Dear Kamu..
Entah kenapa, setelah aku mencoba untuk meruntut doa-doa yang selalu aku panjatkan dari dulu sampai sekarang kok aku ngerasa satu per satu aku baru menyadari kalau semua baris-baris doa yang ku panjatkan mengarah kepadamu.
Entah ini suatu kebetulan atau kebetulan yang aku kaitkan padamu?
Namun walaupun aku merasa ada yang aneh dengan semua kebetulan-kebetulan yang mulai terkait, tapi logika menyuruhku untuk tidak terlalu berharap. Karena aku tak ingin memulai berharap pada sosok lelaki yang kebetulan semua doa yang ku panjatkan ada didalam dirinya kelak menjadi jawaban atas doaku.
Ketika aku mulai berharap kamu jawaban atas doaku, maka seketika itu pula aku mulai terobsesi padamu. Dan aku tak mau melakukan itu. Karena aku sadar kamu tak pantas untuk aku perlakukan begitu.
Kamu lelaki yang ku nilai baik di mataku.
Kamu yang jauh dari jangkauanku, yang sulit aku gapai keberadaanmu.
Kamu, yang tanpa kau sadari mengajarkanku atas pentingnya sadar diri dalam bermimpi untuk mengharapkan sesuatu.
Allah tak akan pernah salah dalam memberikanku jodoh kelak, karena Allah tau apa yang aku butuhkan tetapi bukan yang aku inginkan.
Kelak ketika aku sudah berjodoh dengan seseorang, aku berharap saat ini ketika kita masih belum disatukan, dia akan menjaga apa yang selama ini aku jaga.
Perempuan baik akan berjodoh dengan laki-laki baik pula. Walaupun kemungkinan mereka pernah berbuat salah dimasa lalu, namun kelak dimasa depan mereka akan sama-sama belajar bersama untuk menjadi seseorang yang lebih baik.
Sosok orang baik, menurutku bukan dilihat hanya dari mata, namun dari hati. Karena apa yang kita lihat belum tentu itu yang sebenarnya.
oleh : rahma luhuri







