✨ DA Eyes~ ✨
Hasilnya halus, fresh, dan bikin mata kamu keliatan lebih hidup tanpa keliatan “over”. 👀💖
Tertarik coba juga?
seen from Russia
seen from Russia
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Türkiye
seen from Russia

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China
seen from China

seen from Germany
seen from China
seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Australia
seen from Singapore

seen from United States
seen from Australia
✨ DA Eyes~ ✨
Hasilnya halus, fresh, dan bikin mata kamu keliatan lebih hidup tanpa keliatan “over”. 👀💖
Tertarik coba juga?
DA Glow up! ✨
Get ready untuk glow up di tahun baru ini! 🥰
✨ DA Semi-Outline! ✨ Trend garis mata cantik dan natural yang lagi booming banget di Korea sekarang! Hasilnya halus, fresh, dan bikin mata kamu keliatan lebih hidup tanpa keliatan “over”. 👀💖
✨ DA Semi-Outline! ✨
Trend garis mata cantik dan natural yang lagi booming banget di Korea sekarang!
Hasilnya halus, fresh, dan bikin mata kamu keliatan lebih hidup tanpa keliatan “over”. 👀💖
Tertarik coba juga?
Mata yang terlihat lebih besar dan cerah dengan hasil yang natural 👀💗
Mata indah? Hanya di DA!
Segera konsultasikan langsung bersama DA melalui kontak di BIO
💚 OPERASI MATA di DA Plastic Surgery 💚
✨ BEFORE ➡️ AFTER Transformation! ✨
Hasil yang cantik, natural, dan aman hanya di DA Plastic Surgery 💖
Operasi ditangani langsung oleh dokter spesialis operasi mata yang berpengalaman, sehingga hasilnya tetap natural dan proporsional! 🌸
✨ Saatnya wujudkan look yang fresh & percaya diri bersama DA! ✨
Lasik? Siapa Takut!
Sebenarnya udah mau nulis ini dari lamaa banget. Iyalah secara udah setahun juga pasca LASIK. Pernah udah nulis setengah jalan, eh males nggak dilanjutin lagi hehe. Akhirnya ini tergerak buat nulis pengalaman di-LASIK setelah melihat (dan "berargumen") di kolom komen akun gosip soal artis yang lagi mau LASIK. Layaknya seperti netizen pada umumnya yang sotoy, banyak yang bilang LASIK itu berbahaya, bisa menyebabkan kebutaan, pakai diperban, bla bla. Sebagai orang yang pernah operasi LASIK tentunya geregetan karena masih banyak yang kemakan mitos-mitos LASIK. Sekalian juga nulis ini untuk berbagi pengalaman dengan orang-orang berkacamata dan berminus tinggi tapi masih ragu-ragu untuk LASIK.
Prolog dulu ya. Gue pake kacamata sejak kelas 1 SD dan pake soft lenses sejak kelas 1 SMA. Terakhir minus gue adalah 8 dan 8,5 (mata kanan-kiri) dan ada silindernya juga, 1 atau 1,5 kalau ga salah. Nggak enak banget kan belasan tahun punya mata tapi ga bisa melihat jelas, bergantung dengan kacamata atau soft lenses. Dari gue masih sekolah (SMP atau SMA), orangtua juga udah konsul ke dokter mengenai LASIK tapi masih ragu-ragu dan minimal harus 18 tahun juga. Orangtua gue juga lebih memprioritaskan adek gue untuk LASIK duluan karena minusnya lebih tinggi (-10 boo). Setelah bertahun-tahun kontrol mata dan konsul ke dokter, akhirnya pada pertengahan 2015, adek gue operasi LASIK, disusul oleh gue yang operasi LASIK pada Desember 2015 di Jakarta Eye Center, Menteng.
Untuk menjelaskan mengenai pengalaman LASIK, gue akan tulis dalam bentuk questions and answers supaya lebih enak bacanya dan paham.
Q: Setelah kontrol dan konsul ke dokter, apakah bisa langsung LASIK?
A: Tentu saja tidak. Ada tes pra-LASIK untuk melihat apakah mata kamu bisa di-LASIK atau tidak. Iya, tidak semua mata yang berminus tinggi dapat di-LASIK. Gue aja hampir gagal LASIK karena ternyata ditemukan kelainan di kornea mata sebelah kanan yaitu Keratoconus. Apa itu Keratoconus? Baca di sini ya. Kenapa ga boleh di-LASIK? Hmm..gue lupa haha. Kalo ga salah nanti saat tindakan, mata gue mendapat tekanan dari LASIK dan itu dapat menyebabkan kornea mata makin cekung. Kalo ga salah yaa. Gue pun ganti dokter untuk second opinion. Di dokter kedua ini yang juga sub-spesialis kornea, dr. Tjahjono namanya, gue menjalani tes kornea yang lebih lengkap lagi. Dan ternyata hasilnya gue bisa di-LASIK karena indikasi Keratoconus-nya hanya 30% dan letaknya di bawah jadi tidak mengganggu area mata yang akan dilakukan LASIK. Setelah dinyatakan oke, gue pun cek retina apakah bisa dilakukan LASIK. Jadi yang minus tinggi nggak otomatis bisa langsung di-LASIK ya.
Q: Apakah LASIK ada risikonya? Bisa bikin buta ya kalau gagal?
A: LASIK memang ada risikonya, tapi dengan kecanggihan teknologi dan keahlian dokter, risiko itu bisa diminimalisir sangat kecil. Komplikasi LASIK itu <0,1%. Dokter gue waktu itu menjelaskan risiko-risiko yang ada, antara lain mata merah, perih, kering, dll. Apalagi gue juga ada indikasi Keratoconus, jadi ada risiko lain tapi (lagi-lagi) lupa risikonya apa itu. Dari penjelasan mengenai risiko itu, kebutaan TIDAK DISEBUTKAN sebagai risiko LASIK. Kalau dibilang risikonya bisa buta, ya tentu aja gue bakal mundur kali. Setau dan seinget gue juga, paling kalau kitanya nggak tenang selama menjalani operasi, misalnya jadi gerak-gerak gitu, LASIK nya jadi kurang presisi sehingga minusnya tidak tertangani dengan sempurna. Itu bisa jadi salah satu risiko juga. Untuk risiko yang terjadi juga bisa beda-beda pada setiap orang. Kalau masih kurang yakin dan ingin tahu lebih lanjut mengenai risiko LASIK, silahkan konsul ke dokter mata sub-spesialis LASIK.
Q: Operasi LASIK berapa lama? Prosesnya gimana? Recoverynya butuh berapa hari?
A: Gue menjalani operasi LASIK hanya sekitar 15 menit kali ya. Sebentar banget deh. Sebelum operasi dibius dulu tapi hanya bius lokal di mata. Saat operasi kita tiduran di bawah alat-alat LASIK gitu. Mata diganjal dengan sebuah alat supaya melek terus. Terus nanti diminta untuk melihat titik hijau di atas kita dari sebuah alat seperti teropong selama kurang lebih 20 detik, dan matanya ga boleh gerak-gerak. Kurang lebih seperti itu penjelasannya saat operasi berlangsung. Setelah operasi bisa langsung pulang dan untuk recovery pasca operasi butuh 1-3 hari.
Q: LASIK sakit nggak sih?
A: Nggak! Beneran gue nggak merasakan perih dan sakit sama sekali. Setelah operasi mata jadi berkabut aja sih tapi lama-lama menghilang. Gue juga ngerasa ngantuk luar biasa dan matanya berasa berat mau nutup terus, kayak lagi flu berat gitu. Jadi sampai rumah gue langsung tidur. Mungkin itu efek dari obat biusnya kali ya supaya mata kita istirahat. Dan oya, abis LASIK mata nggak diperban kok (hahaha), cuma pakai kacamata khusus aja supaya terhindar dari debu.
Q: Ada pantangan setelah LASIK?
A: Iya, ada. 24 jam pertama tidak boleh main gadget, nonton tv, dan baca buku. 3 hari berikutnya mata tidak boleh terkena debu dan air. 7 hari pertama tidak boleh menyetir kendaraan bermotor, harus dengan seizin dokter dulu. 1 bulan tidak boleh berenang.
Q: Berapa biaya LASIK?
A: Untuk biaya, gue pake standar di Jakarta Eye Center (JEC), Menteng ya dan biaya ini tidak bisa digeneralisasikan dengan semua rumah sakit karena takutnya beda-beda. Biaya LASIK sendiri, untuk Z-Lasik, sebesar 25 juta rupiah. Di luar biaya LASIK, ada biaya-biaya lainnya, antara lain biaya tes pra-LASIK sekitar 1 juta sekian rupiah dan biaya kontrol ke dokter, sekitar 300-350 ribu rupiah sekali kontrol (mudah-mudahan belom naik). Oya, JEC biasanya suka kasih diskon LASIK sebesar 2 juta rupiah pada pertengahan dan akhir tahun bagi yang punya kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Gue soalnya pakai diskon itu dan mumpung masih punya kartu mahasiswa walaupun S2 hehe. Rajin-rajin aja tuh cek promonya JEC. Walaupun diskon, pelayanan dan mutu tetap sama dan terjaga kook.
Q: Setelah operasi LASIK, berapa kali kontrol?
A: Pasca LASIK, pasien dijadwalkan kontrol 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan 6 bulan, dan 1 tahun. Tapi gue berhenti kontrol di bulan keenam karena tidak ada keluhan apapun dan juga tidak diharuskan oleh dokter.
Q: Terus sekarang gimana setelah LASIK? Apa yang dirasain?
A: Setelah LASIK gue merasa bahagia karena bangun tidur langsung bisa liat jam berapa! Hahahaa.. Paling ngerasain mata suka kering aja sih pada beberapa bulan pertama tapi kata dokter itu wajar karena produksi air mata belum sempurna dan jangan sering-sering main gadget. Kalo lagi main gadget jangan terus-terusan dan istirahatkan mata sebentar karena itu juga bikin mata kering.
Itu aja kali ya beberapa hal yang bisa gue sharing mengenai pengalaman LASIK. Tadinya gue pengen masukin video pas lagi operasi tapi videonya di hp dan entah kenapa tiba-tiba error ga bisa di-play. Kok bisa di-video-in? Karena ruang operasi LASIK di JEC sebagian berdinding kaca sehingga dapat dilihat langsung oleh pengantar pasien atau pasien yang mau di-LASIK di ruang tunggu. Eh lagian videonya juga cuma mata gitu doang nanti malah jadi parno lagi :p
Ini hanyalah review awam ya, dari pasien yang mengalami sendiri LASIK. Untuk lebih jelas dan detailnya bisa konsul ke dokter mata langsung. Gue juga bukan buzzer atau promosiin LASIK dan JEC loh ya, tapi hanya ingin berbagi pengalaman. Meskipun gue memang “pelanggan” setia JEC dari SMP hehe..
Buat yang masih ragu-ragu mau LASIK, saran gue rajin kontrol dan konsul ke dokter mata. Gue aja butuh bertahun-tahun untuk memantapkan diri LASIK setelah konsul dokter sana-sini. Setelah konsul, mantapkan dan beranikan diri untuk menjalani LASIK. Harus yakin dan percaya kepada dokter dan teknologi bahwa semua akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Selama tindakan berlangsung, pasien juga harus tenang agar operasi berjalan lancar, jangan panikan. Tenang aja, yakin dan percaya. LASIK nggak semenakutkan itu kok :D