Menurut Hafidz Ibnu Rajab
Allah memberikan rezeki kepada seorang hamba sesuai kadar tawakalnya bukan kadar ikhtiarnya
Seperti kita tahu ada yang ikhtiarnya berat namun rezekinya tidak lebih besar daripada yang ikhtiarnya sepele.
Makanya ayat-ayat tentang rezeki selalu berkaitan dengan tawakal seperti yang masyur kita kenal QS. Ath-Thalaq ayat 2-3 yang menjelaskan
"bahwa orang yang bertaqwa dan bertawakal kepada Allah akan mendapatkan kemudahan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. "
Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhan orang yang bertawakal kepada-Nya.
Atau hadist "Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang"
Apa itu tawakkal?
Ibnul Qayim Al Jauziyah berkata
" tawakal adalah menghilangkan penglihatan/melupakan sebab setelah melakukan semua sebab (ikhtiar)"













