Hei, apa kabar tuan? Apakah masih kau yang dulu? Yang mengajariku banyak hal tentang kesederhaan, kerendahan hati, tanggung jawab, kesabaran, keikhlasan, dan masih banyak lagi. Sudah lama kusimpan rindu ini, rindu yang tak dirindukan, juga rindu yang tak kan pernah kau tau. Bukankah cinta itu banyak jenisnya? Tapi yang satu ini belum pernah kurasakan, cinta yang mengajarkanku banyak hal. . Kebanyakan dari cinta.. jika dihampiri, ia acuh. Jika menghampiri, kita yang acuh. Ah, serba salah. . Memang, kau bukan cinta pertama, tapi bagiku kau berhasil membuat cinta yang lain tak ada artinya. Kau berhasil membuatku jatuh, padahal itu sulit terjadi padaku. Kau berhasil membuatku memikirkanmu sepanjang hari, sebelum tidur apalagi. Kau berhasil membuat jantungku berdegup tak karuan meski jarak kita terpaut jauh. Dari kejauhan saat melihatmu pun, aku jadi salah tingkah. Dan kau berhasil memberi Cinta Platonismu yang murni untuk kedekatan hati, kepedulian. . Kau pernah singgah walau hanya sebentar, lalu memilih untuk pergi. Aku sadar, ketika berjalan dalam sebuah ketidakpastian, banyak orang yang lebih memilih untuk diam, dan harus siap untuk meninggalkan atau ditinggalkan. Karena semuanya tidak pasti, masih tanda tanya. Meski begitu, aku akan menjaga setiap rasa yang pernah ada. Itu caraku berterimakasih, terimakasih sudah mewarnai kanvas kehidupanku. Terimakasih sudah mengajariku banyak hal baru. Terimakasih telah memberiku cinta yang berbeda. Terimakasih