Kasih yang lebih dari segalanya
Seringkali kita mudah untuk terkagum pada seseorang, entah karena prestasinya, akhlaqnya, ketampanannya atau kecantikannya. Dan tanpa disadari saat itu kita sedang mengagumi penciptanya.
Namun seringnya kita salah mengartikan, kita merasa terlalu nyaman bersandar pada ranting yang mudah patah.
Jarang merasa bahwa ada Ia yang berikan kasih tiada tara. Mata ini, jari ini juga pendengaran dan segala yang ada pada diri setiap manusia jika diperintahkan berhenti dengan fungsinya olehNya, apalah kita? Sedang kita selalu saja mengagung agungkan semua hal yang melekat pada diri padahal pada hakikatnya kita tak punyai apapun, semua hanya titipanNya.
Lalu apa yang bisa disombongkan?