kalo gitu pas pakai jaket dan sepatu. Setelah semua bagian gigi bungsu saya terangkat, gusi saya akhirnya dijahit. Rasanya kok gusi sakit banget ketarik-tarik benang jahitan sampai rapat. Sekitar 2 atau 3 jahitan dengan simpul penutup setelah itu diberi kapas untuk digigit. Dan diberi ekstra kapas steril untuk ganti setelah 1 jam. Perawat berpesan untuk tidak makan dan minum yang panas, tidak berkumur-kumur, dan tidak menghisap-hisap dulu pasca cabut gigi.
Kira-kira proses operasi cabut gigi itu 30 menit aja. Saya pun diberi resep obat penghilang rasa sakit dan antibiotik. Terus besok disuruh kontrol lagi. Resepnya langsung saya kasi suami biar ditebus ke apotek dan saya langsung buka website Sanglah untuk ambil antrean online buat kontrol besok. Selesai operasi saya sempatkan minum susu UHT biar nggak lemes, dan karena udah jam makan siang, kami pulang sambil mampir untuk makan gado-gado di depan RS Sanglah. Setelah makan langsung saya minum pain killernya biar nggak kesakitan pas obat bius udah berkurang.
Saya putuskan untuk nginep di Dalung saja supaya nggak terlalu capek menempuh jarak jauh Denpasar-Tabanan bolak-balik apalagi besok masih perlu kontrol. Keesokan harinya saya kontrol ke Sanglah diantar oleh Ratih, dan proses periksa pasca-odontectomynya cukup cepat, dilihat dan cuma dibersihkan dengan cairan steril gusinya. Saya nggak ada keluhan berarti sih, selain pipi bengkak dan rasa sakit nyut-nyutan di bekas cabut gigi. Makan emang jadi susah tapi saya tetap nafsu makan, dong hehehe… Pipi saya yang bengkak banget kata pak mantrinya masih normal, ntar bisa kembali sekitar 3-4 hari. Tapi sebenernya yang saya alami, kempesnya setelah 1 minggu, bo!
Minggu depannya saya dijadwalkan untuk lepas benang jahitan, maka saya pun datang lagi 8 hari setelah odontectomy pada tanggal 15 Juli 2017. Setelah benang jahitan dilepas, gusi jadi terbuka gitu dan saya harus sering-sering kumur sampai gusinya menutup sempurna. Lalu karena masih ada satu lagi gigi bungsu sebelah kanan yang belum dicabut, saya tanyakan kapan jadwalnya. Maka pak mantri memberi tahu jadwal yang tersedia di bulan depan dan kami sepakat pada tanggal 13 Juli.
Nah, sambil nunggu operasi cabut gigi kedua, juga memberi kesempatan gusi pasca-odontectomy pertama pulih. Suami saya juga gigi bungsu bawahnya impaksi semua maka saya sarankan untuk ngurus surat rujukan ke Sanglah supaya tanggal 13 Juli kami bisa berangkat bareng ngurus gigi bungsu masing-masing. Soalnya kan RS Sanglah jauh banget dari rumah biar sekali jalan aja.
Tanggal 11 Juli 2017 saya udah siap-siap ambil antran online untuk cabut gigi di poli gigi Sanglah. Sedangkan untuk suami, saya tidak bisa ambilkan no. antrean online karena sebagai pasien baru Sanglah perlu melalui registrasi manual dulu di loket. Saat 13 Juli 2017 di RS Sanglah, suami saya periksa gigi dan lalu foto rontgent panoramik, sedangkan saya menjalani odontectomy. Kami berdua terpisah dengan urusan masing-masing sehingga saat saya sedang proses operasi cabut gigi, suami saya sedang di lab. radiologi. Kami pun sama-sama selesai pas menjelang siang.
Karena besoknya saya harus kontrol lagi, pak mantri pun memberi tahu untuk lewat perjanjian. Jadi serahkan saja surat kontrol, fotokopi kartu BPJS dan fotokopi kartu sanglah ke loket khusus perjanjian sehingga besoknya kita bisa langsung ke poli gigi. Ini berlaku khusus untuk berobat atau kontrol besoknya dengan menyerahkan berkas sehari sebelumnya. Sehingga kita tidak perlu antre untuk menyerahkan berkas di loket pendaftaran lagi.
Proses menyerahkan berkas di loket khusus perjanjian
Saat cabut gigi bungsu kedua saya nginep lagi di Dalung, tapi besoknya saya pergi kontrol sendiri. Saat kontrol saya tanyakan ke pak mantri boleh tidak kalau benang jahitannya dilepas lebih dari seminggu? Seperti dua minggu? Beliau mengatakan boleh, maka saya diberi surat kontrol untuk bulan Juli 2017 tetapi tanpa tanggal.
Saya pun datang lagi ke poli gigi sanglah setelah 15 hari setelah odontectomy. Kebetulan saat itu juga adalah hari pasca-odontectomy suami. Tanggal 27 Juli 2017 suami saya pergi ke Sanglah sendiri untuk odontectomy, lalu tanggal 28 harus balik buat kontrol lagi. Pas jadwal kontrol, saya ikut buat lepas benang jahitan, jadi kami bisa sekalian berangkat bareng. Karena sama-sama kontrol jadi nggak terlalu nunggu lama di poli gigi.
Gigi bungsu saya dan suami berbeda cara dicabutnya. Suami saya giginya besar dan utuh saat dicabut sedangkan gigi saya yang lebih kecil ukurannya dipatahkan menjadi beberapa bagian untuk diangkat. Nggak tau juga kenapa, apa mungkin karena gigi bungsu suami saya udah nongol maksimal sedangkan gigi saya nggak sepenuhnya kelihatan. Tapi pasca-odontectomy sama-sama gusi terbuka seperti ceruk dan itu akan menutup sempurna kira-kira 2 bulan kemudian. Selama gusi masih terbuka kudu rajin berkumur tuh setelah makan.
Yang atas gigi suami, yang bawah gigi saya
Tanggal 20 Oktober 2017 saya ke Puskesmas Suraberata lagi untuk cabut gigi bungsu terakhir: sebelah kanan atas. Saat itu gigi bungsu saya agak ngilu sih, untung bisa dicabut biasa meski tumbuh agak miring ke arah pipi. Ternyata giginya juga udah berlubang dan hitam banget gitu gara-gara sering nyelip sisa makanan dan sikat gigi agak susah menjangkau area gigi bungsu itu. Setelah gigi bungsu terakhir saya itu dicabut juga ketahuan bahwa gigi geraham depannya ikut lubang gara-gara ketularan ketempelan makanan dan susah dibersihkan. Syukur deh, udah ditambal dan nggak nyeri lagi.
Sekarang saya udah bebas dari gigi bungsu yang tumbuh miring. Gusi bekas cabut gigi bungsu bagian atas sudah menutup secara sempurna dan rata, tapi gusi bekas gigi bungsu bagian bawah meski sudah menutup tetap terasa berbentuk cekung. Mungkin karena beda banget arah tumbuh gigi bungsu yang atas dan bawah dan teknik pencabutannya.
Cabut gigi bungsu secara odontectomy atau cabut biasa dengan BPJS sama sekali nggak bayar, yang perlu dibayar ya iuran BPJS-nya setiap bulan. Syukur nggak ada efek samping dan keluhan yang berarti setelah operasi cabut gigi bungsu, hanya pipi bengkak dan susah makan saja secara sementara. Bye bye my wisdom teeth! Now I don’t need to bear the pain from you and I’m really grateful for that.
Sekilas RSUP Sanglah
Lorong RSUP Sanglah
Sekilas RSUP Sanglah
Ada vending machine di dekat apotek, jadi sambil nunggu obat bisa lihat-lihat, nih..
Dinding informatif di RSUP Snaglah, berisi pesan-pesan kesehatan
I Have No Wisdom Teeth Anymore II Sambil menunggu dipanggil masuk ruang bedah, saya sempat sarapan dua kali, nyemil-nyemil dan minum susu UHT. Pak mantri yang modar-mandir di depan poli gigi menjelaskan bahwa mereka sedang mempersiapkan ruang bedah dan menunggu dokternya datang.