-MAHALNYA BERPROSES- Ayamnya diam! Dia tidak bergerak, hanya duduk manis meng-engkram-i 12 butir telur, entah berapa yang nantinya menetas menjadi pitik-pitik cilik. Ah iya, ayamnya diam, menikmati setiap proses demi proses metamorfosis sang bakal pitik tadi. Diberikannya seluruh cinta untuk sang buah hati, katanya telur ayam butuh kehangatan agar ia bisa menetas, menjadi pelanjut peradaban, pitik pitik yang akan melanjutkan perjuangan. Nyatanya, berproses itu mahal. Akan ada banyak kesabaran yang harus terus menerus ditingkatkan Akan ada syukur yang selalu brrusaha untuk dipelihara Akan ada pengorbanan -waktu-harta-benda-jiwa-raga- dan segala macam yang lain yang harus direlakan Nyatanya, perproses itu mahal. Ah, tapi seperti Ayam ini, kelak saat pitik-pitik ayam lahir, ia mungkin akan jadi ayam paling bahagia di dunia atau singkatnya syukurnya akan berlapislapis tanpa habis. Akan ada banyak hal yang ditunda, untuk disempurnakan nikmatnya, rasa syukurnya, penghargaannya akan hal hal tsb. Hingga akhirnya, sepertinya surga itu tidak akan mudah untuk diraih. Kata orangtua, perlu melewati jalanan yang terjal lagi mendaki lagi sukar. Kata orangtua, sabar itu pahalanya tak terbatas, dan karena surga itu mahal, jadi apapun yang terjadi bersabarlah. Kata orangtua, bersyukur, Allah akan kasih nikmat berlapis-lapis lain. Terakhir, Kalo ada yang ditunda, maka berhusnudzon saja, Allah akan berikan di waktu yang tepat, tempat yang tepat, dengan kondisi dan situasi yang tepat hingga sempurna syukur terhaturkan untuk-Nya. Kalo ada yang dibatalkan, maka berhusnudzon saja, Allah akan berikan yang lain, yang lebih tepat, waktunya, tempatnya, dengan kondisi dan situasi yang tepat hingga sempurna syukur yang terhaturkan untuk-Nya. Kalo ada yang diambil, maka berhusnudzon saja, Allah sudah siapkan pengganti yang jauh lebih tepat, waktunya tempat nya dengan kondisi dan situasinya yang telat, hingga sempurna syukur yang terhaturkan untuk-Nya. Terakhir, santai saja. Nikmati saja. Selamat berproses ! Kelak kita hanya akan mempertanggung jawabkan apa yang diri kita lakukan, dosa-dosa kita, kelalaian kita, hingga segala nikmat yg telah Allah berikan pada kita untuk apa nikmat tsb kita habiskan. -Kebumen, 22 Oktober 2017- Pejuang Badar lagi Safar. Mari melanjutkan perjalanan.












