#RamadhanInspirasi “Start with Why?”
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh “Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, No. 1, dan Muslim, No. 1907]
Dahulu, saat pertama kali belajar kitab Arbain An-Nawawi, saya bertanya-tanya, kenapa hadits tentang niat ini diletakkan di bagian pertama. Kenapa perkara niat menjadi sesuatu yang amat penting, sehingga dijadikan pembuka atas kitab yang berisi 42 hadits pilihan tentang pokok agama?
Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari arti penting perkara niat.
Beberapa tahun yang lalu, saat pertama kali menonton video Simon Sinek di TEDx, saya terhentak dengan kalimatnya. Kata Simon Sinek begini,
“Why do you get in the morning? Your why is the purpose, cause, and belief that inspires you to do what you do. When you think, act, and communicate starting with why, you can inspire others. Because great leaders always inspires starting with why.”
Memiliki jawaban yang jelas atas pertanyaan kenapa kita melakukan itu, adalah kunci dari berbagai capaian-capaian besar. Jawaban kenapa adalah tujuan, alasan, dan keyakinan kuat kita dalam melakukan sesuatu. Pemimpin-pemimpin besar, menginspirasi banyak orang, karena mereka punya jawaban yang jelas, kenapa mereka melakukan itu.
Itulah perkara niat, yang 14 abad lalu Baginda Nabi telah mengingatkan kita.
Segala sesuatu tergantung kepada niatnya. Tergantung kepada tujuannya, tergantung reason behind, atau alasan di baliknya. Kalau niatnya Lillahi ta’ala, kita akan sampai kepada-Nya. Kalau niat untuk dunia, ya itu yang akan kita dapatkan.
Maka, mulailah kita menata niat dalam setiap melakukan sesuatu. Kenapa kita melakukan itu? Untuk apa dan untuk siapa? Selalu libatkan Allah sebagai alasan kuat kita dalam melakukan sesuatu. Dan semoga Allah selalu membimbing langkah-langkah kita.
Start with why. Dan jadikan Allah yang pertama, Lillah, Billah, Ilallah.
Selamat berpuasa, Sahabat. Selamat menata niat, dan mulailah segala sesuatu dengan kenapa?! :)













