Untukmu, Sang Fajar
Pagi ini, sudah berulang kali aku mengakhiri setiap mimpiku bersama dengan kecupan lembut darimu. Ntah mengapa setiap mimpi buruk ataupun baik, kamu selalu datang memelukku mesrah. Seolah berkata bahwa tak ada yang lebih baik darimu yang mengerti tentang diriku. Tapi di satu sisi aku pun juga sadar bahwa datangmu bukan pula hanya untukku, ada yang juga kamu datangi selain diriku, ada juga yang kamu peluk manja melebihi diriku atau mungkin kamu hanya ingin menunjukkan bahwa sang fajar adalah sosok yang adil.
Namun, meski bagaimanapun engkau, aku selalu mencintaimu dalam diamku, dalam setiap jam malamku, dalam setiap siangku, soreku, bahkan ketika senja datang menghampiri dan mengucapkan selamat tinggal untuk pertemuan di sore selanjutnya sebelum hilang dan berganti malam. Rasa cintaku masih tetap sama. Untukmu, sang fajar.







