Manusia itu makhluk penuh keterpaksaan; hidup dan bernafas diantaranya. Menjadi yang di paksa, atau menjadi yang terpaksa, atau bahkan tidak ada hentinya menjadi yang memaksa. Manusia hanya berputar disekitarnya. Tidak pernah benar-benar pergi jauh. Ada manusia yang merasa selalu mempunyai pilihan untuk menjadi apapun yang di inginkannya, kuasa di tangannya—membusung dada dibalik rapuhnya hati. Jangan bohong, kau tidak lebih dari selembar daun kering yang menunggu terinjak. Apa yang salah dengan menjadi rapuh?
@lustermoonlight














