Berharap cemaslah kawan terhadap sifat yang satu ini. Sudah berapa kali kamu menjadi orang yang egois? Tanpa kamu sadari, dirimu seringkali berperilaku egois.
Misalkan seperti “aku mau seperti ini. Ga perlu diubah lagi”. Bukan… bukan seperti itu.
Ada hal yang perlu kamu perhatikan dari keegoisan yang menguasai dirimu.
Apakah kamu pernah memikirkan sedikit orang yang tak seberuntung kamu?
Seperti saudara kita di suriah, palestina, rohingya? Kamu hanya memikirkan diri sendiri pada masalahmu yang terasa berat. Padahal saudara kita yang paling berat menghadapi cobaan hidup.
Apakah kamu pernah mendoakan orang lain (selain keluarga) disela doa-doa untukmu sendiri?
Suatu ketika dirimu menjalani hari-hari dengan penuh kenikmatan, mungkin itu adalah hasil dari doa seseorang yg pernah kamu temui ataupun temanmu. Ternyata Ibadahmu hanyalah untuk dirimu sendiri begitu juga dengan doamu. Padahal Rasulullah setiap sujudnya selalu berdoa untuk umatnya.
Apakah kamu pernah menyisihkan uang yang kamu terima atau dapatkan untuk orang yang membutuhkan?
Sesungguhnya didalamnya ada hak untuk mereka yang membutuhkan. Tetapi kenyataannya, jarang sekali untuk menyisihkan, berbagai alasan seperti masih banyak keperluan yang kamu penuhi untuk kehidupan sehari-hari. Walau sedikit, tak apa. Karena rejeki itu Allah sudah atur sedemikian detail dan terlebih manfaat akan bersedekah.
Bukankah kita itu sangat egois? Kita mampu melewati kehidupan sehari-hari dengan lancar tetapi sering tampak egois terhadap sesuatu yang menurut kita kecil ini, bahkan melupakannya. Padahal takkan sia-sia dan takkan merugi jika hanya berpikir, mendoakan dan menyisihkan sebagian harta kepada orang lain.
Memang hal yang terlihat ringan, ternyata sulit dilakukan oleh kita. Ya, itulah manusia yang sebenarnya.
Maka dari itu, marilah kita memperbaiki diri.
Marilah kita lebih peduli terhadap orang disekeliling kita.
Hiduplah untuk kebahagian sesama, bukan hidup untuk keegoisan semata. Karena hidup itu tentang berbagi dan saling mengasihi.
@tiskaevaa | Tambun, 16 Februari 2018