Adik ku pernah berkata "teh, kenapa keluarga kita gini" aku menjawab "ya karena sudah takdir, dan kita harus menerima takdir tuhan"
Terus dia bertanya kembali "sampai kapan sih teh, gini terus, miskin, kelaparan" aku tersenyum lalu menjawab "Sebenernya, kalau kita bisa dan mau berusaha bisa ko seperti mereka. Bisa ko hidup enak. Kuncinya cuma 1, kita mau berusaha atau engga. Gabisa kita cuma memiliki angan2 tanpa mau berusaha dan hanya memiliki keinginan itu. Coba fikir, kalau seandainya orangtua kita pintar dalam memegang uang dan memiliki keinginan seperti mereka dengan kuat, pasti bisa ko" :)
"boleh nyerah engga sih teh, capek gini terus, apa cuma kita aja yang gini" (Sambil memakan es ditangan) Aku menjawab "kalau capek boleh istirahat, tapi jangan sampai menyerah, kalau bukan kita yang berjuang siapa lagi, bukankah ingin merubah takdir? Kamu gatau aja, masih banyak ko diluar sana bahkan orang-orang diluar sana memiliki masalah yang lebih rumit dari kita, apakah mereka mengeluh? Apa mereka memberitahu orang lain? Engga kan. Jangan berfikir bahwa cuma kita aja yang gini, bahwa cuma keluarga kita aja yang gini, mereka diluar sana juga sama memiliki masalahnya sendiri bahkan ada yang jauh lebih parah dari kita. Bedanya, mereka tidak seperti kita selalu mengeluh"
"semunya gagal, aku gagal jadi anak"(Keluhannya padaku)
"itu salahmu sendiri. Disekolahin malah gabener. Sekolah itu niatnya apa, belajar atau ingin punya temen? Atau nyari pacar? Kalau di awal niatnya gabener ya gakan bener. Tapi kalau di awal niatnya ingin belajar ya pasti akan lancar. Niatmu kan di awal ingin punya temen, gaya gayaan apalagi gengsi, malu ini itu ya jadinya gini, nyesel di akhir. Sekarang siapa yang nyesel? Kamu kan" (Nadaku sedikit meninggi)
"iya aku salah" (sambil menunduk menyesal)
"aku ingin berjuang juga"
"mari berjuang sama-sama, kalau cuma teteh yang berjuang teteh yakin gakan bisa"
"di ibaratkan nih ya, kamu bayangin aja, suatu rumah, tidak akan bisa berdiri tegak hanya karena memiliki satu tiang. Kamu fikir aja sendiri, rumah itu gakan bisa berdiri tegak dan gakan jadi rumah kalau tiang nya aja cuma satu. Yaaaaaaaa di ibaratkan keluarga kita. Kalau cuma teteh yang berjuang untuk membuat rumah kembali tegak ya gakan bisa. Harus ada yang bantu"
"iya bener. Kalau cuma teteh, pasti teteh juga ikutan runtuh"
"Yaudah aku mau berjuang bareng teteh"
(aku cuma senyum sambil menikmati sisa es yang ku beli di warung)
Percakapan ku dengan nya siang itu..
Pasrahkan semunya kepada yang maha kuasa. Ikuti saja alur yang dia berikan:) jangan lupa untuk selalu berdoa dan berusaha. SEMANGAT!