• Guru; digugu lan ditiru, dalam Bahasa Indonesia artinya dipatuhi dan dicontoh. Maka sudah seharusnya menjadi guru memiliki sopan dan santun yang baik. Menjadi guru tak sekadar mengajarkan membaca, menulis, atau bahkan berhitung, lebih dari itu. Guru mengemban amanah luar biasa untuk membantu anak-anak merawat mimpi, juga menanamkan kembali nilai moral yang sebelumnya sudah didapatkan dari lingkungan keluarga dan sekitar. Menjadi guru tak semudah yang saya bayangkan. Sungguh, akan ada banyak hal yang dikorbankan. Waktu yang tersita, kesabaran yang diuji, pun pikiran dan tenaga yang terkuras. Guru ialah orangtua kedua di lingkungan sekolah, yang akan dengan tulus menuntun anak-anak belajar mengeja hingga mampu membaca, melerai pertengkaran antar anak di dalam kelas kemudian menghangatkan suasana seperti semula. Guru ialah sosok yang tak akan bisa dilupakan sejauh apapun kaki kita menapak. Dan bulan lalu, tepatnya tanggal 23 Oktober 2017 saya benar-benar merasakan betapa repotnya menjadi guru. Terjun langsung menjadi pengajar pada salah satu sekolah dasar di Pulau Pramuka, menghadapi anak-anak yang luar biasa aktif dan cerdas. Seketika terlintas di ingatan tentang semua guru-guru saya yang luar biasa, pun guru-guru di luar sana terlebih di pelosok negeri. Mereka rela mengorbankan segala sesuatunya untuk membangun dan merawat mimpi anak. Menuntun bukan mendorong. Mendukung bukan menghakimi. Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh guru yang ada. Terima kasih sudah menuntun kami semua, terima kasih sudah rela mengeluarkan segala peluh. Jasamu akan selalu abadi. Dan semoga tak pernah jenuh mengajarkan hal-hal baik, pun membantu anak-anak merawat dan menggenggam mimpinya. in frame guru idola saya @astadewanti • 📷 diabadikan oleh @hanif.m3 • #CERITAGURUKIJP #HariGuruNasional #PulauPramuka #berlayarmakinasyik #volunteering #JelajahPulauID (di Pulau Pramuka - Kepulauan Seribu)













