CALL!!! +62 812-1552-7934 Benarkah Fear of Missing Out (FOMO) Merupakan Gangguan Jiwa - cs.lekasehat.com
FOMO atau fear of missing out adalah istilah yang kerap dipakai kaum muda akhir-akhir ini. FOMO adalah peristiwa nyata yang sering terjadi dan menjadikan kadar kecemasan seseorang bertambah secara pasti. FOMO bisa menyerang siapapun, tapi beberapa orang akan mempunyai resiko tinggi.
Berikut adalah informasi tentang FOMO, dan bagaimana cara mengatasinya :
FOMO dikaitkan dengan perasaan tidak aman saat orang lain memiliki hidup yang lebih baik, lebih menyenangkan, dan memiliki banyak pengalaman dibanding dirinya. Hal ini menyebabkan perasaan iri dan akan memengaruhi pendapat seperti membandingkan dirinya dengan orang lain. FOMO acapkali timbul dikarenakan oleh sosial media bergambar seperti Instagram dan Facebook. FOMO biasanya berasal dengan semakin kerapnya seseorang menghabiskan waktu di depan layar smartphone.
FOMO dapat menyebabkan dampak-dampak buruk bagi penderitanya. Berikut dampak buruk dari FOMO
1. Berdampak pada Kesehatan mental
Pada dasarnya FOMO adalah sebuah kecemasan pada seseorang. Di era serba digital, kecemasan seseorang akan semakin meningkat karena adanya akses informasi menjadi lebih mudah sehingga paparan akan lebih banyak. Jika tidak segera diatasi, FOMO akan berkembang menjadi General Anxiety Disorder. Hal tersebut akan berefek pada berbagai aspek kehidupan seseorang terutama konsentrasi, minat kerja, dan menjadi susah tidur. Semakin berkembang, gangguan tersebut bertransformasi menjadi gangguan somatoform yaitu gangguan ketidaknyamanan pada organ-organ tubuh seperti nyeri kepala, berdebar-debar, nyeri otot dan nyeri perut.
2. Berdampak pada hubungan Sosial
Pada individu yang mengalami FOMO, akan mendapati dirinya emosi kurang stabil. Semakin lama FOMO dibiarkan, kecenderungan mengeluarkan kata-kata kasar akan semakin besar. Komentar-komentar yang tidak seharusnya juga serong dilontarkan. Hal tersebut membuat orang sekitar akan mengurangi interaksi dan memengaruhi kinerja kelompok.
3. Menjadikan dirinya pribadi yang tidak membutuhkan orang lain
Pada seseorang yang terkena FOMO, kecenderungan niat untuk bertemu orang lain akan menurun. Dikarenakan kurang adanya kepuasan terhadap apa yang mereka jalin dengan orang lain.
Cara mencegah FOMO
Dasarnya, sebuah ketakutan akan dapat dihadapi dengan menikmati apa yang didapat saat ini. Maka kita harus melakukan JOMO (Joy of Missing Out). JOMO diartikan sebagai perasaan cukup terhadap apa yang didapatkan. Pribadi yang memakai JOMO cenderung akan lebih tenang dan santai tanpa takut mengacuhkan kesenangan bersama orang lain. JOMO dapat melatih seseorang untuk mengatur kegiatan dan obsesi salah satunya adalah mengatur waktu penggunaan social media. Selain itu, melakukan kegiatan lain selain melihat social media akan sangat membantu mengurangi FOMO. Lakukan hal-hal sederhana dan lakukan hoby yang menyenangkan. Susun jadwal atau rencana kedepannya sehingga kita mempunyai kesibukan yang dapat mengalihkan kita dari kecanduan social media. Bangun koneksi lebih dalam dengan orang-orang sekitar, sahabat maupun menghubungi teman lama.
Jika kecemasan berlanjut dan semakin parah, wajib dilakukan jadwal kunjungan ke psikolog atau psikiater agar segera mendapatkan penanganan.
















