Melihat Orang Lain dari Perspektif Postive
Tak sengaja membaca postingan di website UIN Malang, yang intinya seperti ini :
Manakala org lain dilihat hnya dari perspektif negatifnya, mka segala perilaku orang tersebut selalu tampak salah dan tidak menyenangkan.
Tidak saja terhadap perseorangan, penguasa dan atau pemerintah sekalipun, manakala dilihat dari perspektif negatif, maka yang tampak adalah selalu salah dan menjengkelkan. Tatkala pemerintah memberi bantuan beras kepada orang miskin maka dianggap salah, program BLT salah, dan kesalahan itu akan bertambah ketika tidak memberi apa-apa. Apa saja dianggap serba salah, karena melihatnya dari perspektif negatif. Suasana seperti itu terjadi karena seseorang atau pemerintah dilihat dengan menggunakan perspektif negatif.
Berbeda dari hal itu adalah ketika yang digunakan adalah perspektif positif. Orang yang mampu melihat kelebihan seseorang, keindahan, dan juga hal positif lainnya, maka akan menganggap orang lain dimaksud akan lebih baik. Orang yang bisa melihat kelebihan dan keunggulan itu akan tertarik dan mendekat. Apapun yang ditampakkan akan dianggap indah dan menarik, oleh karena dilihat dari perspektif positifnya. Keindahan itu sebenarnya tidak selalu terletak pada obyek yang dilihat, tetapi bisa jadi, juga berasal dari kacamata atau perspektif yang digunakan.
Melihat keindahan atau kelebihan seseorang tidak semudah melihat kekurangannya. Setiap manusia selalu memiliki kelebihan di samping kekurangannya. Mestinya kelebihan dari masing-masing orang harus dikenali. Namun pada kenyataanya, kemampuan mengenali kelebihan itu tidak selalu dimiliki oleh semua orang. Kiranya hal itu seharusnya dipelajari, terutama bagi siapa saja yang ingin membangun sillaturrakhiem secara lebih luas.
Islam mengajarkan agar selalu bersikap khusnudzan, maksudnya adalah agar orang lain dilihat dari perspektif positifnya itu... :)
-----------
Mari kita bersama-sama belajar bersikap khusnudzan.. :D
Positive Thingking...
----------