Seuntai mantra yang dirapal setiap langit meramu rembulan
Ditemani gaharu dan tarian pucuk randu
Kepada engkau , bidadari surga yang terhalang rindu
Kuselipkan gundahku pada mentari esok yang tak pernah sendu
Walau harus melebur dibarat sumbu
Cahayanya hanya redam sepotong malam
Tapi nyalanya abadi tak kunjung padam
Sebab akar sukma masih saja tergenggam
Sisipkan resah pada dawai
Merajut peluk erat damai gelora
Dongengkan kisah arjuna rama dan sinta
Lalu berembus tanpa jejak merayap hingga fana
Tenggalamkan gulana pada debur ombak yang bersautan
Membawa senandung keluh dalam riak merangkul jiwa
Kepada engkau, bidadari surga yang terhalang rindu
Kiblat selalu tertuju pada bola mata
Bagi siapa saja yang bersedia melawan iklim yang ada disana
Menjadi candu dalam alam pikir semu