Aku tertawa di sini membaca balasan pesan singkat yang kau kirim padaku malam ini. Seolah kau merasa bahwa kau orang yang paling di cintai, seoalah Aku menghabiskan waktuku hanya untuk mengintip semua Aku sosmedmu, sampai-sampai kau begitu yakin Aku masih mengingat salah satu password Aku sosialmu. Kau kira cinta semembodohkan itu, kau kira tak ada yang bisa Aku lakukan selain mencari tau tentang dirimu, menurutmu sebegitu pentingnya dirimu hingga Aku mau melakukan semua itu. Ah kamu terlalu percaya diri, terlalu merasa penting di hidupku. Kau kira sampai detik ini Aku masih mengharapkanmu? Ini pertanyaan yang berkeliaran di Isi kepalaku. Apa kau kira Aku menambahkanmu sebagai kontak disalah satu media sosialku itu karena Aku masih menaruh hati padamu, ah kamu lucu, masih sekongkrit itukah pemikiranmu? Sesimple itu kah kau membuat kesimpulan akan diriku? Benar benar, Aku terbahak-bahak dalam hati. Perlu kau ingat sayang, Aku tak sebodoh itu, merelakan waktuku.hanya untuk mengintaimu lewat sosial media milikmu, Aku tak semencintai itu padamu, hingga kau takut Aku berbuat hal picik untuk mengganggu wanitamu, ternyata kau tak sedewasa yang ku kira. Kepercayaanku pada Tuhan lebih dari segalanya, Tuhan akan memberikan yang terbaik, menepati janjiNya pada hamba-Nya, dengan mengambil yang telah kita punya dan menggantinya dengan yang lebuh baik. Sepetinya kau masih perlu belajar.