
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from South Africa
seen from United States

seen from India

seen from China

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from United States

seen from Malaysia
The future king of Brunei; 46 year old Crown Prince Haji Al-Muhtadee Billah, is wearing a 43mm Richard Mille RM 055 "Bubba Watson". It features an supreme skeleton movement due to the titanium case and has a ceramic ATZ front bezel with a 55-hour power reserve. Prince Billah is the eldest son of Hassanal Bolkih and the first in the line of succession to the Bruneian throne. Price tag: around $200,000.00 USD #Prince #Al #Muhtadee #Billah #Richard #Mille #Bubba #Watson https://www.instagram.com/p/CCn7zMKli6u/?igshid=1up5g6y0u4o85
LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH | BINTAN, KEPULAUAN RIAU | Ustadz Abdul Somad, Lc., MA | #islam #viral >>> Click Link !!!
Ustadz Abdul Somad Official ═════════════════════════════════════════════════ Dukung channel resmi Ustadz Abdul Somad Official dengan cara share seluas-luasnya video ini, subscribe dan aktifkan notifikasinya untuk mendapatkan ilmu dan informasi terbaru dari Ustadz Abdul Somad, Lc., MA. ═════════════════════════════════════════════════ Offical Social Media : Instagram : https://www.instagram.com/u…
View On WordPress
Yaa...amanah itu memang ibarat musuh :') jangan dinanti jangan dicari akan tetapi bila ia sudah datang menghampiri, jangan pergi dan melarikan diri :) maka hadapilah! . . . . . . Semoga bisa belajar lagi . Belajar terus! . sejatinya amanah itu kelak akan diminta pertanggung jawabkan bukan hanya ketika laporan akhir diujung taun,namun lebih dari itu ada sebuah laporan yang akan di pertanggungjawabkan kepada Sang pemberi amanah ini. tentang apa yg telah dikerjakan tentang kebermafaatan apa yang sudah tercurahkan tentang kepercayaan seperti apa yang telah di kerjakan.. semua akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. semoga senantiasa dikuatkan! tenang aja. ada Allah =) #lillah #billah #fillah
@Regrann from @tausiyahcinta_ - Aku ini cuma wanita biasa yang kadang kalau diberi pengharapan juga ikut berharap. Aku wanita yang pernah merasakan bagaimana berharap dengan sangat tinggi. Aku wanita yang pernah baper saat seseorang mencoba membuatku baper. Aku pernah merasakan emosi menguasai diri, Saat mengetahui kenyataan tak seindah harapan. Aku pernah merasakan betapa sakitnya, Ketika terjatuh dari gumpalan awan harapan. Aku pernah merasakan sesak dan kecewa hingga sulit bernapas, Kala aku tahu bahwa perasaanku tak berujung sesuai harapan. Semua ini karena aku berharap secara berlebihan bukan pada-Nya. Semua ini karena aku tak mau berharap hanya pada-Nya. Semua ini karena aku percaya, bahwa ciptaan-Nya lebih mampu mewujudkan harapanku. Dan aku tidak berhak menyalahkan Tuhanku atas kesalahanku sendiri. Andai, aku lebih mengenal-Mu. Andai, aku lebih dekat dengan-Mu. Andai, aku lebih percaya dengan-Mu. Andai, aku lebih berserah diri kepada-Mu. Ah, pengandaian itu untuk aku yang berada di masa lalu. Aku memang menyesali diri di masa lalu. Penyesalan memang dibutuhkan dalam kehidupan. Penyesalan tak selamanya berarti buruk. Masa lalu terkadang memang perlu disesali bahkan ditangisi. Untuk pembelajaran, untuk masa depan yang lebih tertata. Dan untuk kelegaan hati, jika dirasa menyesal dapat membuat hati lega. Namun, Berharap itu tidaklah salah. Apalagi berharap dengan sesuatu yang lebih baik daripada kita. Itu akan memberikan dorongan semangat untuk menyusulnya agar menjadi lebih baik pula. Yang salah adalah ketika kita berharap dengan berlebihan. Karena itu bisa merusak diri sendiri. Kecuali jika kita berharap hanya kepada Allah Ta'ala. Karena seberapa kecewanya kita pada Allah, Tidak akan mampu menandingi rasa kecewa-Nya, Saat diri bisa berharap selain kepada-Nya. Dan karena kita tahu bahwa Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Jika kita mau beriman serta bertaqwa kepada-Nya. Inshaa'Allah. 📝 @sansa_sna Follow @hijrahcinta_ Follow @hijrahcinta_ Follow @hijrahcinta_ #fokus #istiqomah #muslimah #belajardarimasalalu #baper #wanitabiasa #berharap #masadepan #bismillah #semangat #lillah #billah #fillah #hijrah #hijrahku #fun #loveislam
Refleksi di Sepertiga Jalan Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Sungguh, sesuatu yang sering kita sebut dengan “waktu” memang begitu cepatnya berlalu, meninggalkan serpihan cerita perjalanan kehidupan kita di dunia yang fana’ ini... Begitupun yang saya rasakan saat ini. Tak terasa “tamu istimewa” itu telah singgah dibahtera kehidupan kita, khususnya saya, selama sepuluh hari. Yang artinya sudah sepertiga jalan kita lalui untuk berusaha mendapatkan segala rahmat dan ampunan dariNya demi menggenggam title muttaqiin yang akan dijanjikan syurga olehNya.
Tapi... Lagi dan lagi... Selalu saja ada pertanyaan yang lahir dan terlintas dalam fikiran saya begitu banyaknya dalam sekejap, berlomba untuk mendapatkan jawaban dari saya... pertanyaan itu adalah “sudah seberapa besar usaha saya dalam memaknai ramadhan tahun ini ?”, “benarkah targetan ramadhan yang saya buat ini semata-mata mengharapkan keridhoan dan ampunan dari-Nya atau hanya mengharapkan ganjaran pahala yang Dia lipatgandakan saja ?” , “Apakah akhir dari ramadhan tahun ini akan berlalu seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekadar memenuhi kewajiban berpuasa sebagai seorang muslim tanpa adanya hasil dari ujian di dalamnya ?”
Kemudian saya mencoba menjawab semua pertanyaan itu satu persatu disertai dengan langkah kedepannya dalam menghadapi hari-hari yang tersisa.. Untuk hal memaknai ramadhan harusnya sudah memiliki jawaban yang otomatis tersetting dalam hati dan fikiran dalam diri seorang muslim yang mengaku telah melalui belasan bahkan puluhan kali ramadhan selama hidupnya. Untuk diri saya sendiri, usaha saya dalam memaknai ramadhan tahun ini masih jauh dari kata ideal tetapi insyaAllah lebih baik dari ramadhan tahun sebelumnya, ramadhan tahun ini saya jadikan wasilah dalam mengistiqomahkan diri saya untuk lebih dekat denganNya hingga menuju syurgaNya dengan berbagai macam kegiatan yang cukup bermanfaat.
Namun, itu semua menjadi sedikit berkurang maknanya saat saya menyadari dalam kesendirian bahwa selama ini saya hanya terfokus kepada seberapa banyak amalan baik yang bisa mendatangkan ganjaran pahala bagi saya yang nantinya bisa menjadikan tiket ke syurgaNya. Saya sadar, bahwa saya terlalu angkuh dengan hanya meyakini bahwa tiket ke Syurga itu didapatkan dengan cara mengumpulkan pahala sebanyak mungkin, terlebih di bulan ramadhan ini yang Allah janjikan pahala yang berlipatganda bagi hambaNya yang melakukan amal kebajikan, hingga saya lupa bahwa pahala saja tidak cukup untuk mengantarkan saya kesana disaat mungkin justru dosa saya yang lebih banyak ketimbang pahala saya, saya terlalu sibuk dengan itu hingga lupa bahwa satu-satunya yang bisa mengantarkan seorang hamba menuju syurga hanyalah dengan cara berusaha semaksimal mungkin mendapatkan ampunan dan kasih sayang dariNya.. Bisa jadi ketika pahala kita banyak, tapi apabila dosa-dosa kita tidak diampuni olehNya dan kita tidak mendapatkan rahmat dariNya, maka bukan tidak mungkin itu akan menjadi satu hal yang sia-sia...
Karena itu, saya berusaha menjadikan ramadhan ini haruslah menjadi yang paling berbekas hasilnya hingga 11 bulan kedepan insyaAllah dan menjadi motivasi bagi saya untuk menjalani sisa kurang lebih dua puluh hari tersisa di depan hingga menjadi salah satu orang yang meraih label muttaqiin.. Aamiin Yaa Rabb
Yuk kita jadikan ramadhan ini sebagai ajang mencari ampunan dan kasih sayangNya, karena jika kita telah mendapatkan ridho dan kasih sayang dariNya maka semua amal kebaikan yang kita kerjakan akan mampu membawa kita ke syurga-Nya, tentunya setelah kita mendapatkan ampunan dari Sang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang... Waktu kita tidak banyak, hanya tersisa dua puluh hari yang mungkin terlalu singkat untuk dapat mengejar ketertinggalan kita dalam memaknai ramadhan tahun ini. Tapi tetaplah yakin bahwa kita mampu karena hidup kita didunia ini untuk Allah, semata-mata karena Allah yang otomatis kita tidak sendirian karena kita selalu bersama Allah (Lillah, Fillah, Billah)...
Jakarta, 15 Juni 2016 M / 10 Ramadhan 1437 H 16.08 WIB Muhammad Fahmi Rasyad
Untuk Allah, Karena Allah, Bersama Allah
“Ikhlaslah dalam beramal karena segala hal yang kita kerjakan didunia ini hanyalah untuk Allah dan semata-mata karena Allah. Optimislah dalam berjuang menjalani kerasnya hidup dan bermetamorfosa menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena adanya keyakinan dalam hati bahwa untuk menghadapi itu semua, kita selalu bersama Allah.”
- MFR -
Ramadhan...!! tamu yang selalu dinantikan oleh seluruh umat islam di belahan bumi manapun, yang hanya dengan rasa gembira dalam menyambutnya sudah diberi ganjaran akan diharamkan jasadnya menyentuh api neraka...
Ramadhan...!! bulan dimana umat islam dilatih untuk menahan anggota tubuh, hati dan fikiran mereka dari segala keinginan hawa nafsu.
Pertanyaannya, sudah mencapai tahap apakah kita selama menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan ini ?? puasanya orang awamkah yang hanya menahan lapar dan dahaga, atau puasanya orang istimewakah yang selain menahan lapar dan dahaga juga menahan anggota tubuh dari segala maksiat atau bahkan sudah mencapai tahap puasanya orang yang istimewa dari yang paling istimewa karena telah mampu menahan segala anggota tubuhnya, hati serta fikirannya dari segala maksiat dan berusaha untuk mendekatkannya pada sang Khaliq...
Sedih dan rugi rasanya jika kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, tanpa mendapatkan pahala yang Allah lipatgandakan di bulan suci ini karena ketidakmampuan diri kita dalam menahan yang ada pada diri kita dalam berbuat maksiat dan beribadah lebih banyak padaNya.. minimal kita harus mencapai tahapan puasanya orang istimewa (khusus) yang mampu menjaga tangannya dari menyakiti fisik orang lain, lisan kita dari menggunjing, ghibah dan mengucapkan kata-kata kotor lagi merendahkan orang lain, telinga kita dari mendengarkan hal yang tidak bermanfaat, mata kita dari apa yang tidak seharusnya kita pandang, kaki kita dari melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan maksiat, hati kita dari perasaan suuzhon, iri, riya’ dan segala penyakit hati lainnya, serta fikiran yang melintas di kepala kita dari hal-hal negatif... Dengan tekad dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan tentunya berdo’a mengharap pertolongan serta perlindungan dari Allah, insyaAllah kita akan mampu meningkatkan tahapan kualitas ibadah puasa kita dari yang sebelumnya hanya mencapai tahapan puasanya orang awam menjadi tahapan puasanya orang khusus, yang sebelumnya sudah mencapai tahapan puasanya orang khusus menjadi tahapan puasanya orang khusus dari yang khusus, dan yang sebelumnya sudah mencapai tahapan paling atas (puasanya orang khusus dari yang khusus) alhamdulillah bisa istiqomah dan menjaga kualitas puasanya...
Niatkanlah keikhlasan dalam beramal dan berbuat kebajikan itu untuk Allah dan semata-mata karena Allah. Dan yakinlah bahwa kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena kita selalu bersama Allah.
Jakarta, 10 Juni 2016 M / 5 Ramadhan 1437 H Muhammad Fahmi Rasyad
Salam...sharing pasal program kanak2 pulak laa.... http://www.the-preschool-professor.com/preschool-curriculum.html #kabilahawanbiru #billah