
seen from United States

seen from Germany

seen from Germany

seen from Bosnia & Herzegovina
seen from China

seen from Spain

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Denmark
seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Maldives
seen from Canada
seen from Germany
seen from Singapore
Ramadan: Day 18
Tak perlu terobsesi untuk menjadi yang paling dikenal, berambisilah untuk terus bisa bermanfaat.
Untuk menjadi bermanfaat tidak perlu harus terkenal.
Ketika kamu masih sendiri, usah peduli tentang trending jomblo sana-sini. Berhentilah berlarut dalam kedukaan menanti pasangan menjemput. Bersedihlah bukan karena kamu masih sendiri, bersedihlah ketika sendirimu dalam waktumu yang bebas terlewati sia-sia. Jangan sampai setelah datang masanya berdua kamu menyesal, “Andai waktu sendiri dulu aku begini dan begini”.
Ketika nanti kamu telah dipertemukan dengan pelabuhan hatimu, semoga dengan bersamanya dapat memperluas manfaat yang dibagikan. Saling mendukung dan mendo’akan dalam setiap bait kebaikan. Usah bandingkan dengan si A, si B, siC, si D, ...,si Z. Cukup tutup hari dengan saling introspeksi dan merancang kebaikan untuk esok dan seterusnya.
Ketika nanti rumahmu sudah penuh dengan tawa-tangis si kecil, semoga kebaikan selalu hadir dalam surga kecil tempat sementara menetap. Menularkan kebaikan dan kebermanfaatan untuk penerus generasi.
Ketika nanti usiamu menginjak senja, semoga tenaga yang masih dipunya mampu membawamu pada kebaikan apapun yang bisa ditebarkan. Pada lingkungan yang jauh lebih luas, setidaknya teladan baik untuk anak-cucumu kelak.
Ketika nanti kamu telah tiada, semoga namamu selalu abadi lewat setiap kebaikan dan manfaat yang terus coba ditumbuhkan. Meski ketika nyawamu masih menyala, tak banyak penduduk bumi yang mengenalmu. Tapi nanti ketika masanya tiba, kamu akan takjub bahwa namamu begitu bersinar diruang-ruang langitNya. Dirindukan para malaikat yang mulia dan ta’at.
Semoga akhir nanti kita akan puas, karena sunyinya pujian dunia telah diganti dengan sanjungan indah di ruang-ruang langitNya. Semoga setiap kebaikan sekecil apapun dalam kehidupan, menjadi pemulus langkah menuju surgaNya.
Semoga kita kembali bersama di surgaNya yang indah, selamanya dan tak akan pernah terpisahkan.
Day 18 حسبي الله عند الميزان Allah is sufficient for me at the place of Mizaan. (The Balance for weighing the good & bad deeds on The Day of Judgement) #Aameen #ramadan #dua #ramadankareem #رمضان #Ramadan2018 #Ramadhan2018 #Ramadanmubarak #suhoor #islamicsaying #رمضان المبارك #CoutureIslamicArtQuotes 💚 FOLLOW @coutureislamicart for the full series InshaaAllah #RamadanDay18 #Day18
#ramadan #ramadanday18 #ramadan2023 #neematdiary https://www.instagram.com/p/CqzJzxTI6lZ/?igshid=NGJjMDIxMWI=
#QuoteOfTheDay (20200512): “Engkau tidak sendirian. ‘Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat dan mengabulkan (doa)’ (QS. Hud:61).” (Abu Mahira) Kala tinggal sendirian, sejatinya kita tidak sendiri. Selagi Ramadhan, alangkah baiknya bila kita menghabiskan sebagian waktu kita bersama firman Allah, Al Quran. Mentadaburinya. Di dalam tafsir Al-Wajiz, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan, “Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kedekatan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya. kedekatan ini tersebut dalam firman Allah, “Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Dalam firman Allah, ”Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb),” serta ayat lain, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah dan jawabanNya terhadap doa-doa hambaNya, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib.” #RamadanDay18 #OneDayOneJuz #Learn #Quran #Tadabbur #Allah #Qarib #Mujib #Near #Responsive #Grant #Pray Telegram Channel: https://t.me/xQoTD https://www.instagram.com/p/CAD992EAXWa/?igshid=1997jfvsocv23
#ramadanday18 #ramadan #ramadan2020 #ramadanchallenge https://www.instagram.com/p/CADHy_PpcfF/?igshid=uro0rll752g4
Ikhtiar dan Tawakkal . Dalam menghadapi kehidupan ini, diperlukan kerja sama yang bagus dan apik antara ikhtiar dan tawakkal. Ikhtiar adalah usaha dari seorang hamba. Usaha di sini bukan usaha ecek-ecek, tetapi usaha maksimal. . Hadis menyebutkan beramallah semampu kalian. Lalu ada yang bertanya, seperti apakah semampu kalian itu? Apakah cukup mengambil porsi termudah dari sebuah amalan? Lantas dijawab, misalnya dalam lomba lari, berlarilah hingga kau benar-benar tak mampu lagi berlari. Itulah makna sesungguhnya dari semampu kalian. . Kadang kala beberapa kita tak mau lagi berusaha ketika ingin mengubah keadaan. Kita hanya mengandalkan doa saja. Doa tanpa usaha itu bohong, usaha tanpa doa itu sombong. Jadi keduanya memang benar-benar harus seimbang. Usaha ada, doa juga ada. . Ikhtiar dan doa adalah peran hamba. Perintah Allah dalam Alquran bahwa Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mau mengubah nasib mereka sendiri. Perintah berdoa juga ada. Berdoalah kepada Allah maka Allah akan mengabulkan doa. Tetapi dengan syarat dengan beriman dan menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. . Setelah usaha maksimal dan doa yang sungguh-sungguh, baru kemudian bertawakal atau berserah diri kepada Allah. Jangan tiba-tiba sudah tawakkal tanpa berusaha dan berdoa terlebih dahulu. Semoga kita senantiasa mau berusaha dan berdoa lantas bertawakkal kepada Allah. . @muhamin25 #Ramadan1441H #Ramadanday18 #onedayonepage #dakwahdigital #11052020 (di Kanor, Jawa Timur, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CACxIH8JPnw/?igshid=kigqr9900vsg
#QuoteOfTheDay (20200511): “Di Ramadhan ini, semoga Allah mengabulkan doa-doamu. Semoga engkau selalu ceria, salehah dan menjadi penyejuk mata bagi kami.” (Abu Mahira) Doa memohon, “...dan keturunan kami sebagai penyejuk mata...,” pada surah Al Furqan ayat 74 mengundang sahabat Nabi ﷺ sampai para ulama menjelaskan maksudnya. Ibnu Abbas ra, “Yaitu mereka meminta agar mendapatkan keturunan yang gemar beramal ketaatan sehingga sejuklah mata mereka di dunia dan akhirat.” Ibnu Juraij berkata, “Hamba beriman meminta pada Allah agar keturunannya dapat beribadah dan memperbagus ibadahnya kepada Allah, tidak berbuat maksiat dan tindak kejahatan.” Syeikh As-Sa’di berkata, “Menyejukkan mata orang tua adalah ketika melihat anak dalam keadaan taat kepada Allah, berilmu, beramal. Ini do’a kebaikannya pada anak dan istrinya, namun itu juga termasuk do’a untuknya. Karena istri dan anak yang menjadi penyejuk mata akan kembali manfaatnya pada suami/ayah. Inilah yang dijadikan karunia untuk suami/ayah.” (Taisir Al Karimir Rahman) #RamadanDay18 #Prayers #Grant #Allah #Cheerful #Pious #Comfort #Eyes #Parents #Children #Mahira #Milad Telegram Channel: https://t.me/xQoTD https://www.instagram.com/p/CABVPrOAfrE/?igshid=o5e04bwh9rx1