HUT ke-68 Pawitikra, SMPN 5 Yogyakarta. (The day of junior high school 5 in Yogyakarta 68th anniversary.) . Some of the stories on here are pretty amazing. Better than most that are published. I don't see how stories "age" us though. . . Today is a legendary day for this school was established 68 years ago. Let us pray that our school will be a school which produced qualified leaders who can make family, society, nation, and the country proud. . . Picture was taken from junior high school 5, Yogyakarta . . #anniversary #pawitikra #smpn5yogyakarta #oldschool #friends #fun #reunion #forever #schoolfriends #together #bestfriends #goodfriends #besties #awesome #memories #goodtimes #instagood #photograph #friendship #chill #happybirthday #instabirthday #photooftheday #videos #family #batik #group #instavid #picoftheday (di Smpn 5 Jogyakarta) https://www.instagram.com/p/B0UFW4NhzX7/?igshid=rkjzb7qkd8al
Dulu, tempat ini jadi salah satu uji nyali: siapa yang berani main bola di dalam ruangannya! Karena risikonya jelas: hukuman push up dari Pak Pri. Adanya lorong sebagai pemisah dengan ruang guru, menjadikan beberapa siswa mencobanya. Ada yang lolos, ada yang kena tangkap tangan. Selain itu, setiap menjelang Jumatan, menjadi ajang kelas 3 menunjukkan kuasanya: mengambil tikar terlebih dahulu di ruangan bagian belakang, lalu dibawa ke kelas. Jadi walaupun datang telat, masih punya alas. Ketika classmeeting, ruangan ini jadi salah satu tempat favorit untuk menonton pertandingan basket. Pernah seruangan tempat ini bersorak riuh ketika jeda pertandingan basket, ada seorang siswi dengan santainya berjalan di tengah lapangan (tag gak ya orangnya 😜). Pernah juga jadi tempat cerdas cermat antar-SMP yang dihadiri 'SMP rival itu tuh', dan tentu saja kita sorakin dengan antusias. Eh, jubir tim cerdas cermat 'SMP itu tuh' jadi teman SMA. Dan, sekarang tempat penuh kenangan ini sudah rata dengan tanah, bersiap dengan wajah barunya. Namanya kenangan, ketika sudah tidak ada malah ada saja yang bermunculan. 😆 #SMP5Jogja #pawitikra #aula #kelasF #Jogja #Kotabaru (at SMP Negeri 5 Yogyakarta)
Hai, PAF kembali dengan bocah-bocah SMP °˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖°
PPDB SMP juga minggu lalu sudah selesai,
but we’re not gonna talk about it this time. (*≧▽≦)
It’s just an excuse for showing these bocah-bocah SMP yang sudah lumayan lama engga muncul di PAF.
Anyway, kali ini kita ketambahan tiga tokoh baru~!
-Yeah, as if PAF hasn’t already jammed with loads and loads of characters,
but oh well... the more the merrier-
yang pertama ada Seno, aka SMP 2 Yogyakarta.
This small dude is one of the oldest JHS in Jogja.
Dia tinggal di tengah kota, tepatnya di jalan (Panembahan) Senopati;
Hence his nickname (*^▽^)/
Oh yeah, apparently he’s good in tonti stuffs.
kemudian ada Wira, aka SMP 16 Yogyakarta.
Kebalikannya Seno, Wira ini adalah salah satu SMP paling muda di Jogja.
Umurnya cuma selisih dikit sama Smaven, dan dia juga bisa dibilang tetangganya Smaven.
Oh, dan sama kaya Smaven... dia juga tinggal di bekas rumah sakit (゜▽゜;)
yang pastinya banyak makhluk astralnya ( ゚▽゚)/
yang ketiga, ada Satria aka SMP 1 Yogyakarta.
Self-proclaimed SMP no.1 di Yogyakarta yang tinggal di pinggir kota.
Walaupun sama-sama tua kaya Seno, tapi Satria lebih beruntung...
at least dia tinggal di rumah yang lebih besar ヾ(´▽`;)ゝ
Omong-omong soal rumahnya Satria, dia sekarang menempati bekas rumahnya AMS A.
Aslinya sih dia ga tinggal di situ.
Rumah aslinya adalah yang sekarang dipakai sama Bhawara.
Well, speaking about tuker-tukeran rumah...
Oh iya, Satria adalah Scout enthusiast yang amat sangat menjiwai kegiatan kepramukaan.
Like, he really keen on it. Satria dan pramuka ibarat Padz dan event atau Namche dan penelitian ଘ(੭ˊ꒳ˋ)੭✧
atau Dela dan segala macam hal-hal kekinian ( ノ^ω^)ノ゚
Satria juga kerap bersaing dengan Bhaw lho, when it comes to scout-related competition...
Anyway,
soal nickname SMP-SMP itu.
They actually have other nickname, Spedjita, Ezphero dan Spenamlasta
Tapi karena rasanya agak kurang piye begitu...
jadi di sini Mimin memutuskan akan memanggil mereka Satria, Seno dan Wira saja (_´ω`)
Anyway lagi,
SMP-SMP ini might or might not cuma muncul sekali dan ga muncul lagi untuk waktu yang lama.
So don’t bother waiting (*´꒳`*)
Anyway lagi #2,
Mimin baru sadar kalau nama tiga SMP ini,
Satria, Seno(pati) dan Wira, tiga-tiganya sama-sama bermakna pejuang (ノ゚▽゚)ノ
you know, ada beberapa hal yang terbersit di pikiran Mimin ketika melihat Baliho TUC nangkring dengan cantiknya di Kridosono
"AMG, ada baliho Teladan di depan Padz ヽ(*≧ω≦)ノ "
"Wah warnanya ngingetin sama salah satu provider ヽ(^Д^)ノ "
(setelah dilihat lebih deket, ternyata emang disponsorin provider seluler Biru-Oranye, yang itu tuh...)
"Tunggu sebentar, kenapa TUC harus diiklanin pakai baliho segala? ( ̄■ ̄;)!?"
Mengingat TUC adalah event yang amat diminati,
yang mana tiketnya terjual habis hanya dalam waktu sepanjang sepertiga durasi film Titanic
(which means, kalau kemarin ada screening Titanic pas penjualan tiket TUC,
the ticket would be sold off even before Titanic hit the iceberg)
Mimin agak tergelitik, kenapa TUC yang udah setenar itu masih harus pasang baliho juga. (・_・ヾ
I mean, bahkan tanpa pasang baliho sekalipun, yakin deh TUC bakal tetep sold out.
Lagipula, masang Baliho kan keluar biaya juga tuh.
Cetak balihonya, pesen rangka bambunya. Belum pajaknya (; ̄д ̄)
Andai kemarin ga pasang baliho, kan anggaran baliho bisa dialokasikan ke tempat lain tuh.
Nambah-nambah duit konsumsi misalnya, atau ditabung buat pembubaran panitia (。´∀`)ノ
atau untuk subsidi pungutan parkir pas penjualan tiket yang dua ribu perak itu (¬‿¬)
Anyway, tapi sebenarnya terlepas dari sisi marketing,
masih ada manfaat lain dari masang baliho sih.
Baliho kan ga cuma buat ngiklanin event tapi juga buat nambah-nambah kontraprestasi (*´・v・)
Selain itu, dari sisi branding baliho juga sangat efektif.
Paling ga sekarang para penglaju yang hobi lalu lalang di seputaran Kridosono jadi tau kalau Teladan lagi mau ngadain event . ( ´∀`)
ga masalah kalau tulisan yang kecil-kecil gak sempat kebaca
(berhubung rata-rata pengendara motor cuma ngelewatin Baliho tersebut sekitar 6-10 detik)
yang penting kan logo Teladan di pojok bawah dan sejajar pandangan mata terlihat jelas. ( ゚▽゚)/
dan yang tak kalah penting,
bisa majang baliho di tempat itu. Feelsnya itu lho, tidak ternilai lho (_´ω`)
bagai di iklan-iklan kartu kredit itu tuh~
"Cetak Baliho, 400 ribu"
"Rangka bambu, 100 ribu"
"Ongkos pasang, pajak dan lain-lain, yah nambah sekian itulah..."
"Bisa masang baliho di depan baliho punya tetangga, PRICELESS!! "
hihihi, ok just kidding.
Anyway~
Sekedar quick recap saja,
lagi-lagi tahun ini tiket TUC laris manis ludes dalam waktu kira-kira sejam.
(dan masih menyisakan adek-adek yang udah capek-capek antri tapi ga kebagian tiket)
uniknya, kemarin adek-adek yang ngantri ada yang udah datang dari beberapa jam sebelumnya
Akankah suatu hari kelak, saking membludagnya peminat TUC,
bakal ada yang rela dateng dari subuh atau bahkan sampai camping disitu? ( ´∀`)
sesuai request, akhirnya Mimin kali ini akan membahas PPI Provinsi kemarin~
PPI Provinsi 2013 kemarin,
Seperti PPI Provinsi tahun lalu, dan kemarinnya lagi, dan kemarinnya lagi,
Padz kembali jadi juara umum (*´・v・)
YAAY ( ´ ▽ ` )ノ
Yah, walaupun kemarin pada saat PPI Kota sempat muncul plot twist,
dimana piala PPI Kota berpindah kelurahan dan sekarang diboyong ke Pakuncen...
Tapi pada akhirnya Padz berhasil mempertahankan piala Provinsinya.
Yang berarti, ini mengulang kejadian di tahun 2009 dulu ( ´ ▽ ` )
Waktu itu juga piala kota jatuh ke Teladan, tapi piala Provinsi tetap ditangan Padz...
Anyway, yang kemarin berbahagia karena juara umum bukan cuma Padz lho,
tapi Pawi juga ( ノ^ω^)ノ゚
Mana perolehan piala mereka berdua hampir samaan lagi,
Mereka berdua sama-sama juara umum, juara satu danton cewek,
dan juara satu peleton cewek (´∇ノ`*)ノ
Buat Pawi, ditambah juara tiga danton cewek...
Lho, yang menang cewek semua dong?
Iya!
Terus yang cowok gimana?
Kemarin, cowok-cowok kota sama sekali ga ada yang juara (ノ゚0゚)ノ~
Bukan cuma yang SMA, tapi yang SMP juga!
Tiga besar peleton cowok terbaik dan danton cowok terbaik diambil SMA dan SMP luar kota semua.
Termasuk peleton unggulannya Teladan juga ga juara.
Itu tuh, yang kemarin mimin bahas di post PPI kota
Yang juara 1 di PPI Kota sama di lombanya Smaven
Padahal Mimin pikir peleton ini yang akan jadi GoM-nya Totel,
dan juga turut mengukir sejarah dengan mengambil lagi piala PPI Provinsi yang sudah 13 tahun lepas dari pangkuan (´_`)
Sayangnya kenyataan berkata lain.
Eh tapi omong-omong,
performa mereka tergolong bagus kok.
Walaupun kalah, tapi kalahnya mereka itu kalah dengan dramatis. (*´・v・)
Jadi poin akhir mereka di lomba PPI Provinsi kemarin adalah 44243
Sementara poin peleton yang juara tiga adalah 44711
Selisih 468 poin.
NAH! Masalahnya adalah,
mereka kemarin memperoleh pinalti sebesar 480 poin.
Dengan kata lain, seandainya mereka kemarin melewati setiap pos dengan mulus tanpa pinalti,
Mereka akan jadi juara 3 Provinsi dengan selisih skor 12 poin ( ꒪Д꒪)ノ
Tapi ya sudah lah,
yang sudah ya sudah ... (; ̄д ̄)
.
.
Anyway, masih berkaitan dengan Teladan,
walaupun ga ada hubungannya dengan PPI Provinsi...
Well, terima kasih Anon atas koreksinya mengenai scarfnya seragam Tonti Teladan.
Iya, Mimin sepenuhnya sadar akan keberadaan dua versi scarfnya Totel.
Sayangnya Mimin tidak bisa kalau harus gambar Teladan pakai dua slayer, atau slayer setengah-setengah, atau malah ngga pakai slayer.
Pertama, tidak realistis.
Karena pada kenyataannya, Totel itu kalau ga berslayer biru ya slayernya abu-abu.
Kedua, mengambil opsi tersebut akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dari para pembaca yang ngga aware dengan kisah seputar slayernya Totel.
Nanti malah banyak yang tanya lagi,
"Min, kok Tela ga pakai slayer?"
"Min kok Tela slayernya dobel?"
"Min warna slayernya salah tuh! masa biru-abu-abu? Yang bener biru aja atau abu-abu aja"
dan seterusnya, dan seterusnya...
Jadi akhirnya Mimin memutuskan memilih salah satu slayer untuk dipakaikan ke Teladan di banner.
Ini juga bukan berarti ada "sesuatu" lho ya (ノ^∇^)
Mimin sendiri membayangkan, Teladan sebagai personifikasi sekolah, yang mana artinya dia merepresentasikan seluruh elemen sekolah,
ketika harus pakai seragam tonti dia akan ganti-gantian pakai slayer yang biru dan abu-abu.
Biar semuanya merasa terwakilkan (´∇ノ`*)ノ
Lalu kenapa harus abu-abu yang mejeng di banner?
Kenapa tidak biru?
Tentunya Mimin tidak memilih hanya dengan kocokan dadu~
Alasan utama; slayer biru kemarin sudah muncul di post PPI Kota.
Ada alasan lho kenapa gambar ini sengaja Mimin warnai,
selain ,tentu saja, untuk menonjolkan warna-warni Kuroko no Tonti ( ^∇^)
Disamping itu, ada lagi pertimbangan yang walaupun "ra masuk" tapi menggelitik
mari berandai-andai seandainya "Teladan" bisa lulus SMA
(Walaupun sebenarnya absurd, masa iya personifikasi sekolah boleh lulus?
Yo bubar lah sekolahnya)
Kalau Teladan bisa lulus nih ya,
dihitung dari 1957, dia akan lulus tahun 1960.
Masuk ora iki? (¬‿¬)
.
.
TL;DR
Mimin mewarnai Teladan di banner edisi tonti tersebut sudah dengan pertimbangan penuh.
Mimin harap alasannya bisa diterima dan tidak timbul sesuatu-sesuatu yang dikhawatirkan Anon
Oke ya? Salam kompak dari Mimin ( ノ^ω^)ノ゚