Portable Hegemoni Cinta
teruntuk lintasan sajak yang dibumbui makhluk mistis bernama cinta,
buat apa lagi jemarimu menafsirkan gagasan primitif itu
dengan bahasa melayu, yang dihujankan bersama sentuhan berlian
yang kau tuliskan dalam judul, hanya melahirkan elegi kenyamanan
tanpa perlu definisi, kau terang-terangan berontak, karena tak punya pasangan.
makhluk mistis itu sekedar kebutuhan, bukan pelangi pengantar kesejukan
tak lain pula penghangat ruangan yang ikut serta dalam penanaman ekonomi
sungguh imajinatif, rangakaian katamu seolah memperjuangan semua umat
penciptaan seri depresif kumpulan kisah pelarian realita.
dari dengarmu, makhluk itu berdasar ideologi tanpa deskripsi
landasan naif bagi keselamatan akhir nanti, agar kau tak sendiri.
pura-puranya berujung sakit hati, yang kau lupakan hingga mati.
jangan kau sandingkan pemeliharaan makhluk itu dengan sebait puisi
bahkan nafsu pun lebih asik daripada memetik kasih sayang
makhluk itu bukan pemikiran
bukan pengalaman
bukan mimpi surgawi
bukan hal estetik
bukan kenyamanan
melainkan benda abstrak pemuas kebutuhan yang dituhankan oleh para manusia primitif
toleransi kini diasapkan, diembunkan dalam kemunafikan
silahkan bermasturbasi ria dengan penciptaanmu sendiri
hingga nanti, hingga kau mati kering berdua dan menguap tak alami












