Tidak apa-apa jika kita memulai dengan saling membaca luka. Izinkan aku masuk ke dalam dirimu, mencari-cari letak lebam yang membuatmu tercekat dan kesakitan.
Seiring kita berjalan, kamu juga boleh membaca aku. Kenal seluk-beluk dan bagaimana bentuk cinta yang membuat aku menjadi aku yang sekarang.
Kita tidak perlu memaksa agar kita saling mengerti. Baiknya, kita lalui dengan mengalir. Jika hari berganti dan hati kita saling membutuhkan, semoga luka itu sudah tidak sekarat dan sudah terhapus setiap inci rasa sakit yang membuat kita tidak pernah yakin dan layak untuk memulai lagi.
Semoga aku orangnya, semoga kamu orangnya. Semoga memang inilah tujuannya. Semoga kita layak berjalan beriringan, dan menulis berbagai kisah mengenai kita yang dimulai dari cara merawat luka.














