Puncak, Bara, Amarah
Nama tengah gue Wisanggeni, okeeeeehh.. gue tau itu tokoh pejantan HAHA kaya binatang. Mungkin pas didalam rahim, gue punya titit yang kemudian berevolusi menjadi vagina. Tititnya mengkeret HAHAH KACAW. Anyhowwwwwww
Wisanggeni, anak yang lahir dari amarah Dewa Brahma yang dibuang ke Candradimuka *heran, emangnya ngga ada gunung lain apa? Gatotkaca dibuang ke Candradimuka, Antareja juga. BAH* Mungkin karena itu gue gampang marah. Sekalinya marah, berapi-api DHUER.
Kayak kemaren....
"Liara.... ojo ngono tho, yok muleh karo aku." sambil gelendotan di kusen.
Gue merinding, bukan merinding-rinding basah menggelinjang *eaa* tapi merinding... TAKUT. Semua suara dikepala gue menyuruh gue buat kabur, kalo perlu lontjat indah diakhiri dengan salto dari lab komputer lantai 11 kampus.
SIAPA YANG BAWA WALANG KEKEK INI KESINI?!!!!! ARGHHH!!!!
Aduh Tuhan, malu-maluin banget hampir semua orang noleh ke gue YO OLOH WALOPUN GUE PERNAH NUNGGING DI STATE LIBRARY tapi gue malu banget sekarang.
Dan TUHAN DIA GELENDOTAN LAGI DI DINDING YO OLOH SUMPAH ILFILTINGKATDEWA.
"Liara, tak entheni nang ngisor yo.... Ojo muleh dhisek. Aku kemari kan mau nganter kamu pulang."
NGGAK BUTUH!
"Saya mau pulang sendiri, lagipula saya nggak langsung pulang."
"Lho aku kan kesini..."
"Gini ya, tadi yang telepon mau kesini siapa? Saya kan tidak bisa melarang kamu untuk tidak pergi kesini, tetapi saya berhak pulang sendiri tanpa dipepet-pepetin begini!"
LAHAR AMARAH MUNCRAT DARI UBUN-UBUN KEPALA GUE.
Dan tanpa ba-bi-bu, gue ngacir pulang. DAN GUE MASIH MARAH.
Gue benci dipepet. Orang ini bikin marah, memangnya mesti gue minta tolong Duta buat urusan begini?!














