Tadi pagi saya lari di sekitaran UI. Larinya bareng Meri dan Dhania. Karena Meri tak kunjung datang, saya lari duluan. Setengah UI sudah saya kelilingi. Akhirnya Meri datang. Kami pun melanjutkan pe"lari"an, ya, walaupun saya sudah berkeringat dan baju sudah basah. Menuju jalan ke asrama, kebetulan sekali bertemu dengan Rissa dan suaminya. Mereka juga mau lari pagi. Seru yaa.. hehehe... Setelah foto-foto dan ngobrol sebentar, kami lanjut lagi. Setelah selesai, kami kembali ke Pusgiwa, markasnya Mapala, kebetulan Meri ini anak Mapala. Sekadar untuk numpang minum dan istirahat. Tak lama PusPus datang. Puspus adalah anjing yang tinggal di Pusgiwa. Kata Meri, sebenarnya dulu ada tiga anjing. Tapi yang dua entah ke mana, diambil orang sepertinya. Tiga anjing itu diberi nama Puspus, Gigi, dan Wawa, Pusgiwa.Tapi kini hanya tinggal Puspus yang tersisa. Usia Puspus sudah tua menurut ukuran usia anjing. Tapi anjing ini sangat jinak. Dia tidur-tiduran untuk minta dielus-elus. Dhania dan Meri mengelus-elus Puspus, saya masih belum berani. Puspus itu lucu. Matanya itu looohh. Kata Meri dan Dhania, kadang mereka lari dengan Puspus. Pun ketika kami ingin pulang, Puspus ikutan mengejar. Dia mengira kami akan mengajak dia lari. Ah, Puspus, kamu sih bangunnya kesiangan. Kami sudah lari tadi. Besok lagi aja yaa... Karena berkenalan dengan Puspus, saya juga jadi berkeinginan punya anjing deh. Tapi tenang aja Pak Haji, jangankan dia menjilat, teman saya yang menjilat akan kuhajar dia. Hehe begitu kata si Surayah Pidi Baiq. Anjing itu juga ciptaan Allah kok, yang juga ingin disayangi dan dihargai. :))