Saya kira persoalan tempat wudhu laki-laki di Perpus DKI Jakarta bakal cepat ditangani. Saya tunggu dari dulu, ternyata sampai sekarang belum juga selesai. Tiap jam shalat, lantai perpus dari toilet sampai ke musholla laki-laki pasti becek. Kenapa belum ketemu solusi, ya? Padahal soal alur manusi saja.
Iya, memang selalu dipel, cuma ini bukan solusi permanen dan rasanya desain ruang perpustakaan ini jadi nampak bermasalah. Saya mengapresiasi karena sudah kasih ruang untuk shalat. Tapi sepertinya bisa lebih integral soal pengaturannya.
Semoga bisa segera ada solusi jangka panjang.



















