seen from China
seen from Netherlands
seen from China
seen from Greece
seen from United States
seen from Greece
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from Greece

seen from Greece
seen from China

seen from Maldives
seen from Poland
seen from Russia
seen from India

seen from United Kingdom

seen from Canada
How beautiful it is that Allah ﷻ gives us countless opportunities to turn to Him.
No matter what you have done, or how far you have gone, His doors of Mercy are always open.
فَفِرُّواْ إِلَى اللَّهِ
Turn back to Him!
It’s hard to be inside ourselves
When we can't control our brain and mind
Reminder..
Make yourself a priority.
“così si sale alle stelle”
https://twitter.com/ferdiriva/status/1501526039201480708?s=21
Habis baca tweet ini dan yang lebih seru justru ada di reply netizen. Memberikan gambaran bagi kita, sebelum terjadi bahkan naudzubillah sampai terjadi pada kita. Curhatan-curhatan tersebut menunjukkan bahwa yang bisa menyayangi anak sepenuh hati siapa lagi kalau bukan orang tuanya.
Di sisi lain saya justru merasa wajar semakin hari banyak ART yang “jahat”, karena kenapa dia harus lelah lelah ngurus anak orang kan? Kita saja tau, ayah dan ibu kandung bisa gak sabar mengurus anak karena begitu berat dan melelahkan peran itu, jadi bayangkan saudara saudara… apalagi orang lain yang bahkan tidak kita kenal mengurus anak-anak kita. Cerita-cerita dari netizen itu menggambarkan bagaimana peran menjadi ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan yang mudah. Menjadi istri penuh waktu dan ibu penuh waktu bukan pilihan yang mudah, banyak wanita hebat yang mengorbankan karir, mimpinya, waktunya untuk memberikan yang terbaik buat anak-anaknya agar tumbuh penuh kasih sayang dan didikan yang terbaik.
Tidak dapat kita pungkiri, banyak ibu, banyak wanita yang tetap harus bekerja karena harus memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, atau kebutuhan sosialnya. Jika memang mau direnungin, apabila memang tersedia pilihan untuk tidak bekerja demi mengurus anak maka itu juga pilihan yang luar biasa. Pengorbanan yang sangat mahal harganya, tapi jika dilewatkan karena sekedar ego pribadi atau kepentingan yang tidak mendesak maka penyesalan di masa depan mungkin takkan berakhir. Menitipkan pada kakek nenek atau om tante mungkin saja dilakukan sesekali, tapi mereka sudah tua dan tentu saja punya kewajiban hidupnya masing-masing. Akan lebih baik jika kita mampu menyeimbangkan antara karir dan rumah tangga, tapi ketika usia anak masih kecil wah sungguh tantangan luar biasa menjalankannya.
Sedih sekali membacanya tidak sedikit ibunya berkarir penuh harta tidak kurang tapi sang anak diurus asal asalan oleh ART sehingga kurang gizi, terluka, atau dibentak hingga berpengaruh pada psikis. traumatic kurang kasih sayang.
Siapa yang mampu mengajarkan sepenuh hati makna kehidupan, tauhid, iman, sopan santun, rasa kasih dan penuh cinta kepada anak kecuali ayah dan ibunya sendiri di tengah zaman yang semakin tidak terkendali. Itulah dan sadarilah bagi para laki-laki bahwa peran mengurus anak sangat berat, dan jelas bukan sekedar peran wanita. para ayah punya peran sangat besar dalam mengatur mau dibawa kemana istri dan anak-anaknya. Jika memang sangat sulit maka upayakan mencari ART sebaik mungkin dengan pengawasan dan evaluasi, atau mencari daycare dengan reputasi terbaik. Perlu kita ingat ketika akhirnya kita memutuskan berumah tangga, kita juga menyadari bersamaan dengan itu Anak adalah titipan tuhan yang berharga dan harus dirawat penuh tanggung jawab.
Selamat belajar bagi kita semua. Calon orang tua yang baik