"Laki-laki itu dihargai karena perjuangannya.
Perempuan dihargai karena penjagaannya."
- arikaputra
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Sweden
seen from Maldives
seen from China

seen from Sweden
seen from China

seen from Sweden
seen from Germany
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States
seen from China

seen from Türkiye
seen from Russia

seen from France

seen from Brazil
seen from United States

seen from Japan
"Laki-laki itu dihargai karena perjuangannya.
Perempuan dihargai karena penjagaannya."
- arikaputra
A better muslimah, a better slave of Allah, till Jannah InshaAllah. 😇 #elsajidaShares #elsajidaQuotes #quotemuslimah #muslimah #islam (at Malaysia) https://www.instagram.com/p/CEoDlcbh9wy/?igshid=ps9mselyqkvv
"Khawatirmu akan dosa jauh lebih baik daripada takaburmu akan pahala"
- Arika Putra
"Setiap kita akan diminta menjadi dewasa, entah oleh buah pemikiran ataupun dipaksa oleh keadaan."
- arikaputra
4/365
"Setiap kita mungkin bisa berbohong tentang apapun, namun tidak akan pernah bisa menjaganya sampai kapanpun."
Karena hakikatnya 'bangkai' itu akan berbau dan bertambah baunya jika dalam waktu yang lama.
Maka bersyukurlah jika lisan terbiasa berucap jujur, karena tak ditemukan 'bau tak sedap' yang bisa membuat orang menjauh darinya.
Wallahua'lam bishawab
Enyahkan 'Payung' disaat Hujan
Beberapa dari kita mengira bahwa rezeki kita tertunda, sedangkan yang lain sedang panen berlimpah ruah.
Beberapa dari kita sibuk mengerutui takdir, atas ikhtiar yang tak sesuai hasil. Sedangkan disisi lain, ada yang sedang dianugerahi limpahan hasil.
Terkadang, kita merasa bahwa Allah tidak memberikan rezekiNya kepada kita. Usaha ini, tutup. Bisnis itu, bangkrut dan lain sebagainya. Seolah-olah meminta kita berprasangka " kenapa ya Allah tak memberikan rezeki kepada kita?"
Pernah mengalami? Jika iya, maka pertanyaannya akan diubah jadi "BENARKAH DEMIKIAN?"
"Benarkah Allah tidak memberikan Rezekinya untuk kita?"
Mari kita analogikan rezeki dengan Hujan yang Allah turunkan. Jika Allah menurunkan hujan di tempat kita, dan saat itu kita sedang berada di sana. Apakah kita akan kehujanan (read : ditimpa rezeki)?
Jawabannya tentu Iya. Mengapa? Karena air yang Allah turunkan akan langsung membahasi kita.
Namun berbeda halnya jika ketika hujan. Kita mengambil payung, menggunakannya sehingga tidak terkena hujan. Maka hanya sedikit sekali air yang akan membahasi. Hanya Percikan-percikan air saja.
Maka seperti itulah halnya tentang rezeki. Bukan Allah yang tidak menurukan hujan (rezeki), tapi kitanya yang menutupi diri dengan payung. Sehingga Rezeki yang Allah berikan tidak mengenai/diterima oleh kita.
"Kita menyangka Allah yang membatasi rezeki, padahal kita sendirilah yang menutupinya."
Lalu jika hujan adalah Rezeki, maka apa yang menjadi Payungnya (penghalang)?
"Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rezekinya dikarenakan dosa yang dilakukannya." (HR. AHMAD)
Wallahu a'lam bishawab
"Seharusnya kita ingat, setiap kali telunjuk kita dihadapkan pada orang lain. Masih ada tiga jari lainnya yang menghadap ke diri sendiri."
Inilah esensi sebuah nasihat sebenarnya, bahwa apapun yang kita sampaikan. Utamanya adalah untuk diri kita sendiri.
- Arika Putra
"Pondasi itu bernama Ampunan Allah"
Ibarat dqlam membangun sebuah rumah? Apa yang pertama kali dipikirkan agar bangunannaya kokoh bertahun-tahun?
Apakah tiangnya, atap, ataukah pondasinya?
Maka tidak lain, tidak bukan pondasilah hal utamanya.
Percuma kalau kita bangun rumah bertingkat 2, kalau pondasi yang kita gunakan cuma cukup bertingkat satu.
Percuma juga kalau kita bangun atap yang bagus, cat dengan warna yang indah, kalau pondasi rumahnya kropos dan tidak kuat. Karena alhasil dalam beberapa tahun ia akan roboh kembali.
.
Maka sama halnya dalam kehidupan ini, kalau kita ibaratkan amalan-amalan itu sebagai Tiang. Yaitu ibadah shalat, puasa, membaca Al-quran. Ketahuilah bahwa itu adalah tiang-tiangnya saja, bukan pondasinya.
.
Berapa banyak orang diantara kita yang melakukan shalat, tapi rezekinya masih seret? Padahal Allah katakan "akan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi mereka yang bertakwa?"
.
Berapa banyak diantara kita yang pandai membaca Al-quran. Namun dalam kehidupan sehari harinya seolah jauh dari Al-quran?
.
Maka tiang-tiang itu perlu pondasi yang kokoh. Pondasi yang tak goyah kedepannya. Pondasi yang bisa membuat penghuni di dalamnya terasa nyaman berada di dalamnya.
.
Apa pondasi itu? Yang siap menopang tiang-tiang bernama shalat, sedekah, membaca Al-quran dan amalan lainnya?
.
Pondasi itu bernama "Ampunan Allah swt."
.
Karena pertolongan Allah itu hadir saat hambanya beristighfar, bertaubat diri atas dosa-dosannya.
.
Karena rezeki Allah itu pun hadir saat hambanya tak terhalangi doa akibat dosa-dosannya.
.
Maka perkuatlah pondasi terlebih dahulu, jangan mereka 'saleh' hanya karena kita sudah sering beramal. Karena setan bisa dengan mudah mengelincirkan hati kita tanpa diketahui.
.
Maka sebelum fokus dengan tiang-tiang pancang yang tinggi bernama Amalan. Fokuslah terlebih dahulu pada pondasi yang kokoh bernama Ampunan.
.
Regards,
Arika Saputra