Seorang pengusaha kaya di sebuah kota memasang pengumuman di seluruh sudut kota. Pengumuman itu berbunyi bahwa jika ada orang yang punya hutang di kota itu datang ke kantor pengusaha tersebut pada hari yang ditentukan antara jam sembilan sampai dua belas siang, maka pengusaha itu akan membayar hutang orang itu.Wajarlah jika janji sedemikian itu menjadi buah bibir di kota itu. Hanya sedikit orang yang mempercayai hal itu. Mereka menduga pasti ada jebakanyang dipasang.Hari itu pun tiba. Pengusaha itu duduk di kantornya pada jam sembilan. Pada jam sepuluh tidak ada seorang pun yang datang. Pada jam sebelas seorang pria tampak berjalan mondar-mandir di luar, lalu melirik sekali-sekali pada pintu kantor itu. Akhirnya, dia memberanikan diri membuka pintu itu, memasukkan kepalanya ke dalam, dan bertanya, “Benarkah Anda mau membayar hutang orang yang datang?”
“Benar,” kata orang kaya itu. “Apakah kamu punya hutang?” lanjutnya. “Tentu punya,” jawab orang itu.
“Apakah kamu punya bukti rekening atau surat untuk membuktikannya?”
Orang itu mengeluarkan beberapa surat dan pengusaha itu menuliskan sejumlah uang pada cek untuk membayar hutang itu. Sebelum jam dua belas ada orang lain datang, dan juga mendapat pembayaran hutang mereka.
Orang-orang di luar tidak bisa mempercayai hal ini….tetapi tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk meminta agar hutang mereka dibayar.Jika orang sudah tidak mempercayai lagi kebaikan orang lain, bagaimana mereka bisa mempercayai kebaikan Tuhan?
Pemazmur dalam Mazmur mengajak kita percaya dengan kebaikan Tuhan. Bahkan dia mendeskripksikan dengan sangat detail, bagaimana dia mencapai kesepahaman bagaimana Allah yada=Ibr. mengetahui dengan luar dan dalam tentang siapa dirinya. Dan, karena itu, pemazmur merasa sangat bahagia juga bersyukur.
Inilah kesadaran yang dimiliki seseorang yang menyadari bahwa dalam dirinya, segala sesuatu dikendalikan oleh Kuasa yang lain. Itulah yang menyebabkan rasa takut dan hormat. Itu yang menyebabkan kita bersyukur untuk makanan kita, berdoa untuk tiap obat yang kita minum, datang ke gereja tiap minggu, menaruh salib di mobil dan lain sebagainya. Itu tindakan iman.
Seseorang yang beriman berkata bahwa Tuhan sanggup menyelidiki dan mengenal dia. Tahu apa yang dia lakukan, baik sedang duduk atau berdiri, berpikir dan merancang jahat atau baik, memeriksa kita baik dalam keadaan berjalan atau pun berbaring, dan bahkan sebelum lidah kita mengeluarkan perkataan, Allah tahu semuanya.
Seorang yang beriman berkata bahwa Tuhan mengurungnya dalam tanganNya sehingga dia tidak bisa menghindari Tuhan. Dengan demikian, tidak ada satu kelakuan pun yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Mungkin, manusia lain tidak tahu apa yang ada di pikiran dan perasaan kita, tapi Tuhan tahu. Dalam bahasa puisi, pemazmur menggambarkan kuasa dan pengetahuan Allah itu melintasi batas-batas tempat di manapun barat dan timur, laut yang dalam bahkan di ujung langit, tidak bisa kita kabur dari Tuhan.
Seorang yang beriman berkata bahwa Tuhan menjadikannya dengan mengherankan. Seorang pembuat kue bisa dengan cerdas membuat sebuah kue yang enak. Seorang montir bisa memperbaiki mobil dengan cepat dan tepat, tapi kedua orang cerdas itu diciptakan sedemikian rupa oleh Allah yang Maha Kuasa. Dia-lah asal mula kehidupan dan keindahan juga kebaikan itu.
Dalam kesadaran itu pemazmur menghadapkan Allah dengan orang-orang fasik. Dia lelah dengan kenyataan bahwa demikian banyak orang menghina Allah dengan perilaku mereka yang jahat. Yang hidupnya seolah tidak merasa takut dan merasa tidak ada Allah. Yang mau hidupnya tanpa aturan dan berpikir bahwa semua tindakan akan berlalu tanpa akibat dan dampak bagi diri sendiri dan orang lain.
Ketika dunia diciptakan Allah, Alkitab menyatakan bahwa Allah puas dengan hasil kerja kerasnya sendiri dan layaknya profesional seluruh ciptaan Allah adalah sungguh amat baik
Seluruh bumi penuh dengan kebaikan Allah. Lalu, bagaimana respon kita?
Mungkin tidak ada. Karena beberapa hari berlalu selesai pesta kembang api kita akan kembali dalam rutinitas kita yang biasa. Sibuk lagi. Macet lagi. Berburu uang lagi. Dikuasai waktu lagi. Hidup untuk melakukan apa yang dicari oleh dunia ini detik demi detik. Apa kita akan terjebak dalam hal buruk sama yang kita lakukan di tahun kemarin? Semoga tidak.
Memang awal tidak selalu sama dengan akhir. Tidak semua orang mengawali semuanya dengan mulus. Tapi awal yang baik akan menentukan kualitas perjuangan kita. Jadi, pahami minggu Epifani ini sebagai sarana kita memperkuat lagi amunisi iman kita. Kita perlu dikuatkan bahwa berkat Allah beserta kita. Dan itu plus dengan cinta kasihNya yang besar dalam hidup kita. Kita diajak terus memandang pada Allah dan bergantung pada Nya seperti yang pemazmur lakukan.
Seseorang yang putus asa mengeluh kepada pendetanya, "Hidup saya benar-benar hancur." "Seberapa parah?" tanya si pendeta. Sambil menutupi kepalanya dengan tangannya, ia meratap, "Sangat parah, sehingga satu-satunya milik saya yang masih tersisa hanya Allah." Wajah sang pendeta berseri-seri. "Dengan senang hati saya meyakinkan Anda bahwa orang yang hanya memiliki Allah, memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk memperoleh kemenangan besar!"
Seorang guru Alkitab yang bijak suatu kali berkata, "Cepat atau lambat Allah akan membawa umat-Nya yang merasa memiliki segalanya ke tempat di mana mereka tidak memiliki apa pun selain Dia; tanpa kekuatan, tanpa penjelasan, tanpa apa pun kecuali Dia. Tanpa pertolongan Allah, mereka akan hancur."
Sampai di sana lah, kita akan diajak berjalan bersama dengan Allah. Sampai di titik di mana kita bergantung dan berserah kepada Allah. Mampu bersujud syukur dan mengarahkan terus pandangan kita kepada Dia. Sehingga kita tidak lagi berkata, "Saya hanya punya Allah" tapi sampai pada kita berkata, "Saya merasa cukup hanya dengan punya Allah!". DI situlah kekuatan sejati dalam menjalani hidup kita miliki.
Di bagian akhir Mazmur 139, pemazmur menyimpulkan doanya
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!
Jarang ada orang yang mau hidup secara konsisten dan komitmen benar dalam sepanjang jalannya. Karenanya pemazmur minta dia untuk terus menyelidiki hatinya, pikirannya, dan melihat apakah jalannya serong untuk kemudian menuntun dia di jalan yang kekal.
Saya tidak tahu, apakah itu adalah doa yang sama yang saudara naikkan kepada Allah di hari ini? Dan, apakah doa itu akan menjadi doa sepanjang tahun kita di 2016. Dalam segala kesadaran bahwa Allah itu hidup dan berkuasa, kita mau menyerahkan diri sepenuhnya pada Dia. Itu pasti akan menjadikan perjalanan kita indah sekali bersama Allah.
Apa yang terjadi di sepanjang tahun ini saudara, apa yang akan keluarga akan jalani, rencana besar apapun itu, apakah kita akan kuat menjalani badai hidup atau tidak, yakinlah bahwa Tuhan yang amat sangat mengenal diri kita luar dalam itu akan menuntun kita di sepanjang jalan kehidupan. Karena itu, jangan lepaskan kepercayaan kita pada diriNya sedikit pun juga. Tetaplah bergantung pada-Nya. Berharaplah hanya pada Dia. Dan, senangkanlah hati-Nya. Bahkan jika hanya Dia satu-satunya yang anda miliki, itulah kekuatan terbesar anda!
Selamat Merayakan Epifani










