Semakin Dekat, Resahku Bertambah
Aku sudah cukup puas menjaga jarak
Namun bukan berarti kita bisa bebas menyatukan dua telapak
Aku harus menunggu lagi
Hari dimana kepastian itu terjadi di hidupku
Mereka bilang cincin itu ikatanmu kepadaku
Ia melingkari jari manisku dengan anggun
Lalu kita semakin dekat
Harapanku semakin lekat untukmu
Hari seperti meloncat cepat disekitarku
Namun resahku seperti tak tau tempat
Ia hadir di sendiriku maupun saat bersamamu
Resahku bukan aku tak yakin padamu
Hanya terkadang ia datang menghalang akal sehatku
Lalu hatiku layu mengingatmu
Ingin ku memburumu dengan semua pertanyaan yang menghantui pikiranku
Namun nyatanya mulutku tak kuasa berucap
Ia lebih menyukai bungkam
Lalu berharap semua berjalan baik-baik saja
Aku tak mau memberi makan pikiran burukku
Aku berusaha membunuh resahku
Lalu saat pagiku menjelang ia tak malu datang kembali
Siangku harusnya cerah denganmu
Lalu senyumku terasa palsu untukmu
Ia menyimpan ribuan keresahan tentangmu
Setiap detik bertambah padamu,
Meski terkadang kau mampu mengurai dan menguapkannya dariku
Hari ini kumohon padamu
Tetaplah menjadi kamu yang mencintaiku
Tanpa mengenal waktu dan jatuh bangunku
Ku mohon janjikanlah itu
Lalu biarkan senyumku benar-benar melebar hari ini















