Menjadi Pemurah Amanah dari Sang Pemurah
Sifat Allah adalah pemurah dan penyayang. Maha pemurah, lagi Maha penyayang.
Kitab Al Qur'an Surah Al-Nas ayat 1 menyebutkan bahawa Allah adalah Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia. Oleh karena Allah bersifat pemurah dan penyayang, apa yang ada dilangit dan dibumi dengan ikhlas bersujud kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Kitab Al Qur'an Surah Al-Hajj ayat 22, matahari, bulan, bintang, gunung-ganang, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata bersujud kepada Allah. Bukan hanya manusia yang diperintah Allah untuk masuk ke dalam bahtera Nabi Nuh a.s. namun binatang-binatang, masing-masing sepasang (jantan dan betina), pun juga disayangi oleh Sang Maha Pemurah dan Penyayang. Dan tidak ada orang yang beriman yang turut bersama-sama bahtera Nabi Nuh a.s. tersebut melainkan sedikit sahaja. QS Hud 40. Surah Al-Fatihah menyebutkan bahawa Allah adalah Tuhan semesta alam. Ramai orang pelik memikirkan bagaimana perkara itu boleh berlaku!
Sejak sebelum Nabi Adam a.s. dan keturunan beliau diadakan, ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka sebagai khaliifah dari Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang sudah ditetapkan oleh Allah s.w.t. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) dibumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?"
Khalifah خليفة secara harfiyah bermakna "pengganti" atau "wakil". Manusia digelar sebagai khalifah Allah. Tengok, malaikat pun pelik memikirkan bagaimana perkara itu boleh berlaku!
Dalam perjalanannya, karena nafsu binatang dan nafsu syaitan dan fitnah Dajjal, nafsu-nafsi; raja dimata, sultan dihati, karena sebab kejinya fitnah nafsu-nafsi itulah, sebagaian besar manusia menjadi gagal dan tidak berjaya secara terus-menerus dalam bersifat pemurah dan penyayang kepada sebarang orang serta makhluk tanpa pandang bulu kapan sahaja dan dimana sahaja. Manusia memang bersifat pemurah dan penyayang namun sayang manusia memandang bulu. Tingkah laku gera geri yang ganjil-ganjil dari putera-puteri kita muncul di keluarga dan akhirnya di khalayak ramai. Namun walau sudah pasti bahwa manusia tidak layak menjadi khalifah atau wakil Allah di bumi ini, selepas Allah s.w.t. mendatangkan azab kepada sebagaian besar manusia yang tidak amanah sebagai khalifah-khalifah dari Sang Maha Pemurah dan Penyayang, ketetapan Allah bahwa manusia dijadikan sebagai khalifah-khalifah dari Sang Maha Pemurah dan Penyayang masih terus berlaku dari zaman ke zaman. Dan ingatlah oleh kamu sekalian diwaktu Allah menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah sesudah lenyapnya kaum Nabi Nuh. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. QS Al-A'raf ayat 69. Sebagaimana firman Allah dalam Kitab Al Qur'an Surah Qaf ayat 13, "Wahai manusia ! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu daripada seorang lelaki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenali lita'aarafuu. Manusia tidak memiliki pilihan kecuali bersujud dan berserah kapada Yang Maha Pemurah dan Penyayang yang telah menghormati sebarang manusia dengan cara menjadikan sebarang manusia sebagai wakil dari Sang Pemurah dan Penyayang. Jadi, apabila manusia tidak kaya hati dan tidak kaya pahala, manusia sedang melawan fitrah yang dari Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Kekhalifahan dari Allah tersebut kena dibuktikan dengan perbuatan-perbuatan. 1. Sempurnakanlah sukatan dan jangan kamu merugikan orang lain. Timbanglah dengan timbangan yang benar. QS Al-Syu'ara' 181 2. Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah kamu membuat kerusakan dibumi. QS Al-Syu'ara' 183 3. Janganlah kamu mencemuh orang lain karena boleh jadi orang lain yang kamu cemuh tersebut jauh lebih baik daripada kamu. QS Al-Hujurat 11 4. Janganlah kamu saling mencela antara satu sama lain dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelaran-gelaran yang buruk. QS Al-Hujurat 11 5. Janganlah kamu memaksa orang lain karena tidak ada paksaan dalam agama QS Al-Baqarah 256 6. Berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan kepada ibnu sabil atau putra jalan iaitu orang yang dalam perjalanan QS Al-Rum 37, dan lain lain
Wahai anak Adam ! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasanmu. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian daripada tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. QS Al-A'raf 26
Wahai anak-anak Adam ! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang menceritakan kepadamu ayat-ayatKu, maka barangsiapa yang bertakwa dan memperbaiki amalnya, tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan mereka tidak pula (pula) bersedih hati.
Seperti ketika Siti Hajar merasa sakit akan melahirkan bayinya yang bernama Isma'il dalam perjalanan hijrah di padang pasir yang luas, malaikat Allah menyeru Siti Maryam saat merasa sakit akan melahirkan bayinya yang bernama 'Isa ketika dalam perjalanan hijrah dipadang pasir yang luas, "Laa tahzan !" "Jangan kamu bersedih hati !" Bagi sebarang orang untuk menjadi pemurah, kaya pahala, dan kaya hati semua itu sudah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Pemurah. Saat kita sedang menjadi pemurah, itulah cara Allah agar sebarang makhlukNya mendapatkan nikmat kemurahanNya. Menjadi pemurah ini semua dari Sang Pemurah.