#inktober #inktober2017 #day24 #disney #disneyprincess #disneycharacters #theprincessandthefrog #tiana #pen #ink #drawing #performart
seen from Palestinian Territories
seen from China
seen from China

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United Arab Emirates

seen from Australia
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from China

seen from Spain

seen from Sweden
seen from Philippines
seen from Japan
seen from Uzbekistan
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Germany
#inktober #inktober2017 #day24 #disney #disneyprincess #disneycharacters #theprincessandthefrog #tiana #pen #ink #drawing #performart
#inktober #inktober2017 #day22 #disney #disneyprincess #disneycharacters #frozen #anna #pen #ink #drawing #performart
#inktober2017 #inktober #day21 #disney #disneyprincess #disneycharacters #tangled #rapunzel #hair #braid #plait #flowers #pen #ink #drawing #performart
#inktober2017 #inktober #day18 #disney #disneyprincess #disneycharacters #aladdin #jasmine #awholenewworld #pen #ink #drawing #performart
#inktober2017 #inktober #day1 #disney #linedrawing #ink #pen #inkdrawing #performart #dualbrush #dumbo #elephant #cute #disneycharacters
Mella Jaarsma TRUTH, LIES and SENSES
Please join the opening of Solo Show | Ditunggu kehadirannya pada pembukaan Pameran Tunggal
Mella Jaarsma
TRUTH, LIES and SENSES
Curated by | Dikurasi Enin Supriyanto
Sunday 2 December 2012, 15:00 | Minggu 2 Desember 2012, 15:00
Lawangwangi, Jl. Dago Giri 99, Bandung, INDONESIA
Exhibition will last until 1 January 2013 | Pameran Berlangsung s/d 1 Januari 2013
Mella Jaarsma
Truth, Lies and Senses
If there was something essential that we could associate with Mella Jaarsma’s last two decades of work, that would certainly be the human body. This is inclusive of her work Pralina-Fire Altar, which she made for the people of Munduk village in Ubud, Bali in 1993, up until her most recent work, Animals Have No Religion/Indra I, which was exhibited at ArtJog in July, 2012.
The bodies in Mella’s works during this time are human bodies which she places in tense situations. They act as gathering places for various tensions ranging from issues of self-identity to crowdedness, or even to the turbulences of everyday social relations. Mella’s works start out from the care and sensitivity she applies to her observations of the various social situations around her, or to the observations she has made on dedicated trips. This kind of attention is the anchor that connects the themes of her works with real-world social issues. While concurrently using materials and forms that are unconventional in the visual arts, she constructs new imagery for the bodies present in her works.
Mella has previously presented the human body in a number of coverings and outfits made of different objects and materials ranging from preserved animal skins to sheet metal. She has also placed the human body under the cover of structures that resemble small houses, or temporary shelters. Though her works always carry a theme or narrative aspect rooted in a specific social reality, formally and visually the works actually reject any single, definite position. This transformative characteristic evolves from works that are at one time silent as a pile of objects in a space, momentarily becoming part of an event, as a device that behaves performatively and interactively. Then, at another time, the work becomes a combination of form and matter that builds and fills the space on its own. An installation. Elements of this kind are present in the latest series of works by Mella Jaarsma which will be seen in this solo exhibition of hers.
Mella’s latest works still revolve around the human body. These days, however, most of her attention is directed to matters regarding the senses; the basic and common potential of the human body to know itself and the world around it. These works deliberately bring us to the perennial matters that have been the subject of thought and discussion among thinkers, philosophers, scientists, religious scholars and others: intelligence, reason, human self-awareness. What if the capability of our senses, our human sensory experience – the body’s mainstay in knowing itself and the world – turns out to be easily deceived and deceiving and can no longer be relied upon to lead us to the altar of “truth”.
Enin Supriyanto
Curator
__________________________________
Mella Jaarsma
Truth, Lies and Senses
Jika ada hal pokok yang dapat kita pakai untuk menghubungkan karya-karya Mella Jaarsma yang ia buat selama dua dekade terakhir ini, maka itu pastilah tubuh manusia. Ini terhitung dari karyanya Pralina-Fire Altar yang ia buat untuk masyarakat desa Munduk, Ubud, Bali di tahun 1993 sampai karyanya yang paling mutakhir Animal Have No Religion/Indra 1, yang sempat tampil di ArtJog, Juli 2012.
Tubuh yang hadir dalam karya-karya Mella selama ini adalah tubuh manusia yang ia tempatkan dalam situasi yang menegangkan. Tubuh-tubuh itu hadir sebagai tempat berhimpunnya sejumlah ketegangan yang terentang dari persoalan identitas diri sampai keramaian atau bahkan kekacauan relasi sosial sehari-hari. Titik tolak karya-karya Mella adalah kepekaan dan ketekunannya dalam melakukan observasi terhadap beragam situasi sosial disekitarnya, atau pengamatan yang sengaja ia lakukan dalam berbagai kesempatan perjalanan ke berbagai tempat. Observasi semacam ini adalah sauh yang mengaitkan tema-tema karyanya dengan persoalan sosial yang nyata ada di sekitarnya. Sementara pada saat bersamaan, dengan berbagai bahan dan bentuk yang tak lazim dipakai dalam karya seni rupa, ia membangun berbagai citraan baru bagi tubuh-tubuh yang hadir dalam karya-karyanya.
Mella sudah pernah menghadirkan tubuh manusia dalam berbagai bungkus dan selubung, terbuat dari bermacam benda dan bahan, dari kulit binatang yang diawetkan sampai lembaran seng. Kemudian, ia juga menempatkan tubuh manusia dalam naungan struktur yang menyerupai bangunan rumah kecil atau tempat penampungan sementara. Maka, meskipun karya-karyanya selalu punya tema atau unsur narasi yang terpacak pada kenyataan sosial tertentu, secara formal dan visual karya-karya itu justeru selalu menampik posisi yang tunggal dan pasti. Watak transformatif ini berkisar dari karya yang sekali waktu berdiam diri sebagai benda atau objek yang teronggok dalam ruang; untuk sejurus kemudian jadi bagian dari suatu peristiwa, sebagai piranti yang berwatak performatif dan interaktif. Kemudian, di saat lain, karyanya jadi rangkaian benda dan bentuk yang membangun dan mengisi ruangnya sendiri, suatu instalasi. Unsur dan watak semacam ini masih akan hadir dalam serangkaian karya terbaru Mella Jaarsma yang akan kita saksikan dalam pameran tunggalnya kali ini.
Karya-karya terbaru Mella memang masih berkisar pada keberadaan tubuh manusia. Namun demikian, perhatian utama kini ia arahkan pada masalah indra, potensi dasar dan umum dalam tubuh manusia untuk dapat mengenal diri sendiri dan dunia sekitarnya. Karya-karya ini dengan sengaja ingin membawa kita pada masalah abadi yang telah jadi bahan perenungan dan perbincangan para pemikir, filsuf, ilmuwan, ahli agama, dan lain-lain: kecerdasan, nalar, kesadaran diri manusia. Bagaimana jika kemampuan indra kita, pengalaman indrawi manusia—andalan utama tubuh dalam mengenal diri dan dunia—ternyata mudah terkelabui dan mengelabui kita, tak lagi dapat diandalkan untuk mengantar kita untuk sampai ke altar ‘kebenaran’?
Enin Supriyanto
Kurator
Lawangwangi Creative Space
Jl. Dago Giri 99
Warung Caringin, Mekarwangi
Bandung, 40391
INDONESIA
Mobile: +62 812 147 6946
Phone: +62 22 250 4965
E-mail: [email protected]
www.artsociates.com