Parapatih Ruang Karsa: The Parapatih, Mahapatih, all the heavenly beings, stood beneath of, watched over by, the people.
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from Maldives
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
Parapatih Ruang Karsa: The Parapatih, Mahapatih, all the heavenly beings, stood beneath of, watched over by, the people.
#patih #gajahmada (at Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar)
Adik Kecil, si Patih, :)
Bismillah, saya mau share pengalaman menarik hari ini ah, :D
Nah, jadi ceritanya itu, tadi, ba’da maghrib, pas beli makanan di salah satu warung di Pogung, saya ketemu sama adik kecil umur 6 tahun, :) lagi main tebak-tebakan sama mbaknya di meja kasir, dan saya ikut mendengar dan menyimak, :D
Tebak si adik kecil ini ngasih tebak-tebakan apa ke mbaknya? Tebak-tebakan tentang perang...
Dan tebak, tebak-tebakan tentang perang apa? Tentang perangnya Muhammad Al-Fatih ketika menaklukkan Konstantinopel... :’)
Menarik bukan? :D
Adik kecil ini mengawali dengan tebakan pertama, mulai ngasih instruksi-instruksi tebak-tebakan, adik kecil ini mulai menggambar lingkaran elips. Nah, mbaknya gak ngerti, begitu juga saya, -_- mbaknya menyerah, minta instruksi tambahan, “huruf awalnya apa?” begitu tanya mbaknya. Eh, adik kecil ini malah kegirangan kita gak bisa jawab, tetap bertahan dengan 1 instruksi awal, yakni lingkaran elips. Mulai merasa menang, adik kecil ini langsung ngasih tahu jawabannya, yaitu meriam.
Tebakan kedua, adik kecil ini ngasih instruksi lagi berupa kata kunci kerajaan. Kita yang menilai kata kuncinya masih general sekali jadi bingung mikirin jawabannya, terus adik kecil ini tiba-tiba memberikan instruksi tambahan, yakni nama saya (maksudnya nama adik kecil ini). Saya yang belum kenalan sama adik kecil ini masih gak nemu jawabannya, eh mbaknya malah nanya nama adik kecil ini siapa? -_- Adik kecil ini jadi agak kesal, terus dia nyeletuk, "Patih". Ia Patih, bukan Fatih. :D Kemudian mbaknya langsung menimpali, “owh iya, Raja Patih,” ikut-ikutan menyebutkan Patih, bukan Fatih. :) Lalu adik ini mencoba meluruskan jawaban mbaknya ini, “bukan Raja Patih, tapi Sultan Patih, Sultan Turki.” :)
Tebakan ketiga, adik kecil ini ngasih instruksi berupa gambar kotak segiempat gitu. Nah, mbaknya agak mengerti, lalu langsung jawab, “tembok”. Adik kecil langsung meluruskan kembali,” benteng”. :) “Oh iya, benteng,” kata mbaknya, “Bentang Raja Patih ya?” tanya mbaknya lagi, “bukan, ini benteng musuh,” begitu jawab si adik kecil “Bizantium,” tambah si adik kecil ini lagi, :’) Kemudian menjelaskan kembali gambar benteng yang adik kecil ini gambarkan, sembari menjelaskan, “tingginya 12 meter,” jelasnya tegas “eh tingginy 20 meter,” mbaknya ikut nimbrung, “jadi 12 meter atau 20 meter?” tanya mbaknya, “12 meter,” jawab adik kecilnya lagi “eh, 20 meter,” tersenyumlah saya mendengarkan. :)
Nah, seharusnya ada tebakan keempat nih, tapi berhubung ada pelanggan yang mulai ngantri di meja kasir, tebak-tebakan tidak dilanjutkan lagi.
Adik kecil diam, masih gambar-gambarin tembok, saya iseng tanya-tanya karena penasaran. :)
“kelas berapa adiknya mbak?” tanya saya,
“TK mbak,” jawab mbaknya, eh, tiba-tiba adik kecil nyeletuk, “SD,”
“owh, kelas berapa dik?” tanya saya lagi,
“tiga,” jawab adik kecil ini lagi,
Saya manggut-manggut, “asalnya dari mana dik?” tanya saya lagi, :)
“Bandung,” jawabnya
Eh mbaknya kelar ngelayanin pelanggan ikutan nimbrung lagi, “Bantul,” jelas mbaknya, (dan sampai tulisan ini ditulis, saya masih bingung, itu adiknya dari Bandung atau Bantul) :D
Berhubung pesanan saya sudah datang, saya harus langsung to the point nih pertanyaannya, :D
“oh iy, adik kok kenal Sultan Patih?” *ikut-ikutan nyebutin Sultan Patih, bukan Fatih* “tahu dari mana dik?” tanya saya,
“diceritain,” jawab adik kecil ini singkat,
“owh, sama gurunya ya?” tanya saya lagi,
“diceritakan Abah,” jawabnya, :) *dan tiba-tiba inget Abah di rumah* :’)
Karena sudah malam, pesanan saya sudah datang, dan saya harus segera pulang, kegiatan mendengar dan menyimak pun dihentikan. :)
Nah, begitu pengalaman menariknya, seorang adik kecil berumur 6 tahun, paham betul bagaimana kisah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih. Musuhnya patih siapa? Bahkan benteng pertahanan musuhnya saja adik kecil ini tahu tingginya berapa. :D Tapi, saya juga kurang ngerti sih tentang tinggi benteng musuh itu benar-benar keraguan adik kecil ini atas ingatannya antara 12 meter atau 20 meter, atau asal tebak saja. :D
Menarik, menarik, menarik, :) dan saya jadi mikir selama di perjalanan pulang, nanti kalau saya punya anak, anak-anak saya ingin saya ceritakan tentang kisah Rasulullah, para sahabat, dan penerus pejuang Rasulullah ah, :’) biar anak saya ilmunya kece kayak si Patih ini, :D hehehehe
Sudah, begitu saja, monggo ambil pelajaran yang menurut kalian bisa dijadikan pelajaran, :)
aku ingin menjadi orang yang kelak akan menguatkanmu nanti. karena itu, jangan memintaku untuk berhenti berpura-pura kuat.