Merapihkan (kembali)
Hari-hari setelah pandemi adalah hari-hari yang punya banyak arti. . .
Hikmah itu terasa, entah hanya diriku saja ataupun yang lainnya. . .
Diingatkan, barangkali belum sepenuhnya menuntaskan. . .
Belum sepenuhnya menjalankan. . .
Tentang niatan-niatan baik yang masih tersimpan. . .
Dan barangkali ini waktu yang tepat, untuk memulai kembali, untuk melangkahkan kaki, dan yang terpenting. . .
Meluruskan niat di hati. . .
Karena disana segalanya terasa hidup, bergelora, dan penuh makna yang besar. . .
Tatkala salah, tatkala mulai goyah, atau tatkala mulai lupa arah. . .
Bagai bumerang yang menghancurkan. . .
Mengerikan. . .
Meski terlihat menawan dalam pandangan. . .
Maka merapihkan hati, atas segala yang terjadi adalah keharusan.
Adalah perjuangan.
Adalah sebuah ketetapan yang mungkin bakal melelahkan.
Jadi, mari nikmati masa merapihkan hati ini. Sebelum kita menyesali apa yang bakal terjadi nanti.
Bahkan mungkin kehilangan hal yang paling berarti yang kita miliki.
Selamat merapihkan urusan-urusan hati:)).
Ditulis di malam ketiga Ramadhan 1441 H
Cilacap, 25 April 2020 [23.42]













