[Pada Malam Itu]
Pada malam itu, semua terasa berbeda. Dia, tidak banyak bersuara. Sedangkan aku, justru terbawa suasana. Seolah semesta tak ingin banyak bertingkah. Hingga malah kami yang justru salah tingkah. Ya, semua berlalu begitu saja. Begitu cepat, dan erat.
Pada malam itu, ku rasa ada yang berbeda. Tanpa sengaja, beberapa kali, manik mata kami saling mendekap. Seolah bahagia, tanpa memiliki alasannya apa. Seolah bernafas lega, karena akhirnya saling mempertemukan raga.
Pada malam itu, diantara dia dan aku terasa berbeda. Dia, yang tidak biasanya menatapku dengan rasa, kini justru terang-terangan mengunci seluruh ruang, agar aku membalas tatapannya. Padahal, di sini tidak hanya kami berdua yang sedang bercengkrama.
Dan pada malam itu, aku pun sadar. Bahwa aku, masih mencintainya. Masih sama seperti pertama kali saat kami memperkenalkan nama.










