SuratAndin #11: Pemilik Senyum Paling Indah
Aku sedang mendengarkan lagu Cantik milik Kahitna saat menulis di atas kertas ini. Maaf sebelumnya, jika dengan cara ini aku terlihat sangat pengecut di matamu.
Yaa, tapi sepertinya begitu. Aku terlalu takut untuk sekedar menanyakan namamu. Aku sudah hapal betul bentuk wajah perempuan yang tak kuketahui namanya ini. Bulu mata lentik, 1 buah cacat wajah indah yang dinamai lesung pipi di sebelah kiri, dan segaris senyum yang sangat pantas menghias wajahmu.
Sungguh, aku untuk pertama kali dibius oleh segaris senyum yang kau sunggingkan, yaa.. walaupun senyum itu tidak tertuju padaku.
Begini, sudah lama waktu berjalan, aku mengagumimu sudah cukup lama. Aku menjadi pecandu saat senyummu sudah cukup lama. Tapi untuk sekedar bertanya nama aku tidak sanggup.
Boleh kan aku tau nama yang akan kusebut di dalam do'a saat aku meminta seseorang kepada tuhan? Semoga saja boleh. Jika perkenalan sudah kamu restui, aku akan berjanji bertindak cepat dan hati-hati ketahap yang selanjutnya.
Oh iya, semua hal di atas yang kuucap adalah benar. Aku benci saat seseorang berbohong, alhasil aku tak ingin menjadi orang yang jago menggombal. Semua hal di atas adalah murni kekaguman atas ciptaan tuhan.
Semoga ini tidak terlalu menyebalkan.
Saat sekarang kita berada di kelas bahasa inggris.