Sama halnya ketika sedang memilih baju di toko baju. Banyak pilihan dengan berbagai model, sampai bingung mau beli baju yang mana. Melihat model baru, jadi lupa kalau sebelum ke toko sudah punya pilihan dengan model baju yang akan dibeli. Dan akhirnya membeli baju dengan model baru yang tidak sesuai dengan model awal yang mau dibeli. (Begitulah kira-kira siklus saat seseorang sedang menentukan pilihan)
Seseorang sering lupa tujuan awalnya ketika sedang menentukan pilihan.
Kalau kata orang “itu namanya godaan hawa nafsu”
Mmmmm, menurut kalian gimana ?
Lebih tepatnya kita adalah seseorang yang kurang konsisten. Hawa nafsu bisa dikendalikan dengan logika. Ketika seseorang sudah konsisten dengan tujuannya, ketika dia sedang berhadapan langsung dengan pilihan, maka dia bisa mengendalikan hawa nafsu nya dengan logika. Sehingga dia bisa menentukan pilihannya yang sudah dia siapkan dari jauh-jauh hari. Simpelll kan???
Begitu lah kira-kira kalau sedang menentukan pilihan hidup.
Harus sekolah atau mengganggur?
Harus bekerja atau dirumah saja?
Harus menikah atu sendiri saja?
Harus berbuat baik atau berbuat jahat?
Harus membalas dendam atau memaafkan?
Begitulahh pilihan-pilihan yang sering kita temui.
Memang sulit untuk menjadi orang yang KONSISTEN.
Tapi percayalah, semua bisa terlaksanakan asal kita bener-bener sudah menentukan pilihan untuk kebahagian diri”
UJIAN MEMBAWA BERKAH “Mengubah Kesulitan Menjadi Peluang”
Apabila ada orang kaya beralasan sibuk mengurus harta bendanya, sehingga lupa menunaikan ibadah terhadap Penciptanya. Atau pejabat dan penguasa lalai beribadah kepada Allah swt. karena beralasan sibuk mengurus jabatan dan kekuasaannya, dia sombong dan tidak mau sujud dan rukuk kepada Penciptanya. Maka kelak Allah akan menyampaikan tanggapan serius kepadanya. Allah akan berfirman "Siapakah diantara kalian yang lebih kaya dari Sulaiman AS., siapakah diantara kalian yang lebih luas kekuasaan dan kerajaannya dari Sulaiman AS. ? Sulaiman Maha Kaya, kekayaannya tidak terbilang, kekuasaan dan kerajaannya terbentang luas tidak terhingga, tentara dan pasukannya besar luar biasa, namun Sulaiman tidak sombong. Sulaiman taat, rukuk dan sujud kepada Allah swt. Seharusnya kekayaan menjadi media untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Seharusnya jabatan dan kekuasaan menjadi sarana untuk meraih ridho Allah swt.
Apabila seseorang sakit, kemudian dengan penyakit itu dia mengeluh dan tidak terima, kemudian ia enggan beribadah kepada Allah swt, dan tidak mau rukuk dan sujud kepada Nya. Maka kelak Allah akan mendatangkan Nabi Ayyub AS. sebagai saksi bagi mereka. Allah akan berfirman : Hamba-KU Ayyub AS. mendapatkan ujian luar biasa. Satu persatu putra-putrinya meninggal dunia, satu persatu harta dan kekayaannya lenyap meninggalkannya, satu persatu istrinya menjauh dari beliau, badan Ayyub yang gagah, tampan rupawan dan mempesona, berangsur-angsur membusuk karena penyakit kronis yang dideritanya, sehingga tinggal tulang dan hati yang terus berdzikir dan bertasbih meng-Agungkan dan men-Sucikan Allah swt. Maka dengan kesabaran, ketabahan dan doa yang terus- menerus dipanjatkan, akhirnya Allah menerima permohonan Nabi Ayyub AS. Dibalik musibah dan penyakit pasti ada hikmahnya,Allah menjadikan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia, maka pandai-pandailah mencari hikmah dari setiap musibah dan penyakit yang kita rasakan.
Apabila ada orang miskin, hidupnya sengsara dan menderita karena kemiskinannya dia tidak henti-hentinya mengumpat atas nasib yang dideritanya. Dia sibuk mencari sesuan nasi dan sehelai pakaian, sehingga dia lupa dan lalai beribadah kepada penciptanya, dia enggan rukuk sujud kepada Allah swt, Maka kelak Allah akan menyampaikan bantahan :" Isa adalah hamba Allah termiskin di dunia, la lahir kedunia tanpa ayah, ketika berusia belasan hari Isa diungsikan ke Mesir dan meninggalkan Palestina negeri tumpah darahnya karena ancaman dan caci maki kaumnya. Ketika remaja Isa hidup sebatang kara tanpa tempat tinggal, dan setelah dewasa Isa dikejar-kejar kaumnya untuk dibunuh. Lalu Allah mengangkat ISA kelangit sebelum berkeluarga. Isa tidak punya harta sedikitpun, tidak mempunyai rumah sebagai tempat tinggal dan tidak punya istri dan keluarga. mengeluh dan Sejatinya kefakiran dan kemiskinan menjadi jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Kefakiran menjadi jalan untuk lebih rajin beribadah kepada Allah swt.
Apabila ada yang menjadi pembantu, menjadi pelayan, kuli serabutan, buruh kasar dan karyawan tidak tetap. Hidupnya selalu berada dibawah bayang-bayang dan intimedasi majikan, dibawah tekanan bos dan atasan. Hidupnya terkurung dan terpasung dalam kesulitan, sehingga dia melupakan kewajiban beribadah kepada penciptanya. Lalai rukuk dan sujud kepada Allah swt. maka kelak Allah akan mendatangkan Nabi Yusuf AS. Berkat kesabaran dan ketabahannya akhimya Yusuf menjadi orang terpercaya dan penguasa di negeri Mesir. Oleh karena itu Jadikan kesulitan hidup sebagai peluang dan tangga untuk meraih kesuksesan. Karena dibalik kegagalan selalu ada kesuksesan.
Semua cobaan dan ujian yg ditimpakan allah kepada makhluknya merupakan bentuk kasih sayang yang diberikan. Setiap ujian mengandung hikmah dan ibrah yang dapat kita petik. Semakin kita berhasil dalam melewati ujian tersebut, maka semakin tinggi pula derajat kita, dan semakin dekat pula jarak kita dengan Allah Swt, serta akan menjadi hambanya yang muttaqin wa sholihiin.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, seorang interviewer bertanya pada saya, “apa prestasi yang paling berharga dalam hidupmu?”. Dan entah apa yang merasukiku ehe, saat itu saya tidak menjawab dengan capaian-capaian yang biasanya akan disebut. Saya menjawab, “BAHAGIA Teh..”, hehe. Si Teteh pun terheran-heran, gimana tuh?
Kalau kita coba menengok, berapa banyak orang yang mungkin dengan kondisi 11-12 dengan kita, dengan input masalah yang hampir sama (karena tidak akan benar-benar sama), memilih tetap enjoy sedangkan kita tersungkur tak berdaya, atau mungkin juga sebaliknya. Bisa jadi kita memilih baik-baik saja, tapi orang lain ada yang sedang menangisi, stress berlebih, bahkan sampai depresi ketika menghadapi masalah yang sama. Intinya, dari banyak case dalam kehidupan, kita bisa memilih mau menjadi bahagia atau tidak. Jadi teman-teman, kalau pada nanya, “kenapa sih Il bahagia mulu hidupnya?”, ya itu karena saya memilih, simpel.
Pertanyaannya, sesimpel itu? Iya beneran. Tapi sebelumnya harus menang melawan antigen asing bernama gundah gulana, resah, gelisah, dan kawan-kawannya. Seperti yang tercantum dalam gambar, stressor (yang bikin distress) akan selalu muncul sebagai input dalam kehidupan, karena ga hidup namanya kalau tanpa beban hidup ya kan wkwk. Nah, kita diberi dua pilihan untuk memproses input tersebut, you can grow with positivity, atau malah berpaling memilih negativity. Proses ini yang akan memberi output yang berbeda, bahagia, atau tidak bahagia.
Tidak dipungkiri, pertanyaan “kenapa sih begini, kenapa sih begitu” akan selalu muncul sebagai representasi negativity. Apakah saya yang ‘katanya’ bahagia melulu ini sudah terbebas dari hal sejenis itu? No no no, saya manusia biasa yang masih suka mengeluh juga. Tapi kan tidak ada salahnya berupaya menganulir aura negatif ke arah yang lebih positif, biar enak dipandang dan nyaman dirasakan *ea. Nah, ada sebuah kutipan yang bisa jadi semangat kita untuk menjadi lebih positif, ini dia..
“All of this: The sadness, accidents, smiles, peace, pain, love, loss, and sacrifice: it’s not for nothing. It is not without purpose.” — Yasmin Mogahed (via islamic-art-and-quotes)
Kita itu kadang cukup yakin aja, apapun yang terjadi dalam hidup, tidak terjadi tanpa suatu sebab, melainkan ada hikmah dan pelajaran yang sudah Allah siapkan. Insha Allah hidup lebih tenang dan bahagia.
Dan memilih bahagia, itulah sebuah prestasi dalam kehidupan yang patut diapresiasi. Harganya begitu mahal bagi saya, ya saya bahkan tidak tau sih berapa harganya hehe. Kalau dipikir mah, apalah arti berbagai pencapaian keren kalau kita tidak bahagia? Ya kan? (Etapi jangan berhenti mencapai hal keren ya. Kalau mencapai sesuatu, jangan lupa kamu juga harus bahagia, itu maksudnya xoxoxoxo). Salam bahagia dari saya!!!!
Foto ini diambil dibelakang dinding diatas meja Lape berselfi. (Tahun 2013)
LapeQ berteman dekat pas smp kelas 9 pas satu kelas. Padahal dari kelas 7 tak pernah sedekat dahulu, berteman sejawatlah sampai skrg semoga sampai akhir hayat.
Banyak cerita dan keluh kesah berteman bersamamu terimakasih lapeQ
Sudah 6 tahun kita berteman.
Tapi bukan seberapa kita berteman tapi seberapa lama kita menghabiskan waktu bersamaan.
Tapi ditahun 2019 rasanya kita ambyar, seperti aneh tapi nyata mungkin karena ada jarak. Cileungsi-Tajurhalang atau memang sudah lost contacts.
Aku kenalin satu persatu, mau mulai dari mana ?
Aku atau teman sejawatku ?
Okee, dari aku.
Hai aku Ayu Kristiani, harusnya tahun 2020 aku juga wisuda nih S.ikom tapi jika allah tak berkehendak apa boleh buat, sudah cerita diriku sedikit saja.
Siti Sofia Nurlatifah tahun depan wisuda bu guru MI, gelarnya spd. wanita sholehah taat agama tak mengerti cinta"an.
Nabilah Aryanti wanita terbucin rasanya tak bisa hidup tanpa lelaki, duh kenapa itu yg terbesit dipikiran. Oiya dia juga kuliah karyawan setiap seminggu sekali baru mau 2 semester jurusan teknik informatika.
Guys semoga aku bisa nyusul periode kuliah lagi apapun itu jurusannya itu karena ilmu itu penting untuk masa depan.
Hidupku ingin berguna untuk orang banyak, agar matiku dikenal dgn baik bukan keburukannya.
PENGHARGAAN . . Untung Tuhan tunjukkan kepadaku apa itu penghargaan melalui seorang teman.
Ceritanya begini…
Panggil saja namanya Wangi, beliau adalah salah satu orang hebat yang sudah memiliki prestasi yang luar biasa. tidak main-main, 5kali Berturut-tururt Penghargaan kelas dunia beliau sabet. beliau juga sudah pergi keliling dunia dari hasil prestasinya tersebut. Kurang lebih ada 38 negara yg sudah beliau kunjungi.
Namun beberapa saat yang lalu beliau telp saya sambil menangis mengadu. Saya tanya, “kenapa ibu menangis?” Beliau bilang, saya diminta untuk mengundurkan diri dari perusahaan saya mbk. Saya terkejut dengan kalimat yang barusan saya dengar.
Bagaimana bisa seseorang yg memiliki prestasi luar biasa ini diminta untuk keluar dari perusahaan yang sudah dia banggakan selama ini?
Dia menjawab, “karna saya sudah tidak berprestasi lagi sekarang. Dan saya mencari pekerjaan sampingan untuk menghidupi keluarga saya”
Saya bisa bayangkan bagaimana hancurnya perasaan bu Wangi ketika telp itu berbunyi dan memintanya keluar dari perusahaan.
Tuhan….
Seperti itu KAU berikan pelajaran untukku. Bahwa prestasi yang sesunggunya adalah bukan dihadapan manusia. Melainkan prestasi jika lebih dekat denganmu.
Terimakasih Ya Allah..
Engkau tunjukkan ini kepadaku, sebelum hari ini terjadi
Buat kamu,buat kalian,siapapun yang saat ini didalam kesulitan,didalam kebingungan harus bagaimana dan seperti apa,peecayalah akan ada terang setelahnya gelap,akan ada panas setelahnya hujan,akan ada kebahagiaan setelahnya airmata,yakinkan terus hatimu hanya kepada yang Maha Kuasa,serahkan segalanya setelahnya doa dan upaya. Terus dan teruslah memohon dan meminta dalam upaya dengan penuh kegigihan dan dalam kesungguhan,tanam yang benar,tanam yang baik,tanam yang iklash,tanam yang jujur,karena semua itu akan kelak kau petik hasilnya,tidak masalah terlambat diluar keinginanmu,tapi Allah akan memberi tepat diwaktu yang tepat.
Menangislah,teteskan airmatamu jika itu tak sanggup kau tahan,teriakan sekeras kerasnya. Airmatamu beeharga dan harus menjadi pelecut dan pemompa semangatmu,untuk tak henti melangkah,untuk menjemput impianmu yang sudah Allah persiapkan untukmu,ditempatyang kita tidak pernah tahu,maka tugas kita adalah mencarinya.
“Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu; sesungguhnya yang baru sudah datang.” - 2 Kor 5:17
Hidup baru berarti meninggalkan kehidupan lama menjadi kehidupan yang berbeda seperti halnya yang dialami oleh Saulus, seorang pembunuh orang Kristen, bertobat dan menjadi Paulus yang merupakan rasul Kristus yang diurapi Tuhan. Semua orang percaya telah mati bersama Kristus dan tidak lagi hidup untuk diri sendiri. Kunci hidup baru adalah pertobatan, di mana kita harus meninggalkan cara hidup yang lama, tidak pernah lagi menoleh ke belakang, tapi selalu menatap ke depan seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Filipi 3: 13-14 ”Aku melupakan apa yang telah ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di depanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus“. Kematian” kita adalah kematian ‘dosa’ kita yang telah disalib bersama Kristus. Ia telah dikuburkan bersama-Nya, dan sama seperti Ia telah dibangkitkan oleh Allah Bapa, kita juga dibangkitkan untuk “hidup dalam hidup yang baru” (Roma 6:4).
Yoh 1:13 mengatakan bahwa kelahiran baru ini telah terjadi menurut kehendak Allah. Kita dipilih oleh Allah untuk menjadi ‘ambassador-Nya’, dan menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru dan unik. Ciptaan baru ini benar-benar baru yang dimulai dari ‘nol’. Hanya Sang Pencipta dapat melakukan hal itu. Allah menghapus semua dosa lama kita “yang lama sudah berlalu” – kesombongan, kesukaan berdosa, pengandalan upaya pribadi, dan opini-opini, kebiasaan, dan nafsu duniawi. Ciptaan yang baru hanya terpaku kepada Kristus, bukan menatap diri sendiri. Semua hal yang lama telah mati, disalibkan bersama ‘dosa’ lama kita.
Hal-hal yang usang dan mati telah digantikan dengan hal-hal baru, yang penuh dengan kehidupan dan kemuliaan Allah. Kita melihat dunia melalui sudut pandang baru. Alkitab selalu menuntun langkah hidup kita seturut kehendak-Nya dan kita selalu merasakan kedamaian dalam menjalani setiap pergumulan hidup seakan-akan hidup di dunia yang baru. Langit dan bumi penuh dengan hal-hal baru, dan semua hal sepertinya memuliakan Allah. Ada perasaan baru terhadap sesama manusia kita – kasih bagi keluarga dan kerabat kita, belas kasih yang belum pernah kita rasakan terhadap para musuh kita, dan kasih bagi semua umat manusia. ”Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa - Roma 6:6. Sebagai pengikut Kristus, karena “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi ; besar kesetiaan-Mu - Ratapan 3:22-23