Peta Mental (Cognitive Map)
Ada apa mas dengan Peta Mental? Apakah mental bisa dipetakan? Bukan seperti itu fulan. Mari kita flashback atau mundur ke belakang mengingat-ingat kapan pertama kali kita ingat lokasi rumah kita, kemudian kapan pertama kali kita berani jalan kaki sendiri dari rumah ke suatu tempat dan balik lagi ke rumah? Misal, waktu jaman sekolah di Taman Kanak-Kanak dimana saat itu masih diantar oleh orang tua, lambat laun kita berani jalan sendiri. Nah, di dalam otak kita merekam tiap obyek yang kita lalui beserta jalurnya sehingga kita memiliki kemampuan navigasi.
Di saat kunjungan ke Sekolah atau bahkan ketika ada kunjungan ke Badan Informasi Geospasial (BIG), apabila saya berkesempatan sebagai yang ada di depan peserta kunjungan acapkali saya meminta mereka menyediakan selembar kertas kosong dan alat tulis. Kemudian saya meminta mereka untuk mulai menggambarkan denah atau lokasi dan perjalanan mereka dari asal kedatangan hingga tiba di BIG atau sekolah.
Kelihatannya sederhana atau mungkin bahkan menakutkan apalagi bagi saya jika saya ialah orang yang kurang bisa menggambar dengan baik. Tapi layak dicoba :). Hal seperti ini pernah saya lakukan juga saat membimbing adik-adik Sekolah Dasar di tempat saya melakukan Kuliah Kerja Nyata dan hasilnya cukup mengharukan. Di situlah kita melihat sejauh mana pengetahuan geografis kita terhadap lingkungan sekitar. Acapkali kita terlalu asyik menatap dunia luar tapi lupa untuk melihat ke dalam diri kita sendiri ataupun lingkungan sekitar atas potensi yang ada.
Sekian dongeng Peta Mental. Apabila penasaran bisa di googling dengan kata kunci peta mental banyak contohnya dan apabila ingin membuktikan, silahkan sekarang siapkan selembar kertas kosong dan gambarlah rute dan obyek-obyek yang dianggap penting dari kegiatan sehari-hari yang dilalui. Misalnya, rute pulang pergi dari rumah ke sekolah atau kantor. Bahkan saat itu, sempat ada yang menggambarkan dengan simbol kendaraan yang ditumpanginya (pesawat, mobil, motor, atau jalan kaki) dilengkapi pula dengan dimensi waktu dan jarak tempuh.
Berfikir spasial makin asyik dan dapat membawa kita menggali lagi memori spasial yang ada di otak kita saat melihat dunia sekitar kita.
Salam Cakep,
Aji Putra Perdana









