Ramadhan #16 :
Hikmah dari Nasabnya “Sultan Shalahuddin Al Ayyubi”
Najmuddin Ayyub, penguasa Tikrit saat belum menikah dalam waktu yang lama. Saudaranya yang bernama Asaduddin Syekruh bertanya: “Saudaraku, mengapa kamj belum menikah?”
Najmuddin menjawab “Aku belum mendapatkan yang cocok”.
“Maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”
“Siapa?”
“Puteri Malik Syah, anak Sultan Muhammad bin Malik syah, Raja bani Saljuk atau putri Nidzamul Malik, dulu menteri dari para menteri Agung zaman Abbasyiah”.
Najmuddin berkata, “Mereka tidak cocok untukku”.
Heranlah Asaduddin Syerkuh. Ia berkata, “Lantas, siapa yang cocok bagimu?”
Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri yang shalihah yang bisa membawaku bersama ke surga yang melahirkan anak yang dia didik dengan baik hingga menjadi pemuda dan Ksatria Baitul Maqdis ke tangan kaum Muslimin”.
Asadudin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata “dimana kamu dapat yang seperti itu?”
Najmuddin menjawab, “barangsiapa yang ikhlas niat karena Allah, Allah akan karuniakan pertolongan”.
Lalu Najmuddin mendengar Syaikh berkata pada si gadis “kenapa kau tolak utusan yang datang ke rumahmu untuk meminangmu?”
Gadis itu menjawab, “Wahai, syaikh. Ia adalab sebaik-baiknya pemuda yang memiliki ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak pantas denganku”.
Syaikh berkata, “Siapa yang kau inginkan?”
Gadis itu menjawab sama seperti yang dikatakan Najmuddin.
Seketika Najmuddin berdiri dan memanggil sang syaikh, “aku ingin menikahi gadis itu”.
Syaikh mulanya bingung. Namun akhirnya beliau menjawab “Mengapa? Dia hanya seorang gadis kampung yang miskin”.
Najmuddin berkata, “karena memang ia yang aku inginkan, istri sholihah yang membawaku bersama kesurga dan melahirkan anak yang dia didik jadi ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin”.
Akhirnya menikahlah mereka, kemudian lahirlah ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin yaitu “Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi atau lebih dikenal dengan Shalahuddin Al-Ayyubi.
Hikmahnya ialah “jika kita jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkan”. Memperhatian nasab agama seseorang sebelum menikah itu penting, agar terwujudnya tujuan mulia dari sebuah pernikahan. Jujur kepada Allah akan niat pernikahan karena Allah, maka Allah akan membaguskan rumah tangga keluarga yang berkah hingga ke surga. Jadi periksa lagi niatmu?
—Ruang Teduh—
Project 30 Hari menulis, bersama @ruangteduh @ayunanlangit @pemudashafar @nikmatfajar










