Paksu : pas aku nungguin kamu dari bus, aku kepikiran kalo kamu meninggal duluan gimana ya?
Me : heleh palingan kamu jg nikah lagi (tapi sambil diem² mewek terharu di jok belakang)
Cosmic Funnies
DEAR READER

Kaledo Art
tumblr dot com

blake kathryn

ellievsbear
KIROKAZE
styofa doing anything
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
NASA

No title available
Monterey Bay Aquarium

titsay
Cosimo Galluzzi

No title available
almost home

#extradirty

JBB: An Artblog!
occasionally subtle
Keni
seen from United States

seen from Maldives

seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from Romania
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Australia

seen from Germany

seen from United States
seen from Maldives

seen from Singapore

seen from United States
@syukilalala
Paksu : pas aku nungguin kamu dari bus, aku kepikiran kalo kamu meninggal duluan gimana ya?
Me : heleh palingan kamu jg nikah lagi (tapi sambil diem² mewek terharu di jok belakang)
Perjalanan Program Hamil dengan Inseminasi (Part 3)
Hari penentuan
Menjelang hari penentuan aku merasa sedikit mual, sedikit keram perut dan sedikit sakit kepala. Aku browsing beberapa artikel terkait gejala kehamilan, dan artikel itu menjelaskan bahwa yang aku alami merupakan tanda-tanda hamil muda. Aku tersipu senang, tetapi semua belum ada kepastian jika aku tidak melihati tanda dua garis pada hasil testpack ku. Kembali kuulang doa yang sama menjelang hari penentuan namun kali ini aku berikan sisipan tambahan di akhir doa
“Ya Allah semoga program inseminasi ini berhasil. Berikanlah hamba kehamilan yang sehat kuat, persalinan yang sehat lancar, serta anugerahkan kami keturunan yang shalih. Namun jika kali ini belum menjadi rezeki hamba, berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi takdir dan kehendak-Mu”
Perjalanan Program Hamil dengan Inseminasi (Part 2)
Senin, 23 Januari 2022
Pagi itu kami konsultasi lagi dengan dr.Upik untuk melihat perkembangan sel telur setelah diberikan 2 strip obat stimulasi sel telur. Saat diperiksa dokter menjelaskan,
“Ini sel telurnya sudah ada yang numbuh dengan bagus di sebelah kanan. Ada 2 sel telur ya yang sudah matang dan siap dibuahi. Ketebalan rahim juga sudah bagus. Nanti malam kamu suntik obat pemecah telur antara jam 19.30 sampai 20.00, gak boleh lewat dari jam itu. Nanti dalam 1-2 hari sel telurnya akan pecah dan siap untuk dibuahi. Itu berarti hari rabu besok kita tindakan insemnya ya”
Woaw! Surprise sekali! Gak nyangka ternyata hari rabu langsung inseminasi. Ada rasa haru dan bahagia, bahwa ternyata dalam satu siklus promil ini alhamdulillah sel telurku tumbuh dengan baik di sebelah kanan dan langsung tindakan inseminasi tanpa menunggu siklus berikutnya, bahkan 2 sel telur sekaligus, masya Allah. Sayangnya di RS Anna ini pasien tidak diberikan hasil cetakan USG nya, hiks..
Perjalanan Program Hamil dengan Inseminasi (Part 1)
Desember 2022
Awal tahun 2023 ini memang sudah kami rencanakan untuk memulai lagi program hamil. Dimulai dari bulan Desember 2022, aku mengajukan cuti selama 3 bulan (cuti besar). Hari itu, aku datang ke kantor pagi-pagi sekali karena ingin mengajukan cuti ke Koordinator Fungsi. Beliau biasa menjadi orang yang pertama kali datang di ruangan, itulah mengapa aku datang pagi sekali supaya bisa berbicara leluasa dengan beliau sebelum pegawai lain ada di ruangan. Ku siapkan mental dan hal apa saja yang akan aku sampaikan ke beliau. Aku juga menyiapkan berkas-berkas rekam medisku, jaga-jaga kalau beliau menanyakan terkait program hamil apa yang sudah kami jalani. Sambil mengucap bismillah berkali-kali dan meyakinkan diri, akhirnya aku mulai bangkit dari kursi dengan membawa form cuti dan menghadap beliau. Tak disangka, ternyata hanya dengan satu kalimat “Pak, saya mau mengajukan cuti besar karena saya mau program hamil” beliau langsung acc! Lanjut minta tandatangan ke direktur di jam siang, alhamdulillah beliau juga langsung acc tanpa aku harus mengajukan argumentasi. Beliau bahkan menyarankan untuk melakukan beberapa tes, karena beliau dulu juga sempat mengalami sulit punya anak. Hari itu menyenangkan sekali, aku mempersiapkan diri sejak lama untuk mengajukan cuti besar ini karena berpikir tak akan mudah mendapat persetujuan, alhamdulillah ternyata mudah sekali. Seakan semesta mendukung, Allah meridhoi dan memudahkan jalan kami untuk menjemput sang buah hati ❤️
Mencari tahu tentang rasa sakit
Tiga bulan berlalu setelah konsumsi obat hormonal, gue kembali follow up ke dokter. Gue kembali menjalani tes darah CA-125 dan USG. Hasil CA-125 yang tadinya 73,3 menjadi 52,8 (dengan nilai rujukan di bawah 35). Untuk ukuran kista yang tadinya 2,9cm menjadi 2,7cm.
Dokter Pritha sedikit bingung saat membaca hasilnya, karena angka CA-125 nya sudah turun signifikan tetapi ukuran kistanya hanya turun 2mm saja. Akhirnya gue kembali diresepkan obat untuk endometriosisnya lagi karena ukuran kistanya masih belum mengecil signifikan. Menurut dokter, gue mungin masih harus menjalani terapi obat dienogest selama 2-3 siklus lagi. Untuk obat PCOSnya dihentikan dulu, yey!
Sekecil apapun progresnya, mari kita syukuri! Alhamdulillahirobbil'alamin
---
Sekitar tiga hari setelah konsumsi obat hormonal siklus ke-4 ini, kaki gue nyeri. Sebenarnya beberapa minggu sebelumnya, kaki gue udah sering nyeri ringan. Tapi semakin hari nyerinya semakin hebat. Kemudian gue konsultasi ke dokter klinik di kantor. Gue diberi obat anti peradangan, obat nyeri dan neurobion forte (untuk syaraf). Dokternya pesan, kalo setelah obatnya habis tapi nyeri kakinya ga berkurang sebaiknya periksa lebih lanjut, karena bisa jadi itu penyakit PAD (Perifer Arthery Disease), penyakit terkait penyempitan pembuluh darah yang ada di kaki. Astagfirullah..
Aku takut membuka akun instagram asli yg ku punya. Karena aku takut ketika melihat kebahagiaan teman-temanku, aku menjadi iri dan sedih. Kemarin tak sengaja kulihat postingan feed IG tentang momen kelahiran, hatiku langsung terluka. Merasa iri, kenapa belum juga giliranku. Porak poranda keteguhan hatiku yang pelan-pelan sedang kuperbaiki. Imbasnya, aku mendadak murung dan pendiam seharian. Suamiku memang bukan orang yang romantis, tak pandai ia beradegan bak pasangan selebgram. Tapi ia sangat pandai membaca raut wajah dan rasa hatiku. Ia merasa ada yang tak beres dengan istrinya, tapi sayangnya ia tidak bisa mendapatkan jawabannya. Aku harus menata hati kembali, supaya tak ada orang lain, khususnya suamiku, yang terluka karena sikapku karena hati dengkiku.
Pengalaman HSG (Histerosalpingografi)
Hai guys, balik lagi ke cerita promil gue. Ini kejadiannya udah 2 bulan lalu siih, tapi walaupun telat tetep mau gue abadikan. Let's jump to the story!
Dari pemeriksaan dokter yang terakhir, gue dijadwalkan untuk tes HSG di tanggal 8-10 April 2021 berdasarkan perhitungan haid. Jadi Tes HSG ini dilakukan untuk mengetahui apakah di kedua saluran tuba falopi gue ini ada sumbatan atau tidak.
Tanggal 1 April gue ke RS Haji Pondok Gede untuk minta jadwal tes. Sebenernya kalo bisa milih, gue mau di hari kamis tanggal 8 April aja. Karena di tanggal 9-10 kami udah booking hotel buat staycation. Tapi ternyataaa... dokternya bisa di hari jumat, tanggal 9 jam 11 siang. Mana hari jumat hari yang pendek pula. Tapi yaa daripada ga tes, yasudahlah ku ikut saja jadwal dokternya.
FYI di RS Haji ini enak banget gais, karena dokter yang menangani pasien sesuai dengan jenis kelamin pasiennya. Jadi untuk tes HSG ini dokternya cewe, hehee.
Rencana staycation tetep jadi, cuma kami berangkat agak siangan aja karena menyesuaikan jadwal tes gue. Tapi.. yg gue takutkan adalah, setelah tes HSG gue kesakitan dan ga bisa ngapa-ngapain. Tapi untuk sekedar duduk di mobil, bisa lah yaa. Nanti kalo emang lemes, ya gausah ikut jalan-jalan. Boboan di hotel aja.
Apakah salah jika aku merasa sedih?
"Bulan depan mie ayam Mawar udah buka lagi, lho" Ucap Mbak Dian, kakak iparku
"Oh iya? Mbak Dian tau dari mana?"
"Iya aku nanya kapan buka lagi mie ayamnya. Ternyata selama ini dia ga jualan karena lagi mabok (hamil muda)"
"Oalah.. berarti berhasil ya program hamilnya. Waktu itu aku beli mie ayam sama dia. Dia bilang juga mau program hamil karena udah 2 tahun nikah belum punya anak dari suami yang sekarang"
Mbak Mawar, usianya mungkin sekitar 36 tahun. Kini ia sedang dianugerahi kehamilan anak ke-2 daei suaminya yang ke-2. Harusnya kabar kehamilannya di atas umur 35 tahun bisa memompa semangatku. Sayangnya tidak.
Beberapa minggu lalu, aku mendengar berita rekan kerjaku satu ruangan yang baru menikah beberapa bulan juga hamil. Kehamilan kembar pula. Aku mendengar ia bercerita tentang kehamilannya dengan rekan kerja yang duduk di sebelahnya. Aku tak mengucapkan selamat, hanya menyarankan untuk mengajukan WFH full dan beralih ke skincare yang lebih aman. Miris.
Belakangan ini jika aku sedih, aku lebih memilih untuk menangis sendiri. Merutuki diri di dapur, kamar mandi atau di tempat sholat.
Mungkin aku egois. Tapi bolehkah ku merasa sedih? Semoga hal ini tak menjadikanku termasuk dalam golongan hamba yang kurang bersyukur.
A (not so) happy (birth) day
Menurut gue, having a husband is a lovely. But having a baby is a miracle. Jadi dulu waktu masih bujang(?), gue sangat sadar kalo di lubuk hati terdalam gue jauh lebih takut susah punya anak dibandingkan susah ketemu jodoh.
Padahal kan, kalo belum ketemu jodoh gimana mo punya anak ya. Wkwkw. Pokoknya kek gtu laah. Ketakutan tiap orang kan beda-beda.
And here I am, hari ini resmi usia pernikahan 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Hari ini juga hari ulang tahun gue, lho. Dan di hari ini pula gue mendapat kabar menggembirakan dan menyedihkan sekaligus.
Tapi untuk menceritakannya gabisa dipisah-pisah, antara mau denger yang sedihnya dulu atau yang senengnya dulu. Karena dalam satu kesatuan cerita. This will be a long story to read. If you're interested, prepare your eyes and fingers to keep scroll it down 😆
Lebih dari 35 hari
Siklus haid normal adalah 21 - 35 hari dihitung dari hari pertama haid. Bulan desember-januari ini gue kembali melalui siklus melebihi 35 hari. I didn't expect anything.
Ketika udah melewati batas siklus haid, gue berdoa
"Ya Allah karuniakanlah kepada kami keturunan yg baik dari sisi-Mu. Tapi jika periode ini belum menjadi rejeki hamba untuk memiliki keturunan, semoga haidnya lancar & tepat waktu"
40 hari siklus :
Tiga kali tespeck, hasilnya negatif semua.
Badan pegel-pegel ga karuan, keram, PD sakit.
I keep repeating my du'a
Di saat gue udah berpikir, minggu ini kalo ga haid juga gue harus ke dokter nih.
Hari ke-47 akhirnya haid! Alhamdulillah..
Gapapa belum sekarang rejekinya hamil & punya anak. Bisa haid dengan siklus normal pun udah rezeki yang luar biasa.
Insya Allah periode berikutnya dikasih rezeki keturunan sama Allah. Aamiin ya Rabbal'alamin
Ada kalanya saya sedih ketika satu doa belum diijabah. Padahal ada banyak rezeki lain yang sudah saya miliki dan patut untuk disyukuri. Salah satunya memiliki suami beserta keluarganya yang amat baik. Di luar sana, saya banyak mendengar tentang konflik antara menantu dengan mertua atau kakak ipar. Tapi, saya justru dikelilingi oleh keluarga dari suami yang sangat baik. Mertua, kakak ipar, dll. Ketika kebanyakan menantu sibuk membantu mertua untuk menyiapkan makanan di pagi hari. Pagi ini ketika saya duduk berlama-lama di depan laptop di pagi hari, mertua datang ke kamar dan membawakan saya sepiring kecil gorengan.
Kadang saya sering bertanya
"dosa apa ya saya, hingga doa-doa belum juga diijabah?"
Padahal diri ini ga pernah bertanya
"punya amalan apa ya saya, hingga saya patut dikelilingi orang-orang yang baik?"
Another surgery of my lyfe
Assalamualaikum gais. Sebenernya sedih sih, abis postingan sebelumnya masa ada postingan kek gini lagi. Tapi yaudahlah gapapa, dinikmati aja prosesnya ye kan. Sekalian jadinya bisa sharing pengalaman ke kalian juga.
Okay, let’s jump right in!
Akhir bulan juni kemarin gue ngerasa gusi bengkak dan sariawan dan berlangsung sekitar 2 minggu. Terus gue penasaran kan, kok lama bgt sembuhnya. Karena ga terlalu kelihatan, isenglah gue pegang gusi bagian bawah kiri. Eng ing eeeng, gue menemukan sebongkah benjolan putih.
Terus gue googling doong, hadeeh macem2 nemunya. Bisa jadi tumor, kista apalah. Bikin gue was-was T_T
Keesokannya gue periksa ke klinik gigi di kantor. Ternyata katanya gue impaksi gigi. Alhamdulillah ya Allah bukan macem-macem. Gue disarankan untuk foto rontgen gigi dan atur jadwal untuk operasi. Nah karena gue pikir “yaudahlah yaa impaksi gigi doang, cuekin aja. Toh cuma gitu doang sakitnya”.
Dan ternyata di bulan juli sakit yang sama berulang kembali. Nyeri gigi bengkak dan rasa kaya sariawan. Hadeeh. Kayanya emang harus dioperasi nih, batin gue.
Dua garis samar
Setiap pasangan yang telah menikah pasti mendambakan keturunan yang baik di semua aspek, yang menjadi qurrata ‘ayun dan wasilah bagi orangtua. Menginjak usia pernikahan kami yang 'baru’ 10 bulan, tentu kami mulai dilanda was-was. Pertanyaan “gimana udah isi belom?” udah sering banget kami dengar. Tapi alhamdulillah setiap ada yang nanya, kami jawabnya “doain yaa”.
Bulan januari ini, menurut aplikasi my calendar gue seharusnya memasuki periode haid di tanggal 23. Waktu itu badan gue udah mulai pegel-pegel, keram perut, ya PMS seperti biasanya. Tapi 6 hari lewat dari jadwal, gue ga kunjung haid. Gue rencana mau testpack kalo udh telat 7 hari. Daripada kecewa lagi kaya periode sebelumnya. Turn out, hari ke 7 di pagi hari gue berdarah. Yaudah, berarti gue cuma telat haid aja.
Tapi 2 hari berikutnya, cuma keluar flek. Badan pun sakit terus-terusan. Padahal biasanya, badan gue udah normal lagi di haid hari kedua. Jumat pagi pun gue mengurungkan niat untuk senam, gue takutnya ada apa-apa. Disaranin sama temen kantor untuk testpack aja. Okay, jumat sore sepulang kerja gue tes. Hasilnya dua garis samar. Gue bingung saat itu. Gue seneng banget kalo ternyata gue hamil, tapi... kok gini?
Honeymoon
Kayanya hidup gue banyak dramanya deh. Ga nikahan, ga honeymoon, ada aja kebodohannya. Tapi kali ini kebodohannya bersama suami yaa, ga cuma sendiri. Jadi gue beli paket penerbangan + hotel selama di Singapore. Berangkat tgl 5 April naik scoot, boarding jam 11. Kita udah plan berangkat dari rumah jam 8, tapi kita malah wira-wiri, dll malah berangkat dari rumah jam 9an lewat. Kita naik go-car sampe kp.rambutan. Pas udah di mobil, gue baru inget makanan yang udah sengaja dibeli pas wira-wiri buat makan siang, malah ketinggalan! Kan geblek!
Terus sampe kampung rambutan kita lanjut naik damri. Pas di damri ini kita baru ngeh kok kayanya kita kesiangan ya, damri pun baru jalan jam 10an. Gue udh mulai resah, suami berusaha menenangkan gue. Disuruh berdoa supaya jalanan lancar dan sampe tepat waktu. Dan ternyata, jalanannya macet paraaah! Di jalan, kita udah diem-dieman aja. Karena kesel sama diri sendiri masing-masing. Bener aja sampe di terminal 3 udah jam 11. Kita lari-larian kaya adegan AADC. Pas sampe desk check in scoot, kita udah ga diterima lagi. Soalnya udah telat 20 menit. Sebenernya pesawatnya belum terbang, tapi udah gaboleh boarding lagi huhuhu. Kita berdua pun lemes, selain karena kenyataan kita ketinggalan pesawat, juga karena lelah lari-lari. Ditimbang-timbang, kalo kita ga jalan ke spore, kita rugi lebih banyak. Soalnya udah pesen paket hotel+penginapan dan udah beli semua tiket permainan di sana. Jadinya kita pesen tiket lagi di hari yang sama, jam 4 sore. Untungnya masih bisa alhamdulillah :’)
Selepas beli tiket ulang itu kita sama-sama ngumpulin mood lagi. Karena kita udah emosi ditambah lagi beli tiket lagi kan ga kecil juga biayanya. Kita duduk diem dan setelah itu kita ngobrol baik-baik untuk mengembalikan mood. Kalo marah-marah mah namanya bukan honeymoon. Secaraa tujuannya honeymoon untuk membangun komunikasi pengantin baru ye gaa. And then kita menuju terminal 2, karena kita ganti flight naik lion air. Hikmahnya adalah dengan pindah terminal, kita jadi nyobain naik skytrain ahaha.
Review vendor
Sesuai janji gue di tulisan sebelumnya, gue akan mereview semua vendor yang gue pake selama acara pernikahan. Yuk lah tanpa basa-basi, langsung aja!
1. Lily Wedding (8/10) Ini WO yang gue pake untuk katering, dekor, make up & dokumentasi. Gue dapet rekomendasinya dari Ka Desi yang 2016 kemarin pake dia. Overall gue suka banget sama semua performnya cuman ada beberapa point yang gue rasa masih kurang. Mbak Tia selaku management nya baik & ramah banget. Waktu itu gue mau test food, nah gue mintanya dadakan sebelum balik gorontalo. Ternyata dia lagi ga ada event nikahan yang bisa didatengin buat test food. Yaudahlah, nanti pas ke jakarta lg gue bisa lah palingan. Eh taunya beberapa jam kemudian dia WA kalo masih ada sisa makanan (bukan di event nikah kayanya) dan makanannya di Go-send dong, jadi gue ga perlu dateng, baik banget dah. Nah untuk review, gue pisah satu persatu yaa..
A new path of my life just begin!
Alhamdulillah tepat di usia ke-27 gue melangsungkan acara pernikahan dengan lantjar djaja! Yeayy! Walaupun ada aja yang kurang sih..
Jadi gue sama Izhom ini emg sepakat buat ga ketemuan selama seminggu sebelum nikah. Ya pingitan ala ala deh. Tapiiii ternyata H-1 ada trouble yg bikin kita harus ketemu! Jadi gue ngingetin (calon) suami buat nelponin pengurus mesjid. Gue bagian yg handle utk komunikasi ke pihak WO.
Nah bagian tugas gue aja tuh udah lumayan menguras pikiran. Jd gue tuh ketar-ketir sama jumlah porsi makanan. Takutnya kurang. Soalnya nyokap gue ngundang banyak orang, huhu. Pdhl gue udh bilang, gue ini konsep acaranya mini resepsi. Bukan acara yg gede-gedean gitu. Trs kakak gue nyuruh nambah porsi makanan. Menurut gue, makanan itu point penting acara pernikahan. Make up yg kece badai, akan lgsg sirna dan jadi bahan omongan kalo makanan di acara nikahan rasanya ga karuan atau jumlahnya ga mencukupi. Yaudah gue pun menghubungi WO utk nambah porsi. Eh tapi ternyata, udh gabisa nambah porsi lagi. Ya secaraaa udah H-1 boook!! Jadi yaudah gue tinggal doa aja supaya makanan yg tersaji bisa mencukupi para tamu.
Untuk mengurangi rasa penat, gue ke salon bareng mamake. Itung-itung perawatan pra-nikah juga kan. Nah pas otw menuju salon, (calon) suami nge-WA gue bilang “aku mau nelepon kamu, ada yg mau aku bilang” Duh perasaan gue langsung ga enak.
Persiapan nikah
Menjelang hari yang dinanti-nanti, banyak yg nanyain "Gimana Kil persiapannya?" , "Deg-deg an ga?" , "Udah siap semua?" , "Kok belom cuti sih?". Terus gue jd gatel pengen nulis deh. Huehehe.
Kalo menurut gue, pertanyaan mereka mostly ya tentang persiapan hari H acaranya itu (acara akad-resepsi). Padahal ya, nikah kan ga cuma pas hari itu doang.
That day is literally just the starting point of a very big deal in my life.
The reality is ahead of that day!
Makanya karena mereka nanyanya gtu, ya gue jawabnya sih santai aja, ngga yang deg-deg an atau gimana. Lebih ke nothing to lose kali yah. Udah ikhtiar persiapan segala macem, yaa udah tinggal pasrah, tawakal. Gue cuma mikir "udah yang penting akadnya, sah, selebihnya yaudahlah" wkwkkw.
Nah jadi selama rentang waktu setelah lamaran sampai ke acara nikah nanti, ada beberapa hal yang gue persiapkan untuk menghadapi a brand new phase of my life, ga cuma terbatas sampe hari H doang.