Ngumpul dan hal-hal kecil tentang merayakan kebersamaan
Sejatinya, berkumpul adalah tentang merayakan hangatnya kebersamaan.
Pen meet-up adalah satu dari banyak yang mengajak orang-orang untuk berkumpul. Pen meet-up atau temu pena adalah salah satu acara yang mempertemukan pencinta dan penggiat handlettering untuk duduk bersama, berdiskusi, atau kolaborasi ide dan bersama-sama menggambar dalam satu kertas, atau berbagi cerita mengapa bisa tenggelam dan menyenangi handlettering, atau mungkin hanya berbagi waktu untuk sekedar ngobrol santai.
Dan bagi saya, pen meet-up adalah tentang kebersamaan kecil yang sederhana
Saya dulu juga beranggapan bahwa pen meet up adalah sesuatu yang serius selayaknya workshop, yang mengharuskan saya untuk duduk berjam-jam dan membahas hal-hal serius yang berkenaan dengan handlettering.
Tapi saya salah, pen meet up tidak melulu soal handlettering, dia begitu sederhana, sesederhana mempertemukan sesama pencinta seni huruf dan kaligrafi di sebuah tempat, dan berbagi cerita. dan itulah yang membuat saya selalu merindukan selasa, atau malam rabu selama saya menetap di kota Solo. karena malam tersebut, adalah jadwal-nya belcor (belmen corner) belmen chapter solo : surakarya.
Malam itu selalu dimulai sekitar pukul 18.00, setelah magrib lepas. orang-orangnya selalu sama. mas @alib.isa yang datang selalu awal, membawa beberapa pekerjaannya yang kemudian diteruskannya, mas tyo raga, partner setia mas alib, selalu dengan gurauannya yang renyah, bang talenta priyatmojo @ta.len.ta, mahasiswa akhir D3 Desain Komunikasi Visual yang selalu asik, mas ruddy @_akarmati yang akhir-akhir kemarin mulai sibuk dengan kerjaan setelah potong rambut, abah @abrazen yang sesekali bisa ngumpul tapi seperti mas tyo, selalu bisa menghibur dengan kerandoman-nya, ajik @rasayangsama dan lek adit @_setiyawan, penikmat musik-musik indie yang kalem dan selalu antusias, anggi @anggreinipra dan mbak @insannitaportfolio, hampir sering datang bersamaan dan selalu heboh suasana ngumpul ketika ada mereka, @destarisa ‘icak’ yang datang sepulang kerja, mas @wendywahyu yang tinggi besar tapi kemana-mana bawa contoh baju, ajun @ajun.jefriy dan mas nunu solechan @hellosolechan, dynamite duo yang paling cerdas dan jahil dan kita tidak pernah bisa berhenti tertawa jika mereka bercanda, selalu maut.
Disitu saya terkadang merasa menjadi anak muda paling kaya sedunia. mengapa tidak? dikelilingi oleh para penggiat handlettering, mampu melampiaskan dahaga, bertanya handlettering sepuasnya hingga bosan, teman-teman yang menyenangkan, canda dan tawa yang tidak palsu, tertawa bersama dan bahagia, yang menurut saya, adalah hak-hak milik jiwa yang tidak kita temukan dengan membayarnya dengan sesuatu yang bernama uang. jiwa adalah jiwa, takkan pernah bisa diukur dengan nominal.
Saya percaya kata-kata ajik @rasayangsama, bahwa semua orang memiliki luka yang berbeda-beda, dan berkumpul adalah merayakan kebersamaan untuk kemudian menertawakan luka-luka itu, dan berdamai dengannya. saya percaya itu, bahwa dengan bersama luka hati dan jiwa akan tersembuhkan.
Kepulangan saya ke pontianak membawa semangat tersendiri bagi saya untuk merayakan kebersamaan baru dengan teman-teman yang baru pula, yang sama-sama mencintai handlettering dan ingin membaginya, bersama-sama. ada hal yang saya tunggu dari pen meet-up akhir tahun ini, bahwa saya, dimanapun saya berkumpul, akan selalu merayakan hal-hal kecil dari kebersamaan itu, dan akan selalu melihat mereka, teman-teman saya, dan bahagia yang sebenarnya adalah kesederhanaan.
ps : terimakasih telah membaca keresahan saya dalam tulisan ini. maafkan bahasa saya yang terlalu berlebihan memberikan diksi atau interpretasi dalam beberapa frasa hanya karena saya ingin memberikan warna dan gambaran bahwa itulah yang saya pikirkan dan rasakan. saya sepenuhnya sadar bahwa saya bukanlah sastrawan yang penuh misteri dan punya daya magis dalam setiap kata-kata yang ditulisnya, saya hanya mengerahkan seluruh upaya untuk mengurai kekusutan isi kepala ini dalam bentuk tulisan, apa adanya saya. sekali lagi terima kasih, salam coret