Sang Ratu Semesta.
Hegemoni semesta memaksa diri untuk terus berdampingan dengan malam. Negeri ini belum mampu membuat saklar sendiri. Masih banyak yang mengharapkan rasa iba sang Ratu semesta. Sebab Raja semesta terlalu egois dengan waktunya, sedikit pun tak mau membagi waktu istirahatnya.
Lekaslah kemari, Ratu semesta sedang mendongeng di Pantai ini. Pesannya, "bawa kayu bakar dan korek, kita nikmati malam ini bersama api yang membakar kayu". Ku tangkap makna kalimat dari pesannya. "Kau begitu hebat bersahabat dengan malam. Sunyi, sepi, dosa, lelah, kau meliat dan mendengarkan semuanya", hati berbicara dengan mata memerhatikanmu.
Berharap sekali ada senja yang sama sepertimu. Senja yang merdeka dari konsep ceremonial sang raja semesta ketika menuju kediamannya. Senja yang bukan cari perhatian antek-antek sang Raja.
Begitu indah malam ini, tak inginku beranjak.








