Pulang-Pergi / 2021 / Tere Liye / Penerbit Sabak Grib Nusantara / 414 hlm.
Novel ini adalah lanjutan dari novel Pulang dan Pergi karya Tere Liye sebelumnya. Dimulai dengan cerita pertunangan Bujang si Babi Hutan dengan Maria putri Otets, salah satu penguasa shadow economy di Rusia. Dalam perjalanan memenuhi panggilan Otets, Bujang menghampiri Tuan Salonga di Manila, bersamaan dengan munculnya tokoh baru bernama Junior yang sangat cerdas dan pendiam. Junior adalah salah satu murid Tuan Salonga. Dari Manila perjalanan Bujang berlanjut ke Moskow, dan diteruskan ke Saint Petersburg. Di Moskow, Bujang, Salonga dan Junior bertemu dengan Thomas, salah satu tokoh dalam novel Negeri Para Bedebah.
Setibanya di Saint Petersburg muncul lagi tokoh baru, kepala salah satu tim tukang pukul Bratva bernama Natascha. Tim tukang pukul tersebut bernama Black Widow, yang kemudian menjadi aktor utama pembunuh Otets pada rencana pernikahan Bujang dan Maria. Rencana pernikahan tersebut berantakan karena Black Widow melancarkan serangannya. Natascha adalah salah satu anak dari keluarga yang pernah dibunuh oleh Otets di masa lalu. Bujang, Maria, Salonga, Junior, dan Thomas yang berhasil lolos dari Black Widow melanjutkan perjalanan melarikan diri ke Pulau Kotlin menemui kolega Otets bernama Ivan dan Elena, salah satu pengikut setia Bratva. Mulai dari sini, si kembar Yuki Kiko muncul Kembali untuk bergabung dalam cerita. Setelah dihajar oleh pembunuh bayaran bernama Fam-kill-ly di rumah Ivan, rombongan Bujang melanjutkan pelarian dari Estonia menuju Latvia. Di sana terjadi pertempuran besar antara rombongan Bujang dengan tukang pukul Natascha. Lalu si kembar dan White pun datang.
Lolos dari pertempuran, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Belarusia. Di jalan mereka bertemu dengan pembunuh jalanan bernama Fast7. Setelah lolos dari pembunuh tersebut, rombongan beristirahat sebentar di rumah seorang nenek salah satu korban radiasi nuklir Chernobyl. Dalam perjalanan menuju Belarusia, rombongan bujang Kembali bertemu pembunuh berbentuk bom lebah milik Yuri. Tapi pada akhirnya mereka berhasil selamat bertemu dengan Paman Dimitri, saudara kandung Otets, satu-satunya tempat terakhir yang diminta tolong Maria untuk membantu rombongan melawan Natascha. Karena dendam masa lalu, Dimitri awalnya menolak, akan tetapi setelah kotanya diteror keamanannya, dia pun menyetujui.
Dalam perjalanan yang selalu saja diketahui posisinya oleh Natascha, akhirnya Bujang menyadari bahwa gelang manik-manik dari Maria lah yang menunjukkan lokasi dimana rombongan berada sehingga Natascha terus dapat melancarkan serangan. Dari sini, Bujang mengatur baik-baik strategi menyerang Natascha. Semua rombongan berangkat menuju Saints Petersburg untuk melancarkan serangan. Bujang bertemu dengan saudaranya, Diego, dalam serangan ini. Di pertemuan ini, Bujang akhirnya mengetahui rahasia kakeknya si mata merah dan mampu memenangkan perlawanan dengan Diego. Sementara itu pasukan lain sedang kewalahan menghadapi Black Widow, Junior datang dengan bom lebahnya hasil modifikasi pemrograman yang dibuat oleh Yuri. Selesai.
Cerita di novel Pulang-Pergi ini jadi menarik karena banyak humor yang diciptakan oleh pertemuan tokoh-tokohnya. Romantika Bujang dan Maria juga menambah kesan tersendiri di perjalanan cerita keseluruhan yang menegangkan. Dan ciri khas Tere Liye yang selalu mengaitkan cerita dengan kondisi dunia nyata pun ada di buku kali ini, berikut cuplikannya.
“Benar sekali Dik. Tumpahkan botol ini di Beijing, atau London, atau Jakarta, maka dalam kurun waktu 24 jam, sepuluh ribu penduduk kota itu terkena serangan virus. Demam. Batuk. Mirip seperti gejala flu, tapi dengan rasio kematian 90% lebih. Lima hari kemudian, virus itu menyebar ke seluruh negeri, satu juta penduduk kota tertular. Sepuluh hari kemudian, virus itu mulai terbang ke seluruh penjuru dunia tanpa disadari siapapun. Satu bulan kemudian, satu miliar penduduk bumi tertular.” - kata Diego kepada Bujang saat menjelaskan senjata biologis yang disiapkan oleh Otets.
Kabar membahagiakan untuk penyuka novel ber-genre action dari Tere Liye ini adalah akan ada lanjutan sekuelnya lagi ! Berjudul “Bedebah di Ujung Tanduk”, mari kita tunggu. Untuk aku yang sangat malas membaca, novel ini jadi suplemen yang bagus untuk memulai kembali perjalanan membaca di tahun 2021, semoga saja kemauannya konsisten dan tidak kandas di tengah jalan.