"Diminta untuk lebih bersyukur"
Ramai berita anak-anak awardee LPDP dengan segala alasannya, membuatku mengingat kembali, idealisme untuk dapat kuliah doktoral di luar negeri kembali muncul dalam memori.
Hal tersebut menjadi harapan karena sempat merasakan program master degree di korea selatan, maka menjadi wajar jika ingin meneruskan studi di luar negeri.
Namun, semua sudah aku akhiri, karena hidup adalah pilihan, aku memilih keluarga diatas pencapaian studi ku, maka aku meneruskan di dalam negeri. Alhamdulilah, tepat di Maret 2026 aku dapat menyelesaikannya dalam waktu 2,5 tahun studi.
Menyusuri jalan di pagi hari menuju kampus di depok, aku melihat ada mas-mas dan mbak-mbak yang mendorong gerobak untuk memulung barang-barang bekas. Lamunan ku tentang "ketidaksyukuran ku karena hanya lulusan s3 dalam negeri" menjadi sirna seketika. Mereka masih sesusia ku, usia produktif yang penuh mimpi-mimpi. Tapi sayang, takdir berkata lain.
Saat itu juga, aku mengucap istigfar. Serasa langsung diingatkan, bahwa jangan terlalu lama memandang keatas. Semua ngga harus OKE GAS. Kehidupan ini banyak spektrumnya. Wujud syukur sudah diberikan akses dan kesempatan sekolah, sangatlah mahal di negeri ini. Hanya satu banding seribu yang tampaknya mendapatkan kesempatan itu. Maka syukurilah.
reminder for me.
Astagfirullah.













