Framed by Bastian.K
seen from Netherlands
seen from Spain

seen from Singapore
seen from China

seen from United States

seen from Sweden
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Maldives

seen from United States
seen from Singapore
seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Jordan
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States
Framed by Bastian.K
Konstantinopel am Abend, 1882 von Ivan Konstantinovich Aivazovsky (Undatiert, )
Yerebatan Sarnıcı by Bastian Kratzke Via Flickr: Famous Basilica Cistern in Istanbul. Last time I was in Istanbul it had been closed for renovation, luckily this time it was open to visit again. Laowa 15mm 2.0 on Sony A7III
*
*
*
Pemuda keren zaman now itu nongkrongnya di taman-taman ilmu, bukan di tempat maksiat penuh dosa.
Ngejleb banget pas aku liat statusnya hijab Alila yang membahas tentang para pemuda keren zaman now.
Yang kebayang pas awal ngomongin pemuda keren itu descriptionnya gmna sih guys? Pasti bisa main gitar, pacarnya banyak, bisa lagu barat, rambutnya di warnai, tongkrongannya tuh di kafe kafe, anak bar-bar, dll,,
Kalaw kita sebagai seorang muslim/ah, jika ditanya pemuda keren itu seperti apa, jawabnya hanya sebatas fisik doang mending mundur lagi deh, eh maksudnya kaji lagi deh deretan pemuda keren zaman Rasulullah. Pasti kelen terpesona bin ta'jub sama kegantengan serta prestasi yang luar biasa yang belum tentu pemuda sekarang mampu meraihnya di usia yang terbilang muda.
Muhammad Al Fatih misalnya, diusia muda (21) sudah mampu menaklukkan kota konstantinopel dan membeli Hagia Sophia dengan uangnya sendiri untuk di wakafkan kepada kaum muslimin.
Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Rasulullah menjadi komandan pasukan kaum muslimin dalam penaklukan Syam padahal baru berusia 18 tahun.
Imam Syafi'i yang telah hafal Al-Qur'an di usia 9 tahun, serta ibnu sina yang telah hafal Al-Qur'an di usia 5 tahun bahkan kemudian mampu menjadi bapak kedokteran dunia.
Kemudian Zaid bin Tsabit yang dengan gagah berani berjihad di usianya yang baru 13 tahun. Kemudian diperintahkan untuk menghimpun wahyu di Usia 21 tahun.
Maa shaa Allah, aku ngerasa ngk ada apa2 nya, bahkan seujung kuku pun,,😭
Nah kita diusia itu udah ngapain aja guys?? Udah nakhlukin apa? Nakhlukin hati si dia? . Itu sih bukan prestasi. Tapi kemunduran yang HQQ,,
Nah gimana sih sebenarnya pemuda keren itu??
Pemuda keren zaman now itu bukan yang suka kafe-an, tapi suka majlis-an,
Pemuda keren zaman now itu bukan yang hafal lagu barat puluhan, tapi yang hafal 30 juz.
Pemuda keren zaman now itu bukan yang pacaran, tapi yg berani menghalalkan.
Pemuda keren zaman now itu nongkrongnya di majlis2 ilmu, bahasannya keumatan, misinya mengejutkan.
Pemuda keren zaman now itu pemikirannya untuk kemajuan umat bukan kemunduran.
Nah inilah pemuda yg keren itu guys. Dan Semoga kita termasuk ke dalam deretan pemuda keren zaman now ya guys, bukan pemuda yang kekeren kerenan. Wkwk.
@putrhanna
Hari ini : Penaklukan Konstantinopel 29 Mei 1453 M
Malam ini, kusempatkan, sangat kuluangkan waktuku untuk membagi kisah, sejarah penaklukan Konstantinopel.
Adalah sejarah darinya, yang membawa berita kemenangan ummat islam berabad-abad yang lalu.
Pengetahuanku tentang kisah Si Penakluk Konstantinopel, yang tak lain adalah Muhammad Al-Fatih, hanyalah seadanya. Namun tetap saja aku ingin bisa menceritakannya hari ini. Kenapa? Karena tepat pada hari ini, 29 Mei, pada tahun 1453 M, konstantinopel ditaklukan. – “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335)
Suatu saat, disela-sela peperangan, tepatnya 8 abad sebelum di taklukannya konstantinopel, salah satu sahabat nabi menanyakan tentang suatu hal. Ia bertanya, “yang manakah wahai Rasul, yang akan terlebih dahulu di taklukan ummat islam, Konstantinopel atau Rumiyah?” Kemudian Rasulullah menjawab,“Kota Heraklius di buka lebih dahulu.” Yaitu : Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah & Al-Hakim)
Jika kalian masih bingung, dimana konstantinopel atau kota apakah itu. Sebenarnya, kita sekarang lebih sering menyebutnya Istanbul, yaitu Ibukota Turki. Adapun Rumiyah, adalah kota yang lebih sering kita sebut Roma. Ibukota Italia hari ini.
Keduanya, pada masa itu,sedang memimpin peradaban. Wilayah tersebut adalah pusat peradaban dunia. Dan pada masa itu, Konstantinopel dan juga Roma berada pada masa Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks.
Konstantinopel adalah Kota yang strategis. Berada diantara perbatasan Eropa dan Asia. Dan itulah salah satu penyebab kenapa banyak yang menginginkan Konstantinopel untuk menjadi daerah kekuasaan.
Namun, tentu saja, merebut dan menguasai Konstantinopel sangat tidak bisa disepelakan bahkan tidak bisa ditaklukan hanya dalam satu hari atau satu minggu.
Pada saat itu, Constantine XI mengerahkan segala cara untuk memperkokoh benteng yang bisa menjatuhkan Konstantinopel dari para musuhnya. Bentengnya menjulang tinggi lebih dari 10 M. Selain itu diluar benteng juga terdapat parit 7 M.
Sebelumnya, wilayah Kekaisaran Romawi dibagi menjadi 2 ; ●Imperium Romawi Barat dengan Ibukota Roma ●Imperium Romawi Timur dengan Ibukota Konstantinopel
Konflik yang terjadi antara kedua wilayah tersebut berawal dari Gereja. Pada masa itu Romawi Barat menganut Katolik Roma di Vatikan. Dan Yunani Ortodoks di Byzantium atau Konstantinopel.
Pada masa itu, Sultan Muhammad II atau yang lebih dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih sedang menjabat. Dia telah memimpin peperangan sendiri sebanyak 25 peperangan. Dan seorang cendekiawan pada masanya dengan menguasai 7 bahasa diantaranya ; Arab, Latin,Yunani, Ser-bia,Turki, Persia ,Israil. Pada masa pemerintahannya, ia melakukan penyerangan terhadap kerajaan constantine, setelah sebelumnya mengutarakan beberapa pilihan kepada constantine itu sendiri. “Masuk islam atau menyerahkan kekuasaannya secara damai atau tetap mempertahankannya dengan perang.” Dan pada akhirnya, constantine memilih untuk tetap menjaganya dari para muslim.
Sebenarnya, penaklukan Konstantinopel telah berlangsung dari masa Muawiyah bin Abu Sufyan, pada tahun 668 M. Para muslim mempejuangkan wilayah itu karena selain tempat yang strategis, juga mengacu kepada nubuwwat Rasulullah, janji Allah, yang mengatakan bahwa Konstantinopel pasti akan jatuh ke tangan ummat Islam. Dan sayangnya, pada masa Bani Umayyah, Abbasiyah hingga zaman Turki Utsmani, Sultan Murad II, gagal.
Pada masa Sultan Murad II, terjadi peperangan melawan Vlad Dracula. Seorang tokoh Crusader yang kejam, bengis dan sadis, yang membunuh ratusan ribu muslimin.
Dracula yang kita tahu hanya sebuah mitos, adalah kisah nyata dari seorang bernama Vlad Tsepes III. Ayahnya bernama Basarab yang saat itu termasuk anggota Orde Naga. Seorang dari Pasukan Salib. Dan ia mendapat julukan Dracul, karena kemanapun dia pergi dengan membawa lambang Naga. Dracul berarti Naga. Dan Ulea berarti Anak dari. Sehingga Dracula berarti Anak dari Dracul(Basarab).
Vlad Dracula memerintah selama 7 tahun. Dan selama itu terjadi pertumpahan darah yang sangat banyak bagi kaum muslimin. Dracula tak segan menyiksa kaum muslim dengan bengis. Hal itu terjadi karena kebiasaannya sejak kecil, yang senang membunuh hewan-hewan tanpa ampun. Karena itu pula dia disebut sebagai pembunuh paling kejam diantara yang pernah ada.
Namun, atas izin Allah, pada tahun 1476, Muhammad Al-Fatih berhasil membunuh dracula di tepi Danau Snagov dan membawa pulang kepala Draculla kepada rakyat.
Pada tahun 1453 M, tanggal 29 Mei, Konstantinopel jatuh ke tangan Islam. Ketika dirasa bahwa tidak memungkinkan pada saat itu ummat islam yang terbagi menjadi 150.000 pasukan akan menang, dengan izin Allah atas kepandaian Muhammad Al-Fatih, akhirnya dengan ide yang cukup gila, mereka berhasil memindahkan 70 kapal kedaratan sejauh 1,5 km hanya dalam semalam untuk melewati Teluk Golden Horn( Tanduk Emas). Tentu saja ide gila itu diwujudkan setelah rasanya hanya melalui Teluk Golden Horn-lah kemungkinan untuk menang meski itupun bukanlah solusi yang mudah. Karena dari arah Barat benteng terdiri dari 2 lapis, yang jika ada keruntuhan,akan segera diperbaiki oleh constantine sekuat mungkin. Begitu pula dari arah Timur, hanya terdapat selat sempit Golden Horn yang dilindungi rantai-rantai. Untuk jalur laut dan bawah tanah, hal itu pun sudah tidak bisa menjadi jalan masuk ke dalam. Satu-satunya hal yang mungkin adalah, dengan jalan darat, melalui bukit. Dan ketika malam tiba, setelah pasukan Muhammad Al-Fatih melaksanakan Tahajud bersama, mereka menggiring kapal-kapal tersebut. Dan dari sanalah, kemenangan Ummat Islam dalam menaklukan Konstantinopel.
Setelah kemenangan itu, jadilah Taktik peperangan dari ide yang disebut ide gila itu, menjadi salah satu taktik paling cerdas bagi bangsa eropa.
Dari sana, semua rakyat dikumpulkan di Hagia Sopia. Dijadikannya mesjid darinya. Dan para rakyat diberikan pilihan serta kebebasan. Siapapun boleh mencari nafkah disana. Tidak ada paksaan untuk masuk islam, dan gereja-gereja lainnya digunakan seperti sebelumnya. Bahkan saat itu dibangunkan rumah sakit, juga sekolah gratis. Dan siapapun bisa mendapatkan sumber kehidupan disana. – Ah, sungguh, aku tidak banyak tahu detailnya tentang sejarah ini. Aku tidak bisa menyebutkan tokoh-tokoh yang bersangkutan secara rinci. Hanya ini yang ku ingat. Sungguh begitu besar perjuangan para syuhada itu. Merekalah pasukan-pasukan terbaik yang dipilih Allah. Kita, masih punya Roma. Dan suatu saat nanti, janji Allah pasti akan kembali tiba.
Hari ini, 29 Mei 2017. Mari lebih tahu sejarah islam,lainnya❤
*maaf jika ada beberapa informasi yang keliru, ini berdasar pada apa yang aku ingat, dari cerita ustadzah dahulu. Sudah dulu,mungkin. Tangan ini sudah minta istirahat (:
Sumber Hadist : mbah google, karena lupa. Hhe
Refleksi 29 Mei 564 Konstantinopel: Seorang Muhammad Al-Fatih, Sosok 'Sosial Engineer'
Refleksi 29 Mei 564 Konstantinopel: Seorang Muhammad Al-Fatih, Sosok 'Sosial Engineer'
Strategi yang diterapkan saat pertempuran berlangsung (on going process) beberapa kejutan juga dilakukan sang Pemimpin muda kekhalifahan Usmani ini. Di antaranya saat manuver laut yang dilaksanakan mengalami kegagalan bahkan hampir membunuh sang pemimpin, Al-Fatih tidak kehilangan akal lewat intuisi militernya dengan menginstruksikan armadanya untuk melakukan 'penyeberangan darat' 72 kapal tempurnya menaiki bukit Galata menuju Halic di Golden Horn.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2rdUcIw
/Memories 29 Mei 1453/
Tembok kota berusia 1000 tahun itu tak bergeming, namun akhirnya takluk diiringi ketakutan penduduknya sendiri. 22 Mei 1453, 70 kapal berhasil diangkut Sultan Utsmani, Muhammad Al Fatih (Mehmet II) dengan sisa-sisa pasukan hebatnya di atas bukit Galata, dalam waktu satu malam. Mereka menggambarkan keterkejutannya dengan kalimat berikut,
"Kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander Agung"
Selasa pagi, 20 Jumadil Ula 857 H bertepatan pada 29 Mei 1453, Muhammad Al-Fatih merencanakan serangan terakhirnya untuk menaklukan Konstantinopel, setelah pengepungan selama lebih dari 50 hari.
“Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin dan tentaranya sebaik-baik tentara” (HR. Ahmad)
Pagi dini hari Sultan menyuruh seluruh pasukan memperbanyak munajat, shalat, ibadah nafilah, serta berpuasa untuk esok hari. Seraya memberi pidato yang tercatat dengan tinta emas:
"Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti"
"Maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, berupa kemuliaan dan penghargaan"
"Oleh karena itu, sampaikanlah pada setiap pasukan, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam"
"Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu di depan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini"
"Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran”