Bukan karma, Tuhan hanya sedang mengajarkan kepadamu perihal menghargai.
Setelah semua ini, ku harap kau sadar bahwa seseorang pasti akan muak ketika terus menerus menjadi pelampiasan.
Aku tak peduli kau sadar akan perhatianku selama ini atau tidak, tapi tolong, cukup, jangan pernah kau permainkan hati seseorang lagi.
Mungkin aku sanggup mengikuti semua permainanmu, tapi apakah yang lain demikian?
Sekarang kau tau kan, bagaimana rasa sakit itu memporak porandakan semuanya.
Makan tak nafsu, berjalan tak bergairah, tugas terbengkalai, baikan hilang semangat hidup.
Walau aku begitu marah padamu, aku tak pernah benar-benar membencimu.
Biar bagaimanapun, kau adalah seseorang yang telah berhasil mengubah duniaku.
Memberi warna, melukis kisah, membuatku sadar bahwa perlu adanya cinta dalam diri seseorang.
Aku tak menyebut ini karma, mungkin Tuhan hanya sedikit membantumu perihal belajar menghargai.
Kau tak sepenuhnya salah, hanya saja kau perlu belajar bahwa tak sesederhana itu sebuah cinta dapat dipermainkan.
Kau terlalu terbuka kepada semua laki laki bahkan ketika kau telah terikat pada seseorang.
Mungkin bagimu, itu hal yang mengasyikkan mendapat begitu banyak perhatian dari banyak laki laki, tapi tak demikian dengan pasanganmu.
Aku tau, kau hanya menganggap mereka sebatas teman dekat, tapi apakah mereka juga setuju dengan itu ?
Bagi mereka kau telah memberikan harapan, memberikan sebuah pondasi istana cinta yang pada akhirnya terbengkalai hingga Runtuh dan bahkan dengan seenaknya kau jual pada hati lain.
Tolong, cukup, jadikan ini pelajaran, karena patah hati bukanlah playlist lagu favorit yang selalu diputar berulang kali, dan tak ada seorang pun yang begitu kuat untuk menahannya walau sesering apapun ia terluka, dan kau tau itu.










