Ketika Sore Kehilangan Mondo
Lewat Sorealist, Sore tampil dengan tiga lagu baru yang jauh lebih sederhana. Banyak dipengaruhi konflik internal.
Selang waktu lima tahun antara album Ports of Lima (2008) dan Sorealist (2013), huru-hara terjadi di dalam Sore. Ade Firza Paloh sempat memutuskan keluar, tapi kemudian kembali lagi. Ada satu yang benar-benar hengkang dan tak kembali hingga kini: Ramondo Gascaro. Judul tembang dari album Centralismo (2005) Pergi Tanpa Pesan seolah melukiskan drama mundurnya Mondo. “Tak ada penjelasan. Dia pergi begitu saja,” kata Ade saat ditemui di kediamannya, Rabu, 11 Desember 2013.
Sekian lama tak manggung, akhirnya Sore kembali pada April 2013. Mentas di Rolling Stone Café, sekaligus merilis album teranyar mereka. Hanya ada tiga lagu baru dalam Sorealist: Musim Ujan, Sssst…, dan Bantal Keras. Tiga lagu dari Centralismo, tiga dari Ports of Lima, dan Empat soundtrack film. Seperti ada yang hilang dari Sore. Secara teknis, lagu-lagu baru itu jauh lebih sederhana. Tak ada alunan dawai biola seperti biasanya. Tak ada melodi piano yang mengalir rumit tapi indah. Tak ada lagi Mondo.
Ada apa dengan Sore?
Penjelasannya tak sulit. Di balik tiga lagu baru itu ada jawab yang terang benderang. Musim Ujan, Sssst…, dan Bantal Keras sesungguhnya adalah sebuah usaha menyapa kawan lama. Sekaligus pengejewantahan kekesalan Ade, Awan Garnida, Reza Dwi Putranto, dan Bemby Gusti Pramudya -- karib yang ditinggal oleh Mondo. “Lagu-lagu itu semuanya untuk Mondo,” kata Ade. “Tapi kami juga mau buktikan, kalau kami bisa tanpa dia,” ujarnya.
Musim Ujan adalah satu-satunya lagu lama yang digarap kembali. Dibikin pada 2001. Ade tahu, sudah sejak lama Mondo ingin menuntaskan lagu itu, tapi tak pernah kesampaian hingga ia hengkang pada 2012.
“…Sukakah kau pada redup. Larut di dalam alam biru. Melukiskan mahligai di hampar guntur. Tak kuasa menahan rasa. Dan awan menguak, berjatuh peluh alam. Hirup udara musim hujan. Dan kau terhampar belia…”
Lirik itu ditulis Ade di atas kuitansi berwarna merah. Suatu hari Mondo beli meja, kuitansi pembelian meja itulah yang dipakai untuk menulis lirik. “Mondo semangat sekali mau menggarap lagu itu,” katanya.
Sore sebenarnya terbentuk atas dasar persahabatan Ade, Mondo, dan Awan. Ketiganya kawan sesekolah di PERCIK Perguruan Cikini, Jakarta, dari SD hingga SMA. Bemby dan Reza alias Echa bertemu di kemudian hari. Dari kecil hingga usia kepala tiga, kelakuan mereka tetap seperti bocah. Mondo kebagian peran jadi anak bawang, selalu dipelonco oleh Ade dan Awan. “Suka gua keplak kepalanya,” kata Ade sambil nyengir.
Kegilaan mereka itulah yang menginspirasi Ade membuat Sssst…. Ade tak ingin orang lain mencampuri dan menghakimi candaan di antara mereka. Sebab orang lain tak akan mengerti. Sssst… adalah gestur menyuruh orang lain untuk diam. “Oleh sebab itu judulnya Sssst… Diem elo,” kata Ade sambil menempelkan telunjuknya di bibir.
Ade menerka, barangkali perlakuan itu ikut mendorong Mondo memutuskan hengkang. Giliran anak bawang unjuk gigi dia bisa mandiri. Menurut Ade, ada perasaan Mondo ingin membuktikan jika ia bisa jalan sendiri tanpa Sore. Bantal Keras melukiskan drama itu, sekaligus menggambarkan perasaan bersalah Ade memperlakukan Mondo seperti anak bawang.
“…Dan salahku dia hilang. Terhempas kemarau waktu yang menggarang. Dan salahku tak ku jelang. Seribu juta masalah rikuh…”
Tanpa Mondo, Sore tetap berjalan. Sorealist membuktikan pernyataan itu. Sekaligus memberi woro-woro pada pendengar Sore akan karakter album mereka berikutnya: lebih sederhana dan apa adanya.
Zaman Centralismo dan Ports of Lima, lagu-lagu Sore amat menguras tenaga dan pikiran. Aransemen dan bagian-bagian lagu begitu dipikirkan. Peran Mondo besar di sana. Dia bisa membawa pulang ide mentah dari Ade, dikulik sampai tiga hari, baru dipresentasikan pada anggota semua anggota Sore.
“Dulu, lagu-lagu dibentuk dulu baru kami ke studio. Sekarang kami mengalir saja,” kata Ade. “Kami juga bisa tanpa Mondo.”
Artis : Sore Album: Sorealist Label: SRM Management & Rooftop Sound Rilis : Versi Cakram November 2013, Versi USB April 2013
Daftar Lagu: 1. Musim Ujan 2. Sssst… 3. Bantal Keras 4. Somos Libres 5. No Fruits For Today 6. Mata Berdebu 7. Karolina 8. Funk the Hole 9. Nancy Bird 10. Setengah Lima 11. Merintih Perih 12. Ada Musik di Dalam 13. Pergi Tanpa Pesan.
*Foto diambil tanpa izin dari SRM management. Izin gan. *Versi edit ada di Koran Tempo pada suatu Minggu di Desember 2013.
Salam, Ananda Badudu Kantor Tempo, 15 Januari 2014









