Good morning at 11.30 am 😺
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from Poland

seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Singapore
seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom
Good morning at 11.30 am 😺
Aturan yang Ditertawakan
Pulang pasar mamak cerita, katanya diledekin temennya di pasar karena masih rajin pake masker. Karena pedagang di sana, rata-rata udah gak pake. "Wih rajin euy, istiqomah." Sambil diketawain.
Nyonya besar sante aja. Nimpalinnya, "daripada kena denda atau ngosek WC umum, mending dipake." Sambil ketawa-tawa. Tentu aja maksudnya bukan itu. Tentu maksudnya tetep jaga-jaga, mencegah dari virus covid-19. Tapi males panjang. Karena ngomongin covid-19 di pasar jadi lelucon aja. Mereka bukan gak paham, tapi menolak paham.
Kebiasaan ngetawain peraturan jadi satu lagi penyakit yang sembuhnya susah. Orang taat aturan, diledekin. Orang mau bener, dibilang sok bener. Orang mau tetep sehat, rajin olahraga, ngurangi bakso, seblak, berhenti ngerokok, dibecandain. Katanya hidup di dunia cuma sekali, dinikmati aja.
Memang bener, hidup di dunia cuma sekali. Yg ganggu adalah nyuruh nikmati tapi gak dipahami bahwa nikmat itu macem-macem. Kamu menikmati saat melanggar aturan, orang lain lebih menikmati saat mengikutinya.
Hal-hal macam gini, sadar gak sadar bikin orang males ikut aturan. Skeptis dan merasa 'waras' sendiri. Begitu terus sampai gak tau kapan. Karena hal ini, seringnya disepelekan. Kecil katanya. Padahal, kecil juga kalau terus ditumpuk jadi banyak dan menyebabkan masalah.
Bukan kecil atau besarnya, melainkan seberapa kalinya. Sama seperti kesalahan yg dianggap kecil, atau beneran kecil, lama-lama besar kalau berulang. Jadi ya gitu, terbiasa menyepelekan peraturan, melanggar peraturan yg lain akan lebih mudah.
Ibarat tali, pola pikir kayak gitu bisa diputus. Kalau mau. Kalau mau. Kalau enggak, ya kuat-kuatan aja.
leipzig 2017
Guidelines: The Way We Play.
Life itself plays by rules, without them, balance fades and the song falls apart. Just like in a band, every instrument has its timing, its rhythm, and its space.
“Like every band needs rhythm, life needs rules. Only then can balance stay, and the song go on.”
When each part follows the flow, the harmony becomes unshakable. But the moment we forget the rules, the melody breaks, and the music we share loses its meaning.
Upaya Peningkatan Devisa Negara, Kejaksaan RI Laksanakan Sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 8/2025
DESK KOORDINASI PENINGKATAN PENERIMAAN DEVISA NEGARA. KEJAKSAAN AGUNG, KEGIATAN : SOSIALISASI PP NO. 8 TAHUN 2025 TENTANG DEVISA HASIL EKSPOR (DHE) SUMBER DAYA ALAM (SDA) UNTUK PENINGKATAN PENERIMAAN DEVISA NEGARA. Surabaya – Sejak terbentuknya Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Cadangan Negara yang dipimpin Jaksa Agung Muda Intelijen, telah banyak mendorong peningkatan penerimaan devisa…
Revisi Permendagri Pedoman Penelitian dan Pengembangan
Jakarta – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait revisi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kemendagri dan Pemerintahan Daerah. Kegiatan ini berlangsung di Novotel Jakarta Cikini Hotel pada Kamis 15 Mei 2025. Dalam sambutanya,…
Presiden Prabowo Perintahkan Tinjau Ulang Seluruh UU dan Peraturan Pemerintah Hingga Permen
JAKARTA, Cinews.id – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengaku ditugaskan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan peninjauan ulang (review) seluruh undang-undang (UU) dan aturan turunannya, termasuk peraturan pemerintah (PP) dan peraturan menteri (Permen). “Presiden menugaskan kepada kami untuk melakukan upaya review terhadap seluruh undang-undang peraturan pemerintah termasuk…
Libatkan industry sebelum melaksanakan peraturan vape
KUALA LUMPUR, 21 Ogos 2024 – Kementerian Kesihatan Malaysia baru-baru ini mengumumkan bahawa Akta Kawalan Produk Merokok Demi Kesihatan Awam 2024 (Akta 852) dijangka akan dikuatkuasakan selewat-lewatnya pada bulan Oktober ini. Namun, sehingga kini, pihak industri masih belum menerima maklumat terperinci mengenainya. Seperti pengumuman-pengumuman terdahulu, pihak industri sering kali menjadi…