Kamu pasti akan bertemu dengan dia, Sekarang maupun nanti sama saja Yang berbeda hanya ketidaksabaranmu Yang membuat dia-dia yang lainnya terjebak dengan takdir sementara denganmu Kamu tidak bisa memastikan dia yang mana, Dia yang tampankah? Yang lemak di perutnya tertutup oleh kemeja warna hitam dengan sempurna? Dia yang baik hatikah? Meski kadang berperilaku jahat pada dirinya sendiri Dia yang selalu bercanda dan tak punya waktu serius itukah? Dia yang selera musiknya sama denganmukah? Meskipun sebenarnya kamu yang memaksakan agar menjadi sama Dan kamu mengumpat dan menyumpah-serapahinya ketika hati remuk lagi oleh dia yang salah Bagimu, dia seharusnya tak berpaling darimu dengan begitu mudahnya Dia tak akan dengan egois selalu menyalahkanmu atas pertengkaran yang terjadi Bagimu, dia seharusnya jadi lampu petromaks. Sederhana, tapi menerangi abu-abu jalanmu. Kamu selalu yakin, dia akan menerima segala keanehan yang dengan sengaja kamu lakukan Seolah kalian adalah dua orang aneh yang akhirnya bertemu, Kalian tertawa, marah, bercanda, sedih, mengumpat, kecewa, Dan segala rasa yang tak semuanya baik dan indah, Tapi kalian tetap kembali, mengulang, Bertengkar, bercanda, menertawai Bagimu, kamu hanya ingin dia yang tak pernah jera mengulang semua perasaan itu. Meskipun bosan salah satunya, Dia yang kamu maksud akan dengan sukarela merasa kebosanan bersamamu Lalu menertawai tanpa berpikir untuk mencari hal-hal baru pada oranglain, Dan menganggapnya lumrah di alami oleh semua manusia Kamu memang tak selamanya menjadi baik, tapi dia akan menjadi orang paling maklum atas kelakuanmu yang tak baik Dia yang kamu bicarakan ini akan tetap tinggal, meski kamu meracuninya dengan pikiran bahwa kamu tak baik untuknya.. Lalu, dia yang mana? Ahh, mungkin sebentar lagi dia datang..