POSTINGAN VS REALITA, Cerita di balik postingan Happy kuliah di Luar Negeri, Tinggal di kamar super sempit (red: ukuran kuburan kata teman) Cerita Part 1
Halo… Saya adalah salah satu putra Indonesia yang saat ini mengenyam pendidikan di salah satu kampus terbaik Asia dan Dunia. Fakultas saya sendiri saat ini berada di peringkat 4 dunia. Kampus saya mentereng di nomer 26 terbaik dunia. Dan kota yang saya tempati sekarang merupakan salah satu kota tersibuk di dunia dengan segala gedung-gedung modern dan fasilitas kampus yang serba hi-tech. Namun, jika melihat kehidupan realita yang sesungguhnya, dari segi kenyamanan, mungkin saya tidak senyaman dari teman-teman di negara lain. Bagaimanaun, saya mendapatkan pelajaran hidup yang luar biasa di sini,saya bertemu dengan banyak orang baik, belajar menerima setiap kekurangan dan hidup secara sederhana namun tetap berupaya sebaik mungkin untuk tetap memberikan yang terbaik bagi Indonesia tanpa terus mengeluhkan ini itu. Selain itu, saya juga semakin menyadari bahwa yang paling berarti adalah kaya hati bukan materi.
Mulai hari ini, saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya sendiri seputar POSTINGAN VS REALITA. Saya menganggap ini adalah hal penting untuk di bagikan, agar teman-teman tahu dan paham jika kuliah di luar negeri itu bukan enaknya saja, tapi ada hal lain seperti kesiapan ilmu, Bahasa dan yang terpenting juga adalah kesiapan mental. Karena banyak hal yang mungkin akan kalian temukan di luar ekspektasi dan kesulitan-kesulitan yang belum pernah kalian hadapi sebelumnya.Dalam tulisan awal ini, saya ingin bercerita tentang awal saya sampai di Hong Kong dan hidup di sebuah kamar yang berukuran sangat kecil. Tulisan ini adalah pengalaman pribadi yang saya alami sendiri.
Pernahkah anda sebelumnya tinggal di kamar berukuran 2x1 meter? Di luar negeri, sendirian, dan itu pertama kali anda datang ke negara tersebut, tidak ada teman di kampus tersebut yang anda kenal sebelumnya, budaya yang berbeda, Bahasa yang berbeda, dan segala perbedaan yang tidak kau temuikan di Indonesia? Wah, lengkap sudah dan itulah yang saya alami.
Bahkan teman saya mengatakan kamar saya lebih kecil dari kuburan. Kampus saya teletak di dekat pusat kota,harga room yang hanya berisikan tempat tidur ini dibandrol dengan harga 3500HKD(Hong Kong Dollar) atau sekitar 6,5 juta rupiah perbulan, “6,5 juta/bulan”, harga yang sangat mahal bagi saya yang menyedot 60% uang beasiswa bulanan untuk membayar room berukuran 2x1. Saya tidak mendapatkan asrama kampus karena memang itu diperuntukan untuk mahasiswa S1, dan mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari kampus. Jikapun ada, kamar untuk postgraduate dibandrol dengan harga 5500 HKD – 6500 HKD (sekitar 10 hingga 11 juta/bulan). Walaupun saya mendapatkan beasiswa, tetapi jumlah tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan housing standar dan keberluan harian seperti makan. Biaya sekali makan di kantin kampus pun sekitar 30 HKD/50rb rupiah, belum ditambah keperluan lain. Apalagi jika saya pindah ke housing yang standar, mau makan apa saya nantinya? hehee..
Saya sering memasak dan mencari cara untuk dapat berhemat. Bahkan terkadang saya berpuasa untuk lebih menghemat lagi. Hal yang paling menyentuh saya setiap saat adalah ketika saya harus sholat dalam kondisi duduk di atas Kasur, tak bisa berdiri yang kadang tanpa sadar saya meneteskan airmata, merindukan keluarga di Indonesia, ibu, ayah, kakaku, keponakan yang sedang lucu-lucunya dan sahabat-sahabat terdekatku di sana.
Selain kamar yang sempit itu, saya juga tinggal bersama orang-orang yang bekerja pada hiburan malam di HK, mereka adalah tenaga kerja dari philipina. Saya berkenalan dengan mereka dan beberapa kali mengobrol, saya menemukan sebuah sudut pandang baru dan cerita-cerita perjuangan yang memang membuat saya haru juga.
Awal-awal tinggal di kota ini sungguh berat, ditambah beban kuliah yang saya rasa 50 kali lipat lebih berat ketika saya menempuh S1 dulu. Awal kedatangan saya ke HK saya dijemput oleh dosen Polban yang kebetulan saya kenal lewat jejaring beasiswa yang sedang berkuliah S3 di sini tetapi beda kampus. Beliaupun mengalami nasib yang sama,harus tinggal di tempat sederhana. Namun kita tidak dapat sering berjumpa karena letak kampus yang berbeda dan beliau juga sibuk dengan risetnya.
Hari demi hari saya lewati, saya terus berusaha berpikir positive dan bersyukur. Menerima ini semua dengan lapang dada dan sebagai konsekwensi dari keputusan saya sendiri dan cara Allah memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga. Saya lebih menyadari, di luar sana masih banyak sekali saudara-saudara saya yang tak bisa makan apalagi mengenyam pendidikan.
Pada akhirnya, saya tak merasa menjadi awardee yang paling kekurangan, tapi menjadi awardee yang kaya akan pengalaman hidup yang tak banyak orang dapatkan.
FYI, di semester 2 ini saya sudah pindah Housing. Alhamdullilah saya bertemu dengan malaikat-malaikat Allah yang membantu saya mendapatkan housing ini dan saya disubsidi sama mereka, walaupun jarak ke kampus sekitar 24 km dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di kampus. Tetapi harga dan kamarnya lbih layak dari sebelumnya. :)
Ada dua jenis LoA yaitu LoA conditional dan LoA unconditional.
LoA conditional berarti kita diterima di universitas tersebut dengan syarat, misalnya harus menyerahkan sertifikat bukti kemampuan Bahasa Inggris (IELTS atau TOEFL). Apabila syarat tersebut telah terpenuhi, maka LoA conditional akan menjadi LoA unconditional. LoA unconditional atau full acceptance letter merupakan surat diterimanya di universitas tersebut tanpa persyaratan lain yang harus dipenuhi (lengkap) (Full LOA). Jangan lupa cari info terkait pedaftaran universitas yang dituju, sistem pendaftaraan rata-rata kampus di Luar Negeri sudah online.
Semoga tulisan ini dapat membantu kawan-kawan yang belum mengerti tentang LoA...
Apa itu LoA atau Letter of Accaptance?
Masih banyak yang bingung dan belum mengerti apa itu LoA atau Letter of Accaptance. LoA menjadi salah satu hal terpenting jika kita ingin berkualiah di kampus tujuan ataupun untuk mendaftar beasiswa yang mempersyaratkan LoA. Saya sendiri mendaftar 7 kampus di Benua Asia, Eropa dan Australia. alhamdullillah mendapatkan LoA dari 7 kampus tersebut namun berbeda jenis. Kenapa berbeda? Akan saya jelaskan jenis LoA di postingan selanjutnya.
Untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi kita memerlukan yang namanya LoA. LoA atau Letter of acceptance adalah surat penerimaan. Dokumen ini secara resmi menandakan seseorang telah diterima sebagai mahasiswa universitas tertentu. Surat tersebut dikeluarkan oleh kampus yang dituju.
Bagaimana cara mendapatkan LoA?Cara mendapatkan LoA adalah dengan cara mendaftarkan diri ke Universitas yang di tuju dan didapat jika pendaftar memenuhi syarat penerimaan di suatu universitas. Jadi, kalau ingin memperoleh, cek dulu website kampus tujuan, cermati apa saja syaratnya, lengkapi, lalu mendaftar. Tiap institusi punya aturan dan persyaratan yang berbeda-beda.
Persyaratan umum yang biasaya diminta oleh pihak Universitas di Luar Negeri adalah:
CV (Daftar Riwayat Hidup) dalam Bahasa Inggris
Ijasah dan Transkip Akademik yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris
Passpor
Pas Photo
Motivation Letter
Recommendation Letter (Minimal 2)
Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (Biasanya IETLS dengan minimal skor 6.5), Kampus di Luar Negeri rata-rata menggunakan IETLS sebagai persyaratan masuknya, bukan TOEFL.
Ada juga beberapa kampus yang mempersyaratkan Proposal Thesis untuk mendaftarkannya dan juga wawancara. Untuk kampus yang di ASIA, saya menjalani tes wawancara/interview online via skype.
Ada juga kampus yang menggunakan istilah Letter of Offer, seperti kampus saya di Australia. Istilah itu sama saja dengan Letter of Acceptance yang menyatakan pendaftar diterima pada program studi yang ditawarkan universitas (dimana pendaftar telah melamar jurusan tersebut). Pada surat penerimaan bisa saja tertulis pelamar dapat menerima atau menolak tawaran tersebut. Keputusan selanjutnya tinggal dikonfirmasi dan diurus saja.
Masih bingung apa itu LoA? :) Semoga sedikit membantu..
(Part 1 Pengantar) Apa itu Beasiswa LPDP BPI dan Afirmasi?
Harus diakui, untuk mendapatkan beasiswa, apalagi dengan tujuan ke Luar Negeri membutuhkan PERJUANGAN. Ingat perjuangan... :D Beruntung sekali saat ini Teknologi Informasi sudah berkembang begitu pesat, sebenarnya semua informasi sudah ada di internet, entah itu berasal dari website LPDP ataupun dari tulisan-tulisan kawan-kawan yang membagi informasi terkait tips ataupun alur mendaftarkan beasiswa ini.
Masih banyak kawan-kawan yang menanyakan terkait hal ini. Sebelumnya, akan saya jelaskan secara singkat terlebih dahulu terkait LPDP. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah sebuah lembaga non eselon langsung bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan berpedoman pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Penyantun LPDP (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama) (http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/profil/sejarah/ ). LPDP memiliki visi Menjadi lembaga pengelola dana terbaik di tingkat regional untuk mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
Ada beberapa beasiswa yang dikelola LPDP yaitu Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa Afirmasi dan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI). Namun, kali ini saya akan berbagi informasi terkait Beasiswa LPDP BPI dan Afirmasi. Perbedaan di antara kedua jenis beasiswa tersebut terletak pada katagori khusus untuk afirmasi dan persyaratannya.
Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri (http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/ ).
Beasiswa Afirmasi adalah beasiswa dengan perlakukan khusus. Dengan adanya beasiswa afirmasi ini, diharapkan putra-putri terbaik dari kelompok masyarakat tertentu dapat mengikuti studi pada Program Magister atau Doktoral dalam beberapa bidang keilmuan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri. Secara umum sama, yang membedakan dengan BPI Reguler adalah pemberian Pengayaan Bahasa kepada penerima beasiswa Afirmasi sebelum mereka mengikuti PK (Persiapan Keberangkatan) dan persyaratan khususnya. Untuk Beasiswa LPDP BPI Reguler tidak ada Pengayaan Bahasa.
Siapa saja yang berhak mendaftarkan diri melalui jalur Afirmasi?
Sasaran dari Beasiswa Afirmasi secara singkat dapat dikelompokan sebagai berikut:
Kelompok masyarakat yang berasal dari Daerah Perbatasan dan Daerah Teringgal, list daerah tersebut dapat di download disini http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2015/07/Daftar-Daerah-3T-2015.pdf
Alumni penerima Bidikmisi dan kelompok masyarakat berprestasi dari keluarga miskin yang memiliki IPK minimal 3.50
Kelompok masyarakat yang telah berjasa membawa nama bangsa Indonesia di tingkat Nasional/Internasional dalam Olimpiade Sains, Teknologi, Olah Raga dan Seni Budaya
Saya sendiri mendaftar melalui Jalur Beasiswa Afirmasi katagori Prestasi Nasional/Internasional untuk program Magister Luar Negeri. Syarat-syarat dari 3 kelompok masayarakat tersebut pun ada sedikit perbedaan, untuk lengkapnya silahkan unduh Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa Afirmasi LPDP disini http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2015/05/Buku-Panduan-Pendaftaran-Beasiswa-Afirmasi-LPDP.pdf
Untuk persyaratan Umum mendaftar beasiswa BPI regular dan Afirmasi adalah sama, yaitu:
Warga Negara Indonesia
Telah menyelesaikan studi program sarjana atau program magister dari: Perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT); atau Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri; atau Perguruan tinggi luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, memiliki kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian;
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan/keilmuan/inovasi/kreasi/budaya;
Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pelamar: a. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; b. Selalu mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia; c. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi; d. Bersedia kembali ke daerah asal; e. Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain; f. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila; g. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik akademik; h.Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP; dan i. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya. Apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (backlist) pendaftar LPDP.
Telah mendapatkan ijin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
Berbadan sehat dan bebas narkoba (untuk semua pelamar). Untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah
Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/ instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
Apabila terdapat pemalsuan data dan/ atau dokumen maka pendaftar dinyatakan gugur dan tidak berhak mendaftar lagi di LPDP;
Menyerahkan Surat Kelakuan Baik/ Suat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dibawa pada waktu tes wawancara;
Bersedia membuat dan mengirimkan laporan perkembangan studi setiap semester dan dikirim setiap akhir semester;
Peserta hanya diijinkan mendaftar 1 (satu) kali dalam satu tahun.
Persyaratan khusus untuk beasiswa BPI dan Reguler secara umum sama, hanya saja untuk jalur Afirmasi kita masih diperbolehkan mendaftar dengan skor minimal TOEFL 400 dan memiliki sertfikat IELTS (BPI Reguler IELTS 6.5/TOEFL 550 LN dan IELTS 6/TOEFL 500 untuk DN) tetapi alangkah baiknya kita memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, apalagi bagi yang tujuannya Luar Negeri, walaupun nantinya akan ada Pengayaan Bahasa, apabila kita sudah memiliki basic yang bagus, akan lebih cepat mencapai target skor. Untuk yang mendaftarkan melalui jalur ini tetapi sudah memiliki skor bahasa diatar 6.5 IELTS/TOEFL 550, maka boleh tidak mengikuti Pelatihan Bahasa. Masing-masing kelompok afirmasi juga memiliki persyaratan tersendiri (baca buku panduan).
Berikut Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP tahun 2016
Tulisan selanjutnya akan membahas tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk seleksi administrsi.
"Ini negeri yang besar dan akan lebih besar. Mengeluh dan mengecam tidak akan mengubah sesuatu. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu." ~ Pengajar Muda #Indonesia #pengajarmuda #education #quote #UNY #engineeringfaculty #positive #optimistic
"Jangan mengakui kesuksesan sebagai milik kita sendiri. Kembalikan kesuksesan itu juga pada orang-orang yang sudah membantu kita meraihnya. " - Ciputra Enterpreneur – Read on Path.
You will never be happy if you continue to search for what happiness consists of. You will never live if you are looking for the meaning of life.”
― Albert Camus
"Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dia ladang hati, yang dengan kasih kautaburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa". (KAHLIL GIBRAN)
Pengin go Internasional? Tapi bingung gimana caranya?
Pengin tau gimana tips menjadi mahasiswa berprestasi?
Atau ingin menjadi juara lomba?
Tapi kuliah tetep lancar dan organisasi tetap oke?
Yuk gabung dengan acara "Diseminasi Karya Paper Internasional dan Sharing Prestasi Juara"
Har/tanggal : Kamis,5 Maret 2015
Waktu : Pukul 13.00 - 15.30 WIB
Tempat : Ruang Ramah Tamah Dekanat FE-UNY
HTM : 10k
Pendaftaran :
Sms : Nama_Prodi_Univ kirim ke 085878656182 atau datang langsung ke kantor IMB (Islamic Mini Bank) GE2. 102 (Belakang Dekanat FE), Fakultas Ekonomi UNY